Jerry Greenfield Pendiri Es Krim Ben and Jerrys Mundur, Merasa Dibungkam Unilever Soal Gaza

Sumarni | Suara.com

Jum'at, 26 September 2025 | 06:48 WIB
Jerry Greenfield Pendiri Es Krim Ben and Jerrys Mundur, Merasa Dibungkam Unilever Soal Gaza
Salah satu pendiri Ben & Jerry's, Jerry Greenfield mundur dari perusahaan tersebut setelah bergabung selama 47 tahun (AP Photo/Toby Talbot)
Baca 10 detik
  • Jerry Greenfield, pendiri Ben & Jerry's, mengundurkan diri.
  • Unilever dituduh telah membungkam misi sosial Ben & Jerry's.
  • Greenfield mundur karena perusahaan tak lagi sejalan dengan nuraninya.

Suara.com - Jerry Greenfield, salah satu pendiri Ben & Jerry’s, memutuskan keluar dari perusahaan setelah 47 tahun bergabung, karena merasa misi sosial yang dulu menjadi identitas merek telah dibungkam oleh perusahaan induk, Unilever.

Ben Cohen, rekan Greenfield, mengunggah surat pengunduran diri sahabatnya itu di media sosial.

“Setelah 47 tahun, Jerry telah membuat keputusan sulit untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang kita bangun bersama. Saya ingin menyampaikan kata-katanya saat ia mengundurkan diri dari Ben & Jerry's. Warisannya layak untuk tetap setia pada nilai-nilai kita, bukan dibungkam oleh @MagnumGlobal #FreeBenAndJerrys,” tulisnya di akun X @YoBenCohen pada Rabu, 17 September 2025.

Greenfield menyatakan bahwa keputusannya keluar dari perusahaan yeng membesarkan namanya itu adalah keputusan terberat yang pernah dibuatnya.

Namun dia tidak bisa lagi bertahan dengan hati nurani yang bersih karena hilangnya kebebasan berbicara perusahaan dalam isu-isu sosial.

Greenfield menjelaskan bahwa selama dua dekade terakhir, Ben & Jerry’s dikenal aktif menyuarakan keadilan sosial dan hak asasi manusia.

Salah satu pendiri Ben & Jerry's, Jerry Greenfield mundur dari perusahaan tersebut setelah bergabung selama 47 tahun (AP Photo/Charles Darapak)
Salah satu pendiri Ben & Jerry's, Jerry Greenfield mundur dari perusahaan tersebut setelah bergabung selama 47 tahun (AP Photo/Charles Darapak)

Namun, dia merasa perusahaan kini dibungkam oleh Unilever, terutama di saat Amerika Serikat menghadapi serangan terhadap berbagai kelompok minoritas dan hak sipil.

Ben & Jerry’s terkenal bukan hanya karena rasa es krimnya yang unik, tetapi juga karena komitmennya terhadap nilai-nilai progresif.

Greenfield menyesalkan bahwa dalam masa krusial ini, perusahaan tidak lagi bebas bersuara karena takut mengganggu kepentingan pihak yang berkuasa.

Ketegangan antara Ben & Jerry’s dan Unilever telah memuncak sejak merek es krim itu menyuarakan dukungan untuk warga Palestina di tengah konflik Israel-Gaza.

Melansir Reuters, dalam beberapa bulan terakhir, Ben & Jerry's menjadi satu-satunya merek ternama yang menyuarakan isu-isu seperti Gaza dan sikap Presiden Donald Trump terkait imigrasi, sementara perusahaan-perusahaan AS lainnya menarik diri dari janji keberagaman, dan para eksekutif mereka sebagian besar menahan diri untuk tidak mengomentari kebijakan Gedung Putih.

Namun kini, Greenfield mengatakan bahwa kini perusaahaan yang menaunginya selama beberapa dekade itu kini tidak mampu lagi memperjuangkan kesetaraan dan keadilan.

Di akhir suratnya tersebut, Greenfield mengungkap bahwa dirinya tidak bisa lagi bertahan di perusahaan yang sudah tak sejalan lagi dengan nuraninya.

“Ini lebih dari sekadar es krim, ini adalah cara untuk menyebarkan cinta dan mengajak orang lain untuk memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan dunia yang lebih baik. Menyimpulkan bahwa hal ini tidak memungkinkan di Ben & Jerry’s, yang berarti saya tidak bisa lagi menjadi bagian dari Ben & Jerry’s,” tutup Greenfield dalam suratnya.

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Sambut Positif Desakan Perdamaian di Gaza, Pencitraan Semata?

Donald Trump Sambut Positif Desakan Perdamaian di Gaza, Pencitraan Semata?

Your Say | Kamis, 25 September 2025 | 18:33 WIB

Gaza Diblokade, Warga Israel Geruduk Rumah Netanyahu: Akhiri Perang!

Gaza Diblokade, Warga Israel Geruduk Rumah Netanyahu: Akhiri Perang!

Video | Kamis, 18 September 2025 | 16:00 WIB

Dua Pekan Tertahan di Tunisia, Air Mata Haru Iringi Pelayaran Wanda Hamidah ke Gaza

Dua Pekan Tertahan di Tunisia, Air Mata Haru Iringi Pelayaran Wanda Hamidah ke Gaza

Entertainment | Rabu, 17 September 2025 | 18:15 WIB

Wanda Hamidah Niat Berlayar ke Gaza, Tertahan di Tunisia karena Teror Drone

Wanda Hamidah Niat Berlayar ke Gaza, Tertahan di Tunisia karena Teror Drone

Video | Sabtu, 13 September 2025 | 09:00 WIB

Aktivis Gelar Aksi Protes Provokatif Terhadap Israel, Main Bola Gunakan Replika Kepala Netanyahu

Aktivis Gelar Aksi Protes Provokatif Terhadap Israel, Main Bola Gunakan Replika Kepala Netanyahu

News | Jum'at, 12 September 2025 | 15:54 WIB

Pendiri Es Krim Ben & Jerry's Kecam Unilever: Ini Bukan Lagi Merek yang Kami Bangun

Pendiri Es Krim Ben & Jerry's Kecam Unilever: Ini Bukan Lagi Merek yang Kami Bangun

Bisnis | Kamis, 11 September 2025 | 17:51 WIB

Terkini

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB

Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!

Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:30 WIB

Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam

Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:28 WIB

Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini

Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:22 WIB