Dr. Tan Shot Yen Kritik MBG Isi Burger: Beri Anak Kapurung dan Ikan Kuah Asam

Yohanes Endra, Ismail

Rabu, 24 September 2025 | 19:18 WIB
Dr. Tan Shot Yen Kritik MBG Isi Burger: Beri Anak Kapurung dan Ikan Kuah Asam
Tan Shot Yen kritik keras makanan MBG (YouTube Nikita Willy)
baca 10 detik
  • Dr. Tan gebrak meja DPR, minta hentikan burger Anak Indonesia Harus Makan Kapurung.
  • Ahli Gizi Murka di DPR minta MBG hentikan makanan kering.
  • Ahli Gizi Dr Tan ritik Pedas Program Gizi Nasional yang Abaikan Pangan Lokal.

Suara.com - Sebuah kritik tajam dan berapi-api dari ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, di hadapan para anggota dewan mengguncang ruang rapat Komisi IX DPR RI dan jagat maya.

Dalam sebuah audiensi yang membahas rekomendasi program Makanan Bergizi (MBG), Dr. Tan dengan tegas menyuarakan kegelisahannya terhadap arah program yang dinilai salah kaprah, lebih mengutamakan produk industri ketimbang kekayaan pangan lokal.

Momen tersebut, yang kemudian viral setelah diunggah melalui akun Instagram pribadinya, menunjukkan Dr. Tan tidak menahan diri dalam menyampaikan argumennya.

Ia memulai dengan sebuah seruan yang lugas: menghentikan distribusi makanan kering dan produk olahan ultra (UPF) yang berbasis industri.

"Hentikan distribusi makanan kering yang mengacu pada produk industri!" tegasnya.

Sebagai gantinya, ia mengajukan solusi konkret yang berpihak pada kedaulatan pangan nasional.

"Alokasikan menu lokal sebagai 80 persen isi MBG di seluruh wilayah!" usulnya.

Menurutnya, setiap anak di Indonesia berhak mendapatkan gizi terbaik dari tanah tempat mereka lahir, bukan dari produk impor yang mengasingkan mereka dari budaya kulinernya sendiri.

Dengan nada penuh semangat, Dr. Tan menggambarkan visinya yang ideal. Dia ingin anak-anak di Indonesia makan-makanan khas lokal Indonesia.

baca juga

"Saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam. Saya pengen anak Sulawesi bisa makan kapurung!" serunya, menyebut dua hidangan khas yang kaya gizi dan merupakan bagian dari identitas lokal.

Namun, ironi yang terjadi di lapangan justru membuatnya geram. Ia membeberkan sebuah fakta miris yang terjadi di seluruh penjuru negeri.

"Tapi yang terjadi, dari Lhoknga sampai dengan Papua, yang dibagi adalah burger!" ungkapnya dengan nada tak percaya.

 Tan Shot Yen kritik keras makanan MBG (YouTube Nikita Willy)
Tan Shot Yen kritik keras makanan MBG (YouTube Nikita Willy)

Kritiknya terhadap burger bukan tanpa alasan. Ia menyoroti bahwa bahan dasar utama burger adalah tepung terigu, yang berasal dari gandum tanaman yang sama sekali tidak tumbuh di bumi Indonesia.

Ia khawatir program ini justru secara sistematis menjauhkan generasi muda dari pengetahuan tentang pangan asli mereka.

"Tidak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia," lanjutnya.

Dr. Tan juga mengantisipasi argumen bahwa anak-anak mungkin tidak menyukai pangan lokal karena tidak terbiasa.

Ia setuju dengan fakta itu, namun menolak jika ketidaksukaan itu dijadikan alasan untuk menuruti semua permintaan anak.

"Tapi bukan berarti lalu request anak-anak (yang dituruti). Lah kalau request-nya cilok, mati kita!" selorohnya dengan tajam.

Pernyataan tersebut seolah menegaskan bahwa program gizi nasional tidak seharusnya didasarkan pada selera sesaat, melainkan pada pembiasaan pola makan yang sehat dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Kritiknya menjadi tamparan keras bagi para pemangku kebijakan, sekaligus membuka mata publik tentang pentingnya kedaulatan pangan dalam program gizi anak bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Siswa Cipongkor Tumbang Keracunan MBG, Gejala Mual, Sesak Napas, Hingga Kejang-kejang

Ratusan Siswa Cipongkor Tumbang Keracunan MBG, Gejala Mual, Sesak Napas, Hingga Kejang-kejang

News | Rabu, 24 September 2025 | 18:11 WIB

Baru Terserap 22 Persen, FSGI Desak Anggaran MBG Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru

Baru Terserap 22 Persen, FSGI Desak Anggaran MBG Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru

News | Rabu, 24 September 2025 | 17:39 WIB

Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya

Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 September 2025 | 17:32 WIB

Lagi! Keracunan MBG di Cipongkor, Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka, 631 Siswa Terkapar Massal

Lagi! Keracunan MBG di Cipongkor, Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka, 631 Siswa Terkapar Massal

News | Rabu, 24 September 2025 | 17:22 WIB

Gaji Karyawan Dapur MBG, Diproyeksi Bisa Capai Rp 7 Juta per Bulan?

Gaji Karyawan Dapur MBG, Diproyeksi Bisa Capai Rp 7 Juta per Bulan?

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 16:24 WIB

KSP Qodari Ungkap 99% Dapur MBG Tanpa SLHS, Cuma 34 dari 8.583 yang Punya Izin Laik Higiene

KSP Qodari Ungkap 99% Dapur MBG Tanpa SLHS, Cuma 34 dari 8.583 yang Punya Izin Laik Higiene

News | Rabu, 24 September 2025 | 16:16 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×