Ijazahnya Digugat, Kenapa Gibran Rakabuming Dulu Harus Sekolah SMA di Singapura?

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 15 September 2025 | 12:39 WIB
Ijazahnya Digugat, Kenapa Gibran Rakabuming Dulu Harus Sekolah SMA di Singapura?
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri sidang tahunan MPR RI. (Antara)
Baca 10 detik
  • Jokowi secara pribadi memilihkan sekolah di Singapura untuk
  • Penjelasan Jokowi ini muncul di tengah adanya gugatan perdata
  • Menghadapi gugatan tersebut, Jokowi menanggapinya dengan santai dan humor

Suara.com - Polemik mengenai ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) milik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali memanas. Sebuah gugatan perdata yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mempertanyakan keabsahan latar belakang pendidikannya.

Di tengah riuhnya persoalan hukum ini, sang ayah, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat bicara dan membeberkan alasan fundamental di balik keputusannya mengirim putra sulungnya menempuh pendidikan di luar negeri bertahun-tahun lalu.

Bukan karena gengsi atau fasilitas, alasan Jokowi ternyata sangat personal dan berorientasi pada pembentukan karakter. Ia secara sengaja memilihkan sekolah di Singapura untuk Gibran agar sang anak bisa belajar hidup mandiri, jauh dari bayang-bayang dan kenyamanan keluarga.

Pilihan jatuh pada Orchid Park Secondary School, sebuah institusi yang telah ia riset secara pribadi.

”Iya, di Orchid Park Secondary School,” kata Jokowi di Solo, Jumat (12/9/2025).

Jokowi menegaskan bahwa dirinyalah yang proaktif mencari dan mendaftarkan Gibran ke sekolah tersebut sejak kelas 1 SMA. Keputusan itu diambil dengan satu tujuan utama yang kini diungkapkannya secara terbuka.

”Oh, yang nyariin saya, jadi ngerti lah, yang mencarikan saya. (Kenapa memilih sekolah di luar negeri?) Biar mandiri,” sambung Jokowi.

Penjelasan ini menjadi konteks penting di tengah gugatan yang diajukan oleh seorang warga bernama Subhan. Gugatan dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst itu tidak hanya menargetkan Gibran, tetapi juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Sidang perdananya pun telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (8/9/2025) lalu.

Inti dari gugatan tersebut adalah permintaan kepada majelis hakim untuk menyatakan Gibran tidak sah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.

Argumen utama penggugat adalah Gibran dinilai tidak pernah menempuh pendidikan setingkat SMA yang diselenggarakan berdasarkan hukum di Indonesia, sehingga dianggap tidak memenuhi syarat formal saat mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pilpres yang lalu.

Menghadapi serangan hukum yang menyoal masa lalu putranya, Jokowi justru menunjukkan reaksi yang sangat tenang dan santai.

Alih-alih tegang, ia menanggapi gugatan tersebut dengan seloroh khasnya, menyiratkan bahwa mempersoalkan ijazah keluarganya seakan sudah menjadi sebuah tren. Ia bahkan berkelakar bahwa kelak, ijazah cucunya, Jan Ethes Srinarendra, juga berpotensi dipermasalahkan.

”Ijazah Jokowi dimasalahkan, ijazah Gibran dimasalahkan, nanti sampai ijazah Jan Ethes dimasalahkan,” kata Jokowi sambil tertawa, Jumat (12/9/2025).

Meski menanggapinya dengan candaan, Jokowi tidak menganggap remeh proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan komitmennya untuk menghormati dan mengikuti setiap tahapan hukum yang ada. Pihaknya menyatakan siap untuk melayani dan menghadapi segala gugatan yang dilayangkan.

”Ya, tapi apapun ikuti proses hukum yang ada, ya. Kita semuanya kita layani,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Citra Sederhana Makin Ambyar, Akun IG Ini Kuliti Kemewahan Iriana Jokowi dan Erina Gudono

Citra Sederhana Makin Ambyar, Akun IG Ini Kuliti Kemewahan Iriana Jokowi dan Erina Gudono

Entertainment | Minggu, 14 September 2025 | 19:42 WIB

Ditunjuk Jadi Ahli, Roy Suryo Siapkan Data Akun Fufufafa Dukung Pemakzulan Gibran

Ditunjuk Jadi Ahli, Roy Suryo Siapkan Data Akun Fufufafa Dukung Pemakzulan Gibran

News | Minggu, 14 September 2025 | 17:59 WIB

Roy Suryo Bawa 'Jokowis White Paper' ke DPR, Ijazah SMA Gibran Disebut 'Dagelan Srimulat'

Roy Suryo Bawa 'Jokowis White Paper' ke DPR, Ijazah SMA Gibran Disebut 'Dagelan Srimulat'

News | Minggu, 14 September 2025 | 17:46 WIB

Laskar Cinta Jokowi Sebut Pergantian Kapolri Listyo Bisa Jadi Bumerang, Said Didu: Makin Jelas

Laskar Cinta Jokowi Sebut Pergantian Kapolri Listyo Bisa Jadi Bumerang, Said Didu: Makin Jelas

News | Minggu, 14 September 2025 | 17:35 WIB

Dengar Keluhan Pengungsi Banjir Bali, Gibran Tegaskan Rumah dan Fasum Rusak Akan Dibangun Ulang

Dengar Keluhan Pengungsi Banjir Bali, Gibran Tegaskan Rumah dan Fasum Rusak Akan Dibangun Ulang

Your Say | Sabtu, 13 September 2025 | 18:11 WIB

Ijazah Gibran Digugat Rp125 T, Jokowi Tunjuk 'Orang Besar' di Baliknya

Ijazah Gibran Digugat Rp125 T, Jokowi Tunjuk 'Orang Besar' di Baliknya

Your Say | Sabtu, 13 September 2025 | 15:53 WIB

Jokowi Puji Purbaya, Sebut Mazhab Ekonomi Beda dari Sri Mulyani

Jokowi Puji Purbaya, Sebut Mazhab Ekonomi Beda dari Sri Mulyani

Your Say | Sabtu, 13 September 2025 | 13:58 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB