Pesan Tegas Megawati di Hari Tani Nasional: Stop Konversi Lahan Subur!

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 24 September 2025 | 11:50 WIB
Pesan Tegas Megawati di Hari Tani Nasional: Stop Konversi Lahan Subur!
Ilustrasi Hari Tani Nasional. (dok. PDIP)
baca 10 detik
  • PDIP melalui Hasto Kristiyanto menyerukan penghentian konversi lahan pertanian subur, sejalan dengan visi Presiden Prabowo menjaga kedaulatan pangan.

  • Megawati mengingatkan pentingnya lahan subur sebagai fondasi produksi pangan dan investasi jangka panjang bagi bangsa.

  • Petani Bekasi sampaikan keluhan soal harga beras, irigasi, dan solar, yang direspons pemerintah daerah dengan janji normalisasi dan perlindungan lahan.

Suara.com - Dalam peringatan Hari Tani Nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP) menyuarakan komitmen kuatnya terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Poin krusial yang menjadi perhatian utama adalah pesan tegas Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menghentikan konversi lahan pertanian subur.

Pesan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat berdialog dengan kelompok petani di Desa Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/9/2025).

Hasto melakukan dialog bersama Ketua DPP PDIP yang juga anggota Komisi IV DPR, Rokhmin Dahuri.

Hasto menggarisbawahi pentingnya pesan Megawati Soekarnoputri kepada seluruh keluarga besar petani.

"Arahan Ibu Megawati jelas, lahan subur harus dipertahankan," tegas Hasto dikutip dalam keterangannya, Rabu.

Ia menegaskan kalau pesan tersebut diabaikan maka akan berimplikasi pada pangan kota yang akan berancam.

Megawati memandang bahwa konversi lahan pertanian yang produktif menjadi kawasan industri atau pembangunan lainnya merupakan ancaman serius terhadap ketahanan pangan nasional.

Pesan Megawati ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah peringatan strategis. Ia mengingatkan bahwa keberadaan lahan subur adalah fondasi utama produksi pangan. Tanpa lahan yang memadai, upaya untuk mencapai kedaulatan pangan akan sia-sia.

Hal ini sejalan dengan filosofi Bung Karno yang menyatakan "pangan ini mati hidupnya negeri," yang diulang kembali oleh Rokhmin Dahuri.

baca juga

Megawati menekankan bahwa mempertahankan lahan subur adalah investasi jangka panjang untuk memastikan bangsa ini tidak akan gagal dalam menyediakan kebutuhan pokok rakyatnya.

Dalam dialog tersebut, Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pandangan PDIP sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto, yang juga menempatkan pangan sebagai isu hidup-mati bangsa.

"Kalau pertanian gagal dan petani tidak sejahtera, negara bisa gagal," ujarnya.

Sementara Hasto juga menyoroti pentingnya kepemilikan lahan bagi petani, dengan target minimal 1,5 hektare per petani. Ia mendesak pemerintah pusat, daerah, dan DPR untuk melakukan redistribusi lahan negara agar petani penggarap memiliki tanah sendiri, bukan sekadar menjadi buruh.

Dalam momen dialog, para petani di Bekasi menyampaikan sejumlah keluhan mendasar, harga beras yang perlu distabilkan minimal Rp12 ribu per liter, kerusakan pintu air, saluran irigasi yang belum dinormalisasi, kesulitan mendapatkan solar untuk traktor, dan harapan akan dukungan program benih IR64.

Menanggapi hal ini, Bupati Bekasi Ade Kuswara menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Bekasi sebagai lumbung pangan berkelanjutan. Ia menyebutkan telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan lahan pertanian, serta rencana penertiban bangunan liar untuk normalisasi sungai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Hari Tani Nasional di Jakarta Dijaga Ketat Ribuan Aparat, Massa Dilarang Lakukan Hal-hal Ini

Demo Hari Tani Nasional di Jakarta Dijaga Ketat Ribuan Aparat, Massa Dilarang Lakukan Hal-hal Ini

News | Rabu, 24 September 2025 | 09:41 WIB

10 Twibbon Hari Tani Nasional: Keren dan Inspiratif, Langsung Pasang di Foto

10 Twibbon Hari Tani Nasional: Keren dan Inspiratif, Langsung Pasang di Foto

Tekno | Rabu, 24 September 2025 | 08:54 WIB

Absensi Rapat DPR Jadi Polemik: Adian PDIP Pasang Badan, Gaji Tak Boleh Dipotong

Absensi Rapat DPR Jadi Polemik: Adian PDIP Pasang Badan, Gaji Tak Boleh Dipotong

Video | Selasa, 23 September 2025 | 17:00 WIB

Terkini

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:32 WIB

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:23 WIB