Ancaman Serius dari DPR, Distributor Pupuk Subsidi Bermasalah Siap-siap Dicabut Izin!

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 18 September 2025 | 18:19 WIB
Ancaman Serius dari DPR, Distributor Pupuk Subsidi Bermasalah Siap-siap Dicabut Izin!
Ilustrasi persediaan pupuk bersubsidi di Semarang cukup. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Petani yang telah memenuhi persyaratan lengkap justru ditolak dengan dalih stok habis.
  • Rajiv menyoroti maraknya praktik mempersulit petani dalam memperoleh pupuk subsidi.
  • Rajiv menduga ada mafia atau memang petaninya yang tidak mengerti cara menebusnya.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, melontarkan peringatan keras kepada para distributor dan kios pupuk bersubsidi untuk tidak mempermainkan petani.

Peringatan ini disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme distribusi pupuk bersubsidi.

Rajiv menyoroti maraknya praktik mempersulit petani dalam memperoleh pupuk subsidi.

Ia banyak menemukan kasus di mana petani yang telah memenuhi persyaratan lengkap justru ditolak dengan dalih stok habis, padahal ketersediaan pupuk melimpah.

"Mafia pupuk harus hati-hati. Ini saya enggak ngancem. Misalnya, saya cek di Kabupaten Bandung ternyata penyerapan pupuk subsidinya rendah sekitar 40-50%," kata Rajiv dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).

"Ada apa ini? Mungkin ada mafianya atau memang petaninya yang tidak mengerti cara menebusnya?," katanya menambahkan.

Ia mengajak para petani untuk bersinergi agar dapat memperoleh pupuk subsidi sesuai harga yang ditetapkan.

Rajiv menegaskan, Komisi IV DPR tidak akan segan-segan menindak tegas pihak yang berani mempermainkan petani.

"Saya tidak peduli kamu punya back up siapa, saya tidak peduli kamu dulu dapat izin dari distributor, dari kios karena anggota dewannya siapa. Kalau ada yang memainkan para petani, saya pastikan izinnya akan saya cabut dan proses pidananya," ancam Rajiv.

Bimtek yang bekerja sama dengan PT. Pupuk Indonesia ini merupakan upaya Rajiv untuk terus mendorong perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi.

Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang pertanian, Rajiv menegaskan, tugas utamanya adalah memastikan setiap program pemerintah berjalan baik dan tepat sasaran, terutama yang menyangkut hajat hidup petani.

Selain itu, Rajiv juga menyoroti kebingungan petani dalam menebus pupuk subsidi akibat miskomunikasi informasi.

Banyak petani yang mengira cukup membawa KTP untuk menebus pupuk, padahal mereka harus terdaftar terlebih dahulu dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

"Masalah yang dirasakan petani di daerah lain, keluh kesah utama para petani hampir sama di mana-mana. Banyak selama ini miskomunikasi, mereka kira pakai KTP bisa menebus pupuk subsidi di kios tanpa terdaftar di e-RDKK. Meski pakai KTP itu bisa, tapi dia tetap harus terdaftar e-RDKK dulu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mudah Daftar Jadi Pelaku Usaha Distribusi Pupuk Indonesia Tahun 2026

Cara Mudah Daftar Jadi Pelaku Usaha Distribusi Pupuk Indonesia Tahun 2026

News | Selasa, 09 September 2025 | 16:35 WIB

Kemenkeu Ungkap Prabowo Tebas 145 Peraturan Sektor Pertanian, Dampaknya Bikin Ngeri!

Kemenkeu Ungkap Prabowo Tebas 145 Peraturan Sektor Pertanian, Dampaknya Bikin Ngeri!

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:49 WIB

Untuk Tingkatkan Produksi Pangan Nasional, Kementan Imbau Petani Optimalkan Penggunaan Pupuk Subsidi

Untuk Tingkatkan Produksi Pangan Nasional, Kementan Imbau Petani Optimalkan Penggunaan Pupuk Subsidi

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:10 WIB

Panji Winanteya Ruky Dorong Digitalisasi Distribusi Pupuk Bersubsidi Lewat i-Pubers

Panji Winanteya Ruky Dorong Digitalisasi Distribusi Pupuk Bersubsidi Lewat i-Pubers

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 14:09 WIB

Aksi Tegas Mentan, Langsung Tutup Kios Pupuk Bermasalah di Lumajang

Aksi Tegas Mentan, Langsung Tutup Kios Pupuk Bermasalah di Lumajang

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 09:25 WIB

DPR Ingatkan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Wujudkan Swasembada Pangan

DPR Ingatkan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Wujudkan Swasembada Pangan

News | Senin, 09 Juni 2025 | 11:28 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB