Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya

Bangun Santoso

Rabu, 24 September 2025 | 17:32 WIB
Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya
Kepala BGN, Dadan Hindayana
baca 10 detik
  • Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan penyebab keracunan di Cipongkor adalah kesalahan teknis SPPG yang memasak terlalu awal
  • BGN mengeluarkan instruksi baru bagi semua SPPG, yakni memulai masak di atas pukul 01:30 dini hari 
  • SPPG di Cipongkor diperintahkan untuk menghentikan sementara operasionalnya untuk evaluasi total

Suara.com - Misteri di balik insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya terkuak. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turun langsung ke lokasi dan menunjuk hidung biang keladinya: kesalahan teknis fatal yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Dadan, penyebab utama bukanlah kualitas bahan makanan, melainkan waktu memasak yang terlalu dini. Hal ini menyebabkan jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak hingga makanan disantap oleh para siswa, membuat makanan menjadi basi dan berbahaya.

“Keterangan awal kan menunjukkan bahwa SPPG itu memasak terlalu awal sehingga masakan terlalu lama,” kata Dadan, usai meninjau Posko Penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program MBG di Cipongkor, dalam keterangan resminya, Rabu (24/9/2025).

Temuan ini sejalan dengan pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menyebut makanan dimasak pada malam hari namun baru dikonsumsi siang keesokan harinya.

“Secara umum problemnya adalah, di makanan itu basi, karena masaknya itu malam, kemudian didistribusikan dan dimakannya oleh siswa itu siang hari. Jadi waktunya sudah terlalu lama antara dimasak dan dimakan,” ujar Dedi.

Menyikapi keteledoran ini, Dadan langsung mengeluarkan instruksi tegas untuk mencegah tragedi serupa terulang. Ia menetapkan standar baru bagi seluruh SPPG, terutama yang baru beroperasi.

“Kita sudah koordinasi dengan seluruh SPPG yang baru yang beroperasional satu bulan terakhir, kemudian kita minta agar mereka mulai masak di atas jam setengah dua agar waktu antara masak processing dengan delivery-nya tidak lebih dari 4 jam," ujar Dadan.

Menurutnya, SPPG yang baru seringkali dilanda kekhawatiran tidak bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu, sehingga memilih untuk memasak jauh-jauh hari. Untuk mengatasi ini, Dadan memerintahkan adanya sistem adaptasi bertahap.

"Oleh sebab itu, salah satu yang saya instruksikan kepada SPPG baru itu ketika memulai, mereka sudah punya daftar penerima manfaat. Katakanlah 3.500 di 20 sekolah, saya meminta agar mereka di awal-awal melayani 2 sekolah dulu,” jelasnya.
“Kemudian setelah terbiasa baru naik ke 4 sekolah, setelah itu naik lagi ke 10 sekolah. Kemudian setelah bisa menguasai proses... baru bisa memaksimalkan jumlah penerima manfaat," lanjut Dadan.

baca juga

Kasus di Cipongkor ini ternyata bukan yang pertama. Dadan juga menyoroti insiden serupa di Banggai, Sulawesi Tengah, di mana masalah muncul setelah SPPG mengganti pemasok bahan baku secara mendadak tanpa uji coba, yang berakibat pada penurunan kualitas.

"Oleh sebab itu, kita instruksikan lagi bagi yang (SPPG) lama agar mau mengganti supplier harus bertahap. Jadi segala sesuatu tidak boleh berubah secara drastis,” tegasnya.

Sebagai langkah tegas, Dadan telah memerintahkan SPPG di Cipongkor untuk menghentikan sementara distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penyetopan ini akan berlaku hingga mereka selesai melakukan analisis internal secara menyeluruh dan mampu menjamin keamanan proses kerja mereka.

“Kami juga minta setop dulu sampai mereka bisa membiasakan dan melakukan analisis mendetail terkait dengan pelayanan," kata Dadan.

Di luar aspek teknis, Dadan memberikan perhatian khusus pada dampak psikologis yang dialami para siswa korban keracunan. Ia menekankan pentingnya pemulihan trauma agar anak-anak tidak takut lagi untuk mengonsumsi makanan dari program pemerintah ini.

"Jangan lupa bahwa anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan pasti akan mengalami trauma. Jadi salah satu aspek yang juga termasuk harus mereka kelola adalah bagaimana agar yang trauma ini bisa kembali percaya bahwa mereka itu akan aman ketika mengonsumsi makan bergizi (gratis)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi! Keracunan MBG di Cipongkor, Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka, 631 Siswa Terkapar Massal

Lagi! Keracunan MBG di Cipongkor, Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka, 631 Siswa Terkapar Massal

News | Rabu, 24 September 2025 | 17:22 WIB

Gaji Karyawan Dapur MBG, Diproyeksi Bisa Capai Rp 7 Juta per Bulan?

Gaji Karyawan Dapur MBG, Diproyeksi Bisa Capai Rp 7 Juta per Bulan?

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 16:24 WIB

KSP Qodari Ungkap 99% Dapur MBG Tanpa SLHS, Cuma 34 dari 8.583 yang Punya Izin Laik Higiene

KSP Qodari Ungkap 99% Dapur MBG Tanpa SLHS, Cuma 34 dari 8.583 yang Punya Izin Laik Higiene

News | Rabu, 24 September 2025 | 16:16 WIB

Viral! Pencuci Tray MBG Unboxing Gaji Pertama Sampai Terharu, Netizen: Lebih Besar dari Guru Honorer

Viral! Pencuci Tray MBG Unboxing Gaji Pertama Sampai Terharu, Netizen: Lebih Besar dari Guru Honorer

Lifestyle | Rabu, 24 September 2025 | 16:12 WIB

Said Didu 'Semprot' KSP Qodari Buntut Pernyataan Soal Anggaran MBG: Anda Bukan Perdana Menteri!

Said Didu 'Semprot' KSP Qodari Buntut Pernyataan Soal Anggaran MBG: Anda Bukan Perdana Menteri!

News | Rabu, 24 September 2025 | 15:28 WIB

Ribuan Anak Keracunan dan Makanan Berbelatung, FSGI Desak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis

Ribuan Anak Keracunan dan Makanan Berbelatung, FSGI Desak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:43 WIB

Isu Minyak Babi di Ompreng MBG, Ini Kata Tegas Badan Gizi Nasional

Isu Minyak Babi di Ompreng MBG, Ini Kata Tegas Badan Gizi Nasional

Your Say | Rabu, 24 September 2025 | 14:17 WIB

Terkini

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:19 WIB

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×