Kronologi Sadis Penculikan Kacab Bank BUMN: Kopda FH Sempat Ancam Lepas Korban Gegara Hal Ini!

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Selasa, 16 September 2025 | 20:23 WIB
Kronologi Sadis Penculikan Kacab Bank BUMN: Kopda FH Sempat Ancam Lepas Korban Gegara Hal Ini!
Danpom Kodam Jayakarta Kolonel CPM Donny Agus Priyanto menyampaikan keterangan di Polda Metro Jaya terkait keterlibatan dua oknum TNI penculikan yang berujung kematian kepala cabang pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat, berinisial MIP (37), Selasa (16/9/2025). [ANTARA/Risky Syukur]
Baca 10 detik
  • Penculikan Kacab BUMN dilakukan di Lotte Mart, Pasar Rebo.
  • Kopda FH sempat mengancam menurunkan korban bila tak ada tim penjemput.
  • Selain 2 Anggota TNI, 15 sipil ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.

Suara.com - Polisi Militer Kodam Jaya membeberkan detail peran dua prajurit TNI AD dari satuan Kopassus, Serka N dan Kopda FH, dalam kasus penculikan hingga pembunuhan Kepala Cabang atau Kacab bank BUMN, MIP (37). 

Salah satu momen krusial yang terungkap adalah ketika Kopda FH sempat mengancam akan melepaskan korban karena tim penjemput yang dijanjikan tak kunjung datang.

Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus Priyanto mengatakan, awal mula kasus ini terjadi pada 17 Agustus 2025. 

Saat itu, tersangka JP mendatangi rumah Serka N dan menawarkan pekerjaan untuk menjemput seseorang yang akan dihadapkan kepada bosnya, DH alias Dwi Hartono.

Tawaran itu kemudian diteruskan Serka N kepada Kopda FH.

“Pada tanggal 18 Agustus 2025, Serka N menelepon Kopda FH untuk meminta bantuan melaksanakan kegiatan penjemputan terhadap seseorang yang diminta oleh saudara DH,” kata Donny saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Kopda FH menerima tawaran itu setelah meminta uang operasional Rp5 juta.

Sehari sebelum eksekusi, Serka N kembali mendapatkan Rp95 juta dari JP, lalu menyerahkan kepada Kopda FH di sebuah kafe di Rawamangun. 

Uang itu kemudian digunakan Kopda FH untuk mengumpulkan tim eksekutor, termasuk EW dan empat orang lainnya.

Pada 20 Agustus 2025 siang, JP memberi informasi bahwa korban berada di Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Tim penculik yang dipimpin Kopda FH langsung bergerak. 

Korban disergap di area parkir Lotte Grosir dan dimasukkan ke mobil Avanza putih. Namun, rencana penyerahan korban kepada tim lain gagal. 

“Selanjutnya setelah korban berhasil dibawa, dalam perjalanan Kopda FH menelpon Saudara JP menanyakan mana tim yang akan menjemput," ujar Donny.

"Namun tim yang akan jemput tidak kunjung datang sehingga pada saat itu Kopda F sempat mengancam kepada JP apabila tidak ada tim yang menjemput maka korban akan diturunkan,” ungkapnya.

Akhirnya, Kopda FH dan tim bertemu JP, Serka N, U, dan DS di bawah flyover Kemayoran. Korban dipindahkan ke mobil Fortuner hitam yang dikendarai Serka N.

Dalam perjalanan, korban yang terikat tali rafia berusaha melawan. Serka N disebut menahan dada korban agar tidak berontak. 

Ilustrasi Pembunuhan (freepik)
Ilustrasi Pembunuhan (freepik)

Namun kondisi korban melemah hingga akhirnya dibuang ke area persawahan di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

“Korban diturunkan dengan cara Serka N memegang kepala dan Saudara JP mengangkat bagian kaki. Korban diletakkan sekitar dua meter dari mobil, lalu mereka pergi meninggalkan lokasi,” jelas Donny.

Dari hasil penyidikan, Pomdam Jaya telah memeriksa 17 saksi dan menetapkan Serka N dan Kopda FH, sebagai tersangka.

Polisi Militer juga menyita uang Rp40 juta dari Kopda FH yang diduga hasil tindak pidana.

Sementara Polda Metro Jaya total telah menetapkan 15 warga sipil sebagai tersangka.

Empat di antaranya termasuk Dwi Hartono diketahui berperan sebagai aktor intelektual.

Sedangkan satu tersangka lainnya berinisial EG kekinian masih diburu. Ia diketahui berperan membuntuti korban. 

Motif 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengungkap para tersangka menculik Ilham dengan motif ingin menguras uang dari rekening dormant atau rekening tak aktif.

Para tersangka telah merancang pemindahan dana ke rekening penampungan yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari.

"Motif daripada pelaku melakukan perbuatan, para tersangka berencana melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah disiapkan," kata Wira saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peran 2 Anggota Kopassus di Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Atur Penculikan hingga Buang Jasad

Peran 2 Anggota Kopassus di Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Atur Penculikan hingga Buang Jasad

News | Selasa, 16 September 2025 | 15:54 WIB

Terungkap! Ini Identitas Dua Prajurit Elite Kopassus yang Terlibat Penculikan Kacab Bank BUMN

Terungkap! Ini Identitas Dua Prajurit Elite Kopassus yang Terlibat Penculikan Kacab Bank BUMN

News | Selasa, 16 September 2025 | 15:24 WIB

Motif Aksi Pembunuhan Kacab Bank BUMN Masih Misterius, Keluarga Desak Polisi Blak-blakan!

Motif Aksi Pembunuhan Kacab Bank BUMN Masih Misterius, Keluarga Desak Polisi Blak-blakan!

News | Selasa, 16 September 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli

Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:39 WIB

Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba

Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:05 WIB

Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee

Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB

'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza

'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:32 WIB

China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz

China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:24 WIB

Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan

Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 06:57 WIB

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB