Siapa Tan Shot Yen? Dokter Gizi Lulusan Filsafat yang 'Semprot' Program MBG di Depan DPR

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 12:54 WIB
Siapa Tan Shot Yen? Dokter Gizi Lulusan Filsafat yang 'Semprot' Program MBG di Depan DPR
Dokter Tan Shot Yen kritik keras makanan MBG (YouTube Nikita Willy)
  • Dokter ahli gizi, Tan Shot Yen, menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengkritik program MBG
  • Kritik utamanya adalah penolakan terhadap menu seperti burger dan spageti yang ia sebut sebagai "ultra-processed food"
  • Dr. Tan Shot Yen memiliki rekam jejak akademis dan profesional yang mumpuni

Suara.com - Nama dr. Tan Shot Yen mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat publik usai keberaniannya melontarkan kritik tajam terhadap program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak main-main, kritik itu disampaikannya langsung di hadapan para anggota Komisi IX DPR RI, Senin (22/9/2025).

Dalam audiensi yang digelar bersama Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) dan sejumlah organisasi lainnya, dr. Tan dengan lantang mempertanyakan konsep menu MBG yang dinilainya keliru dan justru berpotensi kontraproduktif bagi kesehatan anak-anak Indonesia.

Lantas, siapa sebenarnya sosok dokter yang berani menantang program strategis pemerintah ini?

Profil dr. Tan Shot Yen: Dokter, Ahli Gizi, dan Lulusan Filsafat

Lahir di Beijing, China, pada 17 September 1964, dr. Tan Shot Yen bukanlah nama baru di dunia kesehatan dan gizi Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang dokter, ahli gizi masyarakat, penulis produktif, sekaligus intelektual publik yang vokal menyuarakan isu-isu kesehatan.

Perjalanan akademisnya dimulai di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara (1983-1990). Setelah resmi menyandang gelar dokter, ia melanjutkan program Profesi Kedokteran Negara di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada tahun 1991.

Namun, dahaga ilmunya tidak berhenti di situ. Ia memperdalam wawasannya di kancah internasional, mulai dari bidang instructional physiotherapy di Perth, Australia (1992), hingga meraih diploma Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS di Thailand (1996).

Uniknya, di tengah kesibukannya di dunia medis, dr. Tan juga menaruh minat pada ilmu humaniora. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, pada tahun 2009, sebuah latar belakang yang memberinya perspektif luas dalam memandang masalah kesehatan dari sisi kemanusiaan.

Dalam karir profesionalnya, dr. Tan secara konsisten mengedukasi publik tentang pentingnya pola makan sehat yang berbasis pada kekayaan pangan lokal. Ia adalah wajah yang sering muncul di berbagai forum ilmiah, diskusi publik, hingga media massa, termasuk sebagai kolumnis kesehatan di harian Kompas dan penulis sejumlah buku bestseller tentang gizi.

Kritik Pedas untuk Menu Makan Bergizi Gratis

Dalam audiensi di DPR, dr. Tan menyoroti beberapa poin krusial yang menjadi dasar kritiknya. Ia secara spesifik menentang wacana menu MBG yang menyajikan burger dan spageti. Menurutnya, makanan-makanan tersebut adalah contoh nyata dari "ultra-processed food" (makanan ultra-olahan).

Baginya, menyajikan makanan ultra-olahan justru bertentangan dengan tujuan utama program untuk memenuhi gizi anak. Ia berpendapat, program ini seharusnya menjadi etalase kekayaan pangan lokal Indonesia yang jauh lebih bergizi.

"Menu MBG seharusnya mengedepankan pangan lokal yang kaya gizi, seperti kapurung di Sulawesi atau ikan kuah asam di Papua, bukan makanan berbasis tepung terigu yang bahkan tidak tumbuh di Indonesia," tegasnya.

Selain soal menu, dr. Tan juga mengingatkan pemerintah untuk tidak main-main dengan keamanan pangan (food safety).

Ia menekankan bahwa makanan yang suhunya sudah turun di bawah 60 derajat Celcius akan sangat rentan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya, sebuah risiko besar dalam program penyediaan makanan massal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

"Kualitasnya Ngehek": Dokter Tan Shot Yen Bongkar Borok MBG, dari Burger di Papua Susu Bikin Diare

"Kualitasnya Ngehek": Dokter Tan Shot Yen Bongkar Borok MBG, dari Burger di Papua Susu Bikin Diare

News | Kamis, 25 September 2025 | 12:48 WIB

6 Siswa SDN 07 Pulogebang Mendadak Muntah Usai Santap Menu MBG, Kol Rebus Jadi Biang Kerok?

6 Siswa SDN 07 Pulogebang Mendadak Muntah Usai Santap Menu MBG, Kol Rebus Jadi Biang Kerok?

News | Kamis, 25 September 2025 | 11:27 WIB

Dandhy Laksono Murka: Tak Ada Satupun Pejabat Mundur atau Dipenjara atas Kelalaian Program MBG?

Dandhy Laksono Murka: Tak Ada Satupun Pejabat Mundur atau Dipenjara atas Kelalaian Program MBG?

News | Kamis, 25 September 2025 | 11:10 WIB

Sudah Ada Kasus Keracunan MBG di Jakarta, Begini Respons Pramono Anung

Sudah Ada Kasus Keracunan MBG di Jakarta, Begini Respons Pramono Anung

News | Kamis, 25 September 2025 | 10:22 WIB

Pemkot Jaktim Bantah 6 Siswa SD di Pulogebang Keracunan MBG: Gejala Muntah Gegara Aroma Kol Rebus?

Pemkot Jaktim Bantah 6 Siswa SD di Pulogebang Keracunan MBG: Gejala Muntah Gegara Aroma Kol Rebus?

News | Kamis, 25 September 2025 | 10:09 WIB

Keracunan MBG: Cak Imin Minta Badan Gizi Nasional Bertindak Cepat

Keracunan MBG: Cak Imin Minta Badan Gizi Nasional Bertindak Cepat

Video | Kamis, 25 September 2025 | 12:00 WIB

Berapa Gaji Karyawan Dapur Makan Bergizi Gratis? Ini Tanggung Jawab Mereka

Berapa Gaji Karyawan Dapur Makan Bergizi Gratis? Ini Tanggung Jawab Mereka

News | Kamis, 25 September 2025 | 12:25 WIB

Terkini

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:05 WIB

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:49 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:41 WIB

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:33 WIB

Isu Pencaplokan Gojek, Legislator PDIP: Komisi VI akan Panggil Danantara

Isu Pencaplokan Gojek, Legislator PDIP: Komisi VI akan Panggil Danantara

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:05 WIB

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:00 WIB