6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:39 WIB
6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat
Asap mengepul di atas Teheran, Iran setelah serangan udara pada Juni 2025. (Kantor Berita Mehr, PBB)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat membombardir enam wilayah strategis di Iran selama enam malam berturut-turut.

  • Serangan udara tersebut menewaskan dua orang dan menghancurkan dua jembatan logistik penting.

  • Fasilitas bandara di Iranshahr dan pusat industri Ahvaz turut menjadi sasaran rudal Amerika.

Suara.com - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara berturut-turut selama enam malam terakhir ke sejumlah wilayah strategis Iran. Gempuran bom ini menyasar kawasan selatan dan pesisir pantai negara tersebut sepanjang Kamis malam.

Rentetan ledakan hebat langsung mengguncang zona ekonomi dan fasilitas transportasi di area konflik. Jalur logistik utama yang menghubungkan antar-kota besar kini dilaporkan mengalami kelumpuhan total.

Dua jembatan penghubung di Kabupaten Khamir hancur akibat hantaman rudal dari jet tempur Amerika. Fasilitas yang roboh meliputi Jembatan Geryveh dan Jembatan Kahurestan sebagai akses vital menuju kota Shiraz.

Langit gelap Teheran usai ledakan depo minyak Iran [Ist]
Langit gelap Teheran usai ledakan depo minyak Iran [Ist]

Dilaporkan CNN Internasional, otoritas medis melaporkan dua orang tewas dan empat warga lainnya mengalami luka-luka serius. Korban jiwa berjatuhan setelah peluru kendali menghantam kawasan pelabuhan Bandar Khamir yang padat aktivitas.

Insiden berdarah di wilayah pelabuhan ini dikonfirmasi langsung oleh kantor berita resmi pemerintah Iran, IRNA.

Delapan ledakan besar juga menggelegar di dekat Desa Masan yang berada di Pulau Qeshm. Wilayah kepulauan di Selat Hormuz ini mendadak tegang setelah jet tempur terlihat melintas rendah.

Sementara itu, wilayah perairan Teluk Persia ikut membara akibat serangan udara yang menyasar kota Bushehr. Gubernur Bushehr membenarkan adanya dua dentuman keras yang terdengar dari arah kota pelabuhan tersebut.

Gelombang serangan udara ini juga menyasar pinggiran Ahvaz yang dikenal sebagai pusat industri utama Khuzestan. Pusat ekonomi strategis di barat daya Iran ini menjadi sasaran empuk proyektil militer Amerika.

Pihak keamanan Khuzestan menyatakan bahwa otoritas setempat tengah melakukan penilaian menyeluruh di lokasi kejadian. Rincian mengenai kerusakan dan langkah balasan akan segera diumumkan setelah investigasi selesai dilakukan.

baca juga

Hantaman proyektil dari pasukan asing ini menambah panjang daftar kerusakan fasilitas publik di Iran.

Kondisi mencekam turut melanda kawasan bandara udara domestik di wilayah Iranshahr yang berbatasan dengan Pakistan. Penduduk sekitar dikagetkan oleh getaran kuat dan suara ledakan keras tepat pukul 11 malam.

Tiga proyektil menghantam kawasan bandar udara hingga menyebabkan kerusakan masif pada beberapa fasilitas penerbangan. Pejabat berwenang memastikan sebuah proyektil milik militer Amerika Serikat mendarat tepat di area sekitar bandara.

Di lokasi lain, sekitar enam ledakan berturut-turut terdengar menggema di sekitar wilayah Kabupaten Hamidiyeh. Lembaga penyiaran resmi Iran, IRIB, melaporkan bahwa dentuman tersebut memicu kepanikan massal warga setempat.

Hingga saat ini, Amerika Serikat masih terus membombardir wilayah pesisir tanpa tanda-tanda gencatan senjata. Peta kekuatan militer di Timur Tengah semakin memanas seiring meluasnya titik target serangan udara.

Serangan udara masif ini merupakan bagian dari operasi militer Amerika Serikat yang telah berlangsung selama enam hari. Fokus serangan ditujukan untuk melemahkan infrastruktur pertahanan dan pelabuhan internasional di sepanjang pesisir Iran.

Konflik bersenjata ini memicu kekhawatiran global terkait stabilitas pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz. Jalur perdagangan internasional tersebut kini berada dalam status bahaya tinggi akibat aktivitas jet tempur asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus

Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:30 WIB

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:21 WIB

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×