NasDem Sentil Projo Soal Isu Jokowi-Prabowo Renggang: Itu Nggak Relevan

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 08 Oktober 2025 | 22:21 WIB
NasDem Sentil Projo Soal Isu Jokowi-Prabowo Renggang: Itu Nggak Relevan
Presiden Prabowo Subianto saat menghampiri Presiden ketujuh Joko Widodo atau Jokowi pada Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (tangkap layar)
    • Taufik Basari ajak publik tinggalkan narasi Pilpres dan fokus pada persoalan kebangsaan.
    • Ia menilai isu etika, moralitas, dan kesejahteraan rakyat lebih mendesak dibahas.
    • Taufik enggan tanggapi tudingan pihak kalah Pilpres ingin menjauhkan Jokowi–Prabowo.

Suara.com - Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari, menanggapi tudingan Projo mengenai adanya pihak yang kalah Pilpres 2024 ingin menjauhkan Presiden ketujuh RI Joko Widodo dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Taufik, fokus saat ini seharusnya beralih dari narasi menang-kalah pilpres ke persoalan kebangsaan yang lebih fundamental.

"Menurut saya saat ini kita sedang menghadapi berbagai persoalan-persoalan kebangsaan, yang tidak melulu terkait soal menang kalah dari pilpres," ujar Taufik ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Ia menguraikan beberapa persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian bersama.

Pertama, memastikan pemerintahan mampu mewujudkan negara yang adil, makmur, dan mensejahterakan rakyat.

Kedua, merespons tuntutan dan kekecewaan masyarakat terkait etika, moralitas, dan praktik demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Oleh karena itulah maka kita tidak perlu harus kembali kepada persoalan pilpres yang sudah lewat, sudah ada hasilnya, sudah sedang berjalan pemerintahannya, yang tidak jauh lebih penting dibandingkan persoalan yang tadi kita hadapi," tegasnya.

Ia menekankan bahwa sudah tidak relevan lagi mengaitkan persoalan pemilu yang sudah berlalu dengan upaya mencari jalan keluar atas tantangan bangsa saat ini.

Ketika ditanya mengenai indikasi adanya pihak yang ingin menjauhkan Jokowi dan Prabowo, ia memilih untuk tidak masuk ke dalam polemik tersebut.

"Karena saya merasa bahwa kita tidak perlu menarik persoalan kepada yang sudah lalu, terkait dengan pemilu. Maka ya, saya tidak akan masuk ke situ karena tidak relevan," jelasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk meninggalkan hal-hal yang tidak perlu didiskusikan dan fokus pada isu-isu fundamental yang sedang dihadapi oleh bangsa.

"Marilah kita tinggalkan hal yang tidak perlu dan kita fokus pada hal yang sangat penting, yang fundamental, yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa ini. Jadi, tidak perlu ada komentar menurut saya, komentar-komentar itu adalah komentar-komentar yang tidak relevan dan tidak perlu untuk kita diskusikan," katanya.

Praktisi Hukum Taufik Basari. [Bidik layar/Bagaskara]
Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari. [Bidik layar/Bagaskara]

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, memandang ada pihak yang ingin hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi jauh.

Tidak hanya berkeinginan, pihak-pihak tersebut, menurut Projo, juga tengah mengupayakan fantasinya agar hubungan Prabowo dan Jokowi retak bisa menjadi sebuah kenyataan.

"Kami Projo juga melihat ada pihak pihak yang berfantasi hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Jokowi menjadi jauh dan terpisahkan, mereka bahkan berusaha mengadu domba dan memecah belah kedua pemimpin ini dan para pendukungnya tentunya dengan narasi narasi yang terus menerus mereka mainkan," tutur Freddy kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerakan Pisahkan Prabowo-Jokowi Terendus, Projo Bongkar Sosok Penggerak di Balik Layar

Gerakan Pisahkan Prabowo-Jokowi Terendus, Projo Bongkar Sosok Penggerak di Balik Layar

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:33 WIB

Punya Modal Besar: Pakar Politik Dorong Projo jadi Oposisi Prabowo-Gibran, Pasca-Budi Arie Didepak!

Punya Modal Besar: Pakar Politik Dorong Projo jadi Oposisi Prabowo-Gibran, Pasca-Budi Arie Didepak!

News | Rabu, 17 September 2025 | 07:58 WIB

Usai Di-reshuffle, Budi Arie Bicara Dukungan ke Prabowo dan Isyarat Pulang ke Projo

Usai Di-reshuffle, Budi Arie Bicara Dukungan ke Prabowo dan Isyarat Pulang ke Projo

News | Selasa, 09 September 2025 | 15:22 WIB

Terkini

Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!

Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:12 WIB

Momen Prabowo Beri Hormat ke Satgas PKH, Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pencuri Uang Negara

Momen Prabowo Beri Hormat ke Satgas PKH, Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pencuri Uang Negara

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:04 WIB

Kronologi Pemerasan Sahroni: Didatangi di DPR, Diminta Rp 300 Juta, Dijebak hingga Ditangkap!

Kronologi Pemerasan Sahroni: Didatangi di DPR, Diminta Rp 300 Juta, Dijebak hingga Ditangkap!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:01 WIB

KPK Bongkar Dugaan Perintah Fadia Arafiq: ASN Diminta Menangkan Perusahaan Tertentu di Proyek Pemkab

KPK Bongkar Dugaan Perintah Fadia Arafiq: ASN Diminta Menangkan Perusahaan Tertentu di Proyek Pemkab

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:57 WIB

Serahkan Rp11,4 Triliun, Prabowo Sentil Oknum Birokrasi Nakal

Serahkan Rp11,4 Triliun, Prabowo Sentil Oknum Birokrasi Nakal

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:53 WIB

Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi

Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:44 WIB

Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar

Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:38 WIB

Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku

Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:37 WIB

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:33 WIB

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB