Kilas Balik Hari Palang Merah Indonesia 17 September, Sejarahnya Sejak 1945

Rifan Aditya

Rabu, 17 September 2025 | 11:01 WIB
Kilas Balik Hari Palang Merah Indonesia 17 September, Sejarahnya Sejak 1945
Kilas Balik Hari Palang Merah Indonesia 17 September, Sejarahnya Sejak 1945. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Awal Mula: Sejarah Palang Merah Indonesia dimulai dari perintah Presiden Soekarno pada 3 September 1945 untuk membentuk badan palang merah nasional.
  • Pembentukan: Melalui kerja Panitia 5, Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya resmi berdiri pada 17 September 1945, tepat sebulan setelah kemerdekaan.
  • Pengakuan: Berkat perannya dalam revolusi, PMI mendapat pengakuan internasional pada 1950.

Suara.com - Setiap tanggal 17 September, bangsa Indonesia memperingati sebuah momen bersejarah bagi dunia kemanusiaan di tanah air. Hari tersebut dikenal sebagai Hari Palang Merah Indonesia (PMI), tonggak berdirinya organisasi kemanusiaan terbesar di negeri ini.

Peringatan ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial tahunan. Momen ini adalah pengingat akan perjalanan panjang dan berliku dalam mendirikan sebuah badan palang merah nasional yang independen.

Kisah Palang Merah Indonesia tidak dimulai saat kemerdekaan diproklamasikan. Jejaknya dapat ditelusuri jauh ke belakang, pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Belanda.

Pada tanggal 21 Oktober 1873, pemerintah kolonial mendirikan sebuah organisasi palang merah. Organisasi ini diberi nama Nederlandse Rode Kruis Afdeling Indie, atau yang lebih dikenal dengan singkatan Nerkai.

Nerkai didirikan sebagai cabang dari Palang Merah Belanda. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan kemanusiaan di wilayah jajahannya saat itu.

Meskipun Nerkai telah ada, semangat untuk mendirikan badan palang merah yang murni milik bangsa Indonesia sudah mulai tumbuh. Inisiatif ini digerakkan oleh para cendekiawan dan kaum terpelajar Indonesia.

Sekitar tahun 1932, perjuangan untuk membentuk Palang Merah Indonesia mulai dicanangkan secara serius. Upaya ini dipelopori oleh dua tokoh penting, yaitu Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan.

Gagasan mereka mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Cita-cita untuk memiliki organisasi kemanusiaan sendiri yang berdiri di atas kaki sendiri semakin menguat.

Perjuangan tersebut mencapai satu tahap penting pada tahun 1940. Rancangan pendirian PMI yang telah disusun kemudian dibawa ke dalam sidang Konferensi Nerkai dengan harapan mendapat persetujuan.

baca juga

Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Proposal untuk mendirikan badan palang merah independen ditolak mentah-mentah oleh pihak Nerkai.

Meski mengalami penolakan, semangat para pelopor tidak pernah padam. Mereka memutuskan untuk menyimpan rancangan tersebut sambil menunggu datangnya kesempatan yang lebih baik.

Harapan kembali muncul saat masa pendudukan Jepang dimulai. Para pejuang kemanusiaan mencoba kembali untuk mewujudkan mimpi membentuk Badan Palang Merah Nasional.

Namun, lagi-lagi upaya mereka menghadapi jalan buntu. Pemerintah Tentara Jepang menghalangi inisiatif tersebut, sehingga untuk kedua kalinya, rencana itu harus kembali disimpan.

Kehadiran Nerkai di bumi pertiwi akhirnya berakhir seiring dengan masuknya Jepang. Organisasi palang merah bentukan Belanda tersebut secara resmi dibubarkan.

Momen emas yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan membuka gerbang bagi pembentukan lembaga-lembaga nasional, termasuk badan palang merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengulik Sejarah Perkembangan Futsal di Indonesia

Mengulik Sejarah Perkembangan Futsal di Indonesia

Your Say | Selasa, 16 September 2025 | 17:22 WIB

Siapa Lelaki Misterius yang Fotonya Ada di Ruang Kerja Prabowo?

Siapa Lelaki Misterius yang Fotonya Ada di Ruang Kerja Prabowo?

News | Senin, 15 September 2025 | 22:28 WIB

Sejarah Peci dan Penggunaannya di Berbagai Daerah di Indonesia

Sejarah Peci dan Penggunaannya di Berbagai Daerah di Indonesia

News | Kamis, 11 September 2025 | 18:03 WIB

'Jakarta Is Coming', Teror Kode di Dinding Jalanan Chile Jelang Kudeta Berdarah

'Jakarta Is Coming', Teror Kode di Dinding Jalanan Chile Jelang Kudeta Berdarah

News | Kamis, 11 September 2025 | 16:16 WIB

Akses Masuk ke Gaza Terhambat, Wanda Hamidah Sebut Ratusan Aktivis Terpaksa Tidur di Pelabuhan

Akses Masuk ke Gaza Terhambat, Wanda Hamidah Sebut Ratusan Aktivis Terpaksa Tidur di Pelabuhan

Entertainment | Kamis, 11 September 2025 | 11:40 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×