Tolak MBG? Sekolah di Pamekasan Buktikan Program Makan Mandiri Lebih Efektif dan Disukai Siswa

Yohanes Endra | Ismail | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 20:02 WIB
Tolak MBG? Sekolah di Pamekasan Buktikan Program Makan Mandiri Lebih Efektif dan Disukai Siswa
Sekolah di Pamekasan sudah menjalani program makan sehat sejak 2 tahun lalu (Instagram/menumbg)
  • Sekolah di Pamekasan tetap jalankan program makan mandiri meski ada MBG, karena wali murid sepakat melanjutkan kebijakan.
  • Program ini disukai karena menu bervariasi, fleksibel untuk alergi, bahan segar, dan makan bersama tiap pagi pukul 09.00 di sekolah.
  • Dengan iuran Rp5.000 per siswa, program ini hemat, jadi pengganti uang jajan, tanpa kantin, dan didukung subsidi silang untuk keluarga kurang mampu.

Suara.com - Di tengah gencarnya sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, sebuah lembaga pendidikan di Kelurahan Juncangcang, Pamekasan, Madura, mengambil sikap yang unik.

Lembaga yang menaungi Kelompok Bermain (KB) Raudhatul Athfal (RA) Insan Cendikia dan MI Alquran Internasional (MIQI) Darussalam ini dengan mantap memilih untuk melanjutkan program makan mandiri yang telah mereka jalankan selama tiga tahun terakhir.

Keputusan ini bukanlah bentuk penolakan mentah-mentah terhadap inisiatif pemerintah, melainkan hasil dari musyawarah yang melibatkan seluruh wali murid.

Suherman, perwakilan dari lembaga tersebut, menjelaskan bahwa ketika tawaran program MBG muncul, pihak sekolah segera mengumpulkan para orang tua untuk berdiskusi.

"Kami memberikan pilihan kepada wali murid: apakah kita akan beralih ke program pemerintah atau tetap melanjutkan program makan yang sudah berjalan di sekolah. Ternyata, secara aklamasi, mereka lebih memilih program kami dilanjutkan," ungkap Suherman kepada wartawan belum lama ini.

Kepercayaan wali murid ini bukan tanpa alasan. Program makan di sekolah tersebut telah terbukti efektif dan disukai oleh para siswa. Setiap hari tepat pukul 09.00, seluruh siswa berkumpul untuk menikmati hidangan bersama.

Menu yang disajikan sangat bervariasi, dengan jadwal yang telah disusun rapi untuk satu bulan penuh, memastikan asupan gizi yang seimbang dan tidak monoton.

Keunggulan lain dari program mandiri ini adalah fleksibilitasnya. Pihak sekolah sangat memperhatikan kondisi setiap anak.

"Kami sangat fleksibel. Jika ada siswa yang memiliki alergi terhadap lauk atau masakan tertentu, kami akan segera menyesuaikan menunya sesuai kebutuhan anak tersebut," jelas Suherman.

Kualitas makanan juga menjadi prioritas utama. Semua bahan pokok dipastikan segar dan diolah pada pagi hari, sehingga saat disajikan, makanan masih dalam kondisi hangat dan menggugah selera.

"Mungkin ini salah satu faktor utama mengapa wali murid begitu yakin untuk melanjutkan program ini," tambahnya.

Dari segi pendanaan, program ini didukung oleh iuran harian sebesar Rp 5.000 per siswa.

Angka ini, menurut Suherman, telah disepakati bersama dan justru dianggap lebih hemat.

karyawan MBG (Suara.com/Iman Firmansyah)
Ilustrasi  MBG (Suara.com/Iman Firmansyah)

Iuran tersebut berfungsi sebagai pengganti uang jajan, karena sekolah secara konsisten menerapkan kebijakan tanpa kantin dan melarang siswa membeli jajanan di lingkungan sekolah.

"Sejak awal berdiri, kami berkomitmen untuk mengontrol asupan anak-anak dengan tidak menyediakan kantin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan dr. Tan Shot Yendan, Berani Kritik Program MBG Tak Bergizi Seimbang

Pendidikan dr. Tan Shot Yendan, Berani Kritik Program MBG Tak Bergizi Seimbang

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 14:36 WIB

Ribuan Siswa Tumbang Keracunan, Istana: MBG Jalan Terus, Masalah Diatasi

Ribuan Siswa Tumbang Keracunan, Istana: MBG Jalan Terus, Masalah Diatasi

News | Kamis, 25 September 2025 | 14:21 WIB

Siapa Tan Shot Yen? Dokter Gizi Lulusan Filsafat yang 'Semprot' Program MBG di Depan DPR

Siapa Tan Shot Yen? Dokter Gizi Lulusan Filsafat yang 'Semprot' Program MBG di Depan DPR

News | Kamis, 25 September 2025 | 12:54 WIB

"Kualitasnya Ngehek": Dokter Tan Shot Yen Bongkar Borok MBG, dari Burger di Papua Susu Bikin Diare

"Kualitasnya Ngehek": Dokter Tan Shot Yen Bongkar Borok MBG, dari Burger di Papua Susu Bikin Diare

News | Kamis, 25 September 2025 | 12:48 WIB

Keracunan MBG: Cak Imin Minta Badan Gizi Nasional Bertindak Cepat

Keracunan MBG: Cak Imin Minta Badan Gizi Nasional Bertindak Cepat

Video | Kamis, 25 September 2025 | 12:00 WIB

Berapa Gaji Karyawan Dapur Makan Bergizi Gratis? Ini Tanggung Jawab Mereka

Berapa Gaji Karyawan Dapur Makan Bergizi Gratis? Ini Tanggung Jawab Mereka

News | Kamis, 25 September 2025 | 12:25 WIB

Terkini

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:02 WIB

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB