Respons Usulan Menteri Pigai Soal Lapangan Khusus Demo di DPR, Komisi XIII: Perlu Kajian Lanjut

Selasa, 16 September 2025 | 14:50 WIB
Respons Usulan Menteri Pigai Soal Lapangan Khusus Demo di DPR, Komisi XIII: Perlu Kajian Lanjut
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Andreas menyatakan bahwa usulan Pigai perlu dibicarakan lebih lanjut.
  • Ia juga menyoroti pentingnya penanggung jawab dan jumlah peserta dalam setiap demonstrasi untuk memastikan aksi berjalan tertib.
  • Andreas menyimpulkan bahwa usulan penyediaan lapangan khusus demo ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan terkait usulan dari Menteri HAM, Natalius Pigai, mengenai penyediaan lapangan khusus untuk demonstrasi, termasuk di lingkungan DPR.

Andreas menyatakan bahwa usulan tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut, meskipun ia menekankan bahwa Gedung DPR pada dasarnya adalah rumah rakyat yang terbuka.

"DPR ini kan rumah rakyat, halaman DPR ini kan rumah rakyat. Ya silakan saja kalau ada usulan itu nanti kita bicarakan," ujar Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Ketika ditanya apakah tanpa lapangan khusus pun DPR sudah terbuka untuk demonstrasi, Andreas menjelaskan bahwa selama ini memang ada kebutuhan untuk pengaturan, mengingat banyaknya orang yang keluar masuk.

Ia juga menyoroti pentingnya penanggung jawab dan jumlah peserta dalam setiap demonstrasi untuk memastikan aksi berjalan tertib.

"Iya tapi kan selama ini orang keluar masuk keluar masuk itu perlu ada pengaturan. Nah kalau demonstrasi ini kan pasti ada penanggung jawabnya, ada berapa orang yang ikut," jelasnya.

"Nah sehingga kemudian memang benar-benar demonstrasi untuk menyampaikan pendapat." lanjut Andreas.

Andreas juga mengakui bahwa banyak negara lain yang telah menyiapkan lapangan khusus untuk menyampaikan ekspresi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ide tersebut bukan hal baru dalam praktik demokrasi global.

Mengenai kekhawatiran bahwa pembatasan lokasi demo hanya di satu tempat dapat terkesan membatasi hak berekspresi, terutama karena tujuan demo seringkali beragam dan ditujukan ke berbagai lembaga, Andreas memberikan tanggapan terbuka.

Baca Juga: Iga Massardi Ingatkan Perjuangan Tuntutan Rakyat Belum Usai: Yang Ditangkap Belum Bebas

"Ya silakan saja kalau istana juga mau bikin. Saya kira lebih baik lagi," katanya.

Pada akhirnya, Andreas menyimpulkan bahwa usulan penyediaan lapangan khusus demo ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.

"Iya saya kira begitu, kalau misalnya kita menyiapkan sarananya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI