Pegang iPhone 17 Pro Max Saat Jumpa Pers, Brigjen Ade Ary Tuai Pro-Kontra di Media Sosial

Sumarni | Tiara Rosana | Suara.com

Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:20 WIB
Pegang iPhone 17 Pro Max Saat Jumpa Pers, Brigjen Ade Ary Tuai Pro-Kontra di Media Sosial
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/8/2025) [Suara.com/ANTARA]
    • Brigjen Pol Ade Ary viral karena ketahuan memegang iPhone 17 Pro Max saat konferensi pers, bukan karena isi pernyataannya.
    • Warganet memperdebatkan gaya hidupnya karena harga iPhone tersebut sangat mahal dan belum resmi dijual di Indonesia.
    • Respons publik terbelah antara yang mencibir sebagai flexing dan yang membela kemampuan finansial perwira tinggi polisi.

Suara.com - Bukan karena isi pernyataannya, perwira tinggi polisi, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, justru viral di media sosial karena smartphone yang digenggamnya. 

Dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut kedapatan memegang ponsel seri terbaru, iPhone 17 Pro Max, yang sontak membuat publik salah fokus.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Kamis, 2 Oktober 2025, memperlihatkan Ade Ary tengah menggelar konferensi pers di hadapan awak media. 

Sambil memberi keterangan, tangannya tampak menggenggam ponsel berwarna oranye kosmik, warna khas dari seri iPhone 17.

"Bapak polisi ini gelar jumpa pers, videonya viral. Netizen malah salfok ke iPhone 17 Pro Max yang ada di tangannya," bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Perbincangan pun memanas. Pasalnya, ponsel yang baru dirilis secara global pada 19 September 2025 tersebut dibanderol dengan harga selangit.

Di Indonesia, harga iPhone 17 Pro Max diprediksi mulai dari Rp 25.999.000.

Selain harga yang fantastis, fakta bahwa gawai tersebut belum resmi dijual di dalam negeri memicu dugaan bahwa Ade Ary Syam mendapatkannya dari luar negeri, yang kemudian memantik perdebatan sengit di kolom komentar.

Banyak warganet yang skeptis dan mempertanyakan bagaimana seorang polisi yang merupakan pelayan masyarakat mampu membeli barang mewah tersebut. Tuduhan sengaja pamer atau flexing pun tak terhindarkan.

"Gajinya cuma Rp10 juta lho, kok bisa beli itu? Nanya dengan nada rendah," komentar akun @ari***.

"Flexing nih yee," timpal akun @rlc***.

Namun, tidak sedikit pula yang pasang badan dan membela Ade Ary. Mereka menganggap wajar jika seorang perwira tinggi polisi dengan berbagai tunjangan mampu membeli ponsel mahal.

"Gajinya, tunjangannya, dan honor jabatannya cukup membeli HP tersebut. Enggak usah heran dan ngadi-ngadi membuat berita," bela akun @sia***.

"Kenapa deh orang-orang, dia kan punya penghasilan, ya sudah, biarin," imbuh pengguna lain dengan akun @sst***.

Hingga kini, video tersebut terus menjadi sorotan dan membagi warganet menjadi dua kubu, antara yang mencibir dan yang membela gaya hidup pejabat publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diikat Warga saat Tertangkap, Viral Polisi Pura-pura Beli Tomat Jambret Kalung Pedagang!

Diikat Warga saat Tertangkap, Viral Polisi Pura-pura Beli Tomat Jambret Kalung Pedagang!

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:16 WIB

Patok di Wilayah IUP PT WKM Jadi Perkara Pidana, Pengacara: Itu Dipasang di Belakang Police Line

Patok di Wilayah IUP PT WKM Jadi Perkara Pidana, Pengacara: Itu Dipasang di Belakang Police Line

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 21:59 WIB

Bayi yang Dibuang ke Panti Anak Yatim di Jakbar Meninggal, Sejoli Buronan Polisi Masih Santai Kerja

Bayi yang Dibuang ke Panti Anak Yatim di Jakbar Meninggal, Sejoli Buronan Polisi Masih Santai Kerja

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:34 WIB

Komplotan Begal 7 Kali Beraksi di Jakarta Nyamar Debt Collector, Korbannya 'Dibuang' ke Flyover!

Komplotan Begal 7 Kali Beraksi di Jakarta Nyamar Debt Collector, Korbannya 'Dibuang' ke Flyover!

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:59 WIB

Aksi Culas Bos Pangkalan Elpiji Terbongkar, Oplos Tabung Gas hingga Raup Rp70 Juta Saban Bulan

Aksi Culas Bos Pangkalan Elpiji Terbongkar, Oplos Tabung Gas hingga Raup Rp70 Juta Saban Bulan

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:32 WIB

Kronologi Berdarah Polisi Bacok Polisi di Kelab Malam: Aipda S dan Bripka I Adu Bacot saat Teler!

Kronologi Berdarah Polisi Bacok Polisi di Kelab Malam: Aipda S dan Bripka I Adu Bacot saat Teler!

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:45 WIB

Terkini

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB