'Jangan Selipkan Kepentingan Partai!' YLBHI Wanti-wanti DPR di Seleksi Hakim Agung

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 15 September 2025 | 23:17 WIB
'Jangan Selipkan Kepentingan Partai!' YLBHI Wanti-wanti DPR di Seleksi Hakim Agung
Ketua YLBHI Muhammad Isnur merespons proses seleksi calon hakim agung yang bebas titipan kepentingan di DPR. [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • YLBHI peringatkan DPR soal seleksi 16 calon Hakim Agung baru.
  • Ada risiko politisasi dan "calon titipan" dari partai politik.
  • Berkaca dari skandal korupsi hakim Gazalba dan Hasbi Hasan.

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memberikan peringatan keras kepada parlemen.

Berkaca pada skandal korupsi yang belum lama ini menjerat Mahkamah Agung (MA), DPR diwanti-wanti agar tidak menjadikan proses ini sebagai ajang lobi politik.

Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menyuarakan kekhawatiran publik bahwa proses seleksi di Komisi III DPR RI bisa dipolitisasi.

Menurutnya, ada risiko besar kacamata yang digunakan bukanlah untuk perbaikan MA, melainkan untuk melayani kepentingan partai.

"Kami khawatir diskusinya, diskusi politis. Karena kan kepentingan partai. Nah jangan sampai ini jadi kesempatan nyelipin kepentingan partai-partai di Mahkamah Agung," kata Isnur di Kantor ICW, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Bayang-bayang Skandal Korupsi

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Isnur mengingatkan bahwa kasus suap dan gratifikasi yang menjerat hakim agung Gazalba Saleh dan mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan, harus menjadi pelajaran pahit yang tidak boleh terulang.

Oleh karena itu, proses rekrutmen kali ini harus jauh lebih ketat dan berorientasi pada integritas.

"Maka sekarang harus lebih ketat lagi merekrut Hakim Agung. Mencari orang yang berintegritas, dan punya keberanian melakukan perubahan. Dan menyingkirkan segala potensi intervensi, segala potensi konflik kepentingan, serta segala potensi titipan-titipan," tegas Isnur.

baca juga

Proses seleksi ini menjadi sorotan karena Komisi III DPR RI baru saja merampungkan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 16 calon hakim agung dan hakim ad-hoc.

Nasib lembaga peradilan tertinggi di Indonesia kini berada di tangan para politisi di Senayan.

YLBHI menegaskan bahwa tujuan akhir dari proses ini harus satu, yakni menciptakan Mahkamah Agung yang benar-benar independen dan bersih dari kepentingan politik mana pun, demi memulihkan kepercayaan publik yang telah terkikis.

"Kita harus mendorong lah hakim-hakim agung Mahkamah Agung yang benar-benar independen," katanya.

Daftar 16 Calon Hakim Agung: 

Sebanyak 16 kandidat yang nasibnya akan ditentukan terdiri dari 13 calon hakim agung dan 3 calon hakim ad-hoc HAM.

  • Kamar Pidana: Alimin Ribut Sujono, Annas Mustaqim, Julius Panjaitan, Suradi.
  • Kamar Perdata: Ennid Hasanuddin, Heru Pramono.
  • Kamar Agama: Lailatul Arofah, Muhayah.
  • Kamar Militer: Agustinus Purnomo Hadi.
  • Kamar Tata Usaha Negara: Hari Sugiharto.
  • Kamar TUN (Khusus Pajak): Budi Nugroho, Diana Malemita Ginting, Triyono Martanto.
  • Hakim Ad-hoc HAM: Agus Budianto, Bonifasius Nadya Arybowo, Moh Puguh Haryogi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib 16 Calon Hakim Agung Ditentukan Besok, Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno

Nasib 16 Calon Hakim Agung Ditentukan Besok, Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno

News | Senin, 15 September 2025 | 20:14 WIB

DPR Usul Batasi Kesempatan Calon Hakim Agung, KY Jamin Seleksi Bebas 'Titipan'

DPR Usul Batasi Kesempatan Calon Hakim Agung, KY Jamin Seleksi Bebas 'Titipan'

News | Senin, 08 September 2025 | 16:06 WIB

Disentil DPR Punya 'Dosa Lama' Plagiat, Siapa Sosok Calon Hakim Agung yang Bikin Gaduh Seleksi?

Disentil DPR Punya 'Dosa Lama' Plagiat, Siapa Sosok Calon Hakim Agung yang Bikin Gaduh Seleksi?

News | Senin, 08 September 2025 | 15:06 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×