Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kunci Nasib Pekerja Digital, Rieke Diah Pitaloka: Mari Kawal Bersama

Andi Ahmad S

Rabu, 08 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kunci Nasib Pekerja Digital, Rieke Diah Pitaloka: Mari Kawal Bersama
Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia dan Anggota Satgas Perlindungan Pekerja indonesia, Rieke Diah Pitaloka [Andi/Suara.com]
  • Peta jalan Prabowo punya Pola A fokus kesejahteraan rakyat (5 bidang) dan Pola B fokus industrialisasi negara.

  • Rieke menyoroti urgensi perlindungan pekerja (5 bidang kesra) di tengah transisi digital dan energi pembangunan.

  • Revisi UU Ketenagakerjaan (2003) sangat penting melindungi jenis pekerjaan baru (digital), masuk Prolegnas 2025.

Suara.com - Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia dan Anggota Satgas Perlindungan Pekerja indonesia, Rieke Diah Pitaloka, memberikan pandangan mendalam mengenai peta jalan pembangunan Indonesia yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Rieke menjelaskan bahwa rencana pembangunan untuk menjadi negara industri dibagi menjadi dua pola besar, yakni pola A yang berfokus pada kesejahteraan rakyat dan pemerintahan, serta pola B yang berfokus pada industrialisasi.

Rieke menguraikan bahwa pola A yang menitikberatkan pada kesejahteraan rakyat dan pemerintahan, didasarkan pada lima bidang konstitusi atau lima bidang kesejahteraan rakyat (kesra).

Intisari dari amanat konstitusi ini meliputi, sandang, pangan, papan agar terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat.

Kemudian pendidikan kerakyatan, itu merupakan akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Lalu hak atas desehatan, pekerjaan dan jaminan sosial ini merupakan perlindungan hak-hak fundamental pekerja dan warga negara.

"Hak atas kehidupan Hukum dan HAM yaitu oenegakan keadilan dan penghormatan hak asasi manusia, dan terakhir hak atas lingkungan yang baik, aman dan Nyaman. Tentunya adalah kualitas hidup yang berkelanjutan dan aman," ujar Rieke usai menghandiri acara Local Media Summit 2025, Rabu 8 Oktober 2025.

Sementara itu, Pola B berfokus pada industrialisasi, sejalan dengan cita-cita menjadi negara maju. Industri yang dimaksud mencakup industri sandang, pangan, dan papan, serta industri bahan baku dan energi terbarukan.

"Oleh karena itu dibangun bendungan besar seperti Jati Luhur bukan hanya untuk pengairan tetapi untuk electricity," jelas Rieke.

Ia juga menyoroti pentingnya industri pangan, farmasi, obat-obatan tradisional, dan pariwisata. "Kenapa harus ada itu? Karena jawabannya bahan baku kita punya, pasar kita punya," tegas Rieke.

Rieke kemudian mengalihkan fokus pada isu yang lebih krusial, yaitu nasib pekerja di tengah transisi pembangunan.

"Jadi kalau kita melihat energi itu bukan sesuatu rakyat harus menjalani, tapi memang rakyat harus menjalani karena harus menjalankan," ucapnya.

Ia menyoroti persoalan pekerja platform yang tidak terlindungi, namun perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan mereka kerap digiring seolah menganut green energy.

Rieke juga mengingatkan tentang konsep pembangunan pertama Indonesia, dengan salah satu pakarnya adalah Margono Joyohadikusumo, kakek dari Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia dan Anggota Satgas Perlindungan Pekerja indonesia, Rieke Diah Pitaloka,Anggota Satgas Perlindungan Pekerja Indonesia dan Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Diah Pitaloka jadi pembicara di acara Local Media Summit (LMS 2025) [Andi/Suara.com]

Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia dan Anggota Satgas Perlindungan Pekerja indonesia, Rieke Diah Pitalokadi acara Local Media Summit (LMS 2025) [Andi/Suara.com]

"Nanti akan ada suatu hal yang sangat penting apakah kemudian rakyat itu menjadi tujuan sekaligus semua rencana pembangunan atau kemudian ini seolah-olah rakyat menjadi tujuan pada akhirnya menjadi korban, nah situasi sekarang ingin saya katakan," tegas Rieke.

Rieke, sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, melihat adanya transisi bukan hanya dalam isu energi, tetapi juga dalam perspektif pekerjaan.

"Banyak pekerjaan-pekerjaan yang itu dulu tidak ada dan sekarang ada. Dan itu tidak ada perlindungan melalui klausul hukum bagi jenis-jenis pekerjaan baru," jelasnya.

Ini menjadi momentum penting bagi seluruh pekerja Indonesia, menurut dia hal itu termasuk pekerja platform seperti transportasi online, media digital, pekerja media, untuk memastikan negara dapat memenuhi lima bidang kesra tadi, terlepas dari jenis pekerjaan mereka.

Beberapa waktu lalu, dia sedikit menceritakan bahwa sebanyak 22 konfederasi pekerja telah dipertemukan oleh Komisi DPR RI untuk membahas revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Ini menjadi penting, saya izin untuk lebih fokus. Kami mohon dukungannya," pinta Rieke.

Ia menambahkan bahwa UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yang disusun saat itu, masih memahami ketenagakerjaan di sektor formal dan terbatas pada pekerjaan manufaktur.

"Padahal pada perkembangannya muncul di era digital ini muncul jenis-jenis pekerjaan, ada transisi di sini jenis pekerjaan yang harus dilindungi," kata Rieke.

Momentum revisi UU Ketenagakerjaan, yang masuk dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2025, menjadi harapan besar bagi perlindungan pekerja di era digital.

"Mudah-mudahan teman-teman bisa ikut mengawal ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Subianto Lantik Wamendagri III, Mendagri: Perkuat Kinerja Kemendagri

Presiden Prabowo Subianto Lantik Wamendagri III, Mendagri: Perkuat Kinerja Kemendagri

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:53 WIB

Kini Diangkat Jadi Wamendagri, Apa Hoegeng Awards yang Pernah Disabet Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus?

Kini Diangkat Jadi Wamendagri, Apa Hoegeng Awards yang Pernah Disabet Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus?

Lifestyle | Rabu, 08 Oktober 2025 | 19:20 WIB

Punya Nazar Khusus, Apa yang Dilakukan Prabowo Jika Indonesia Lolos Piala Dunia 2026?

Punya Nazar Khusus, Apa yang Dilakukan Prabowo Jika Indonesia Lolos Piala Dunia 2026?

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Media Lokal Diminta Ambil Peran Soal Isu Lingkungan dan Krisis Iklim

Media Lokal Diminta Ambil Peran Soal Isu Lingkungan dan Krisis Iklim

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:15 WIB

Prabowo Lantik Gubernur Papua hingga Jajaran Pimpinan LPS dan BP BUMN

Prabowo Lantik Gubernur Papua hingga Jajaran Pimpinan LPS dan BP BUMN

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:13 WIB

Learning Session LMS 2025 Soroti Pentingnya Jurnalisme Konstruktif

Learning Session LMS 2025 Soroti Pentingnya Jurnalisme Konstruktif

Video | Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:10 WIB

Terkini

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:06 WIB