20 Oktober Jadi Ujian Prabowo, Akankah Lepas Bayang Jokowi dan Rombak Kabinet?

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:37 WIB
20 Oktober Jadi Ujian Prabowo, Akankah Lepas Bayang Jokowi dan Rombak Kabinet?
Presiden Prabowo Subianto saat berbincang-bincang dengan presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto dok. BPMI Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Refly Harun mengatakan kemungkinan adanya “gelombang kedua” reshuffle setelah beberapa waktu lalu sejumlah posisi diganti.
  • Publik akan menilai keseriusan Prabowo dalam menegakkan pemerintahan yang mandiri dan stabil.
  • Habil juga menyoroti pentingnya stabilitas politik dan ekonomi menjelang tahun fiskal baru. 

Suara.com - Wacana reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat menjelang peringatan satu tahun pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang.

Pakar hukum tata negara, Refly Harun, menyebut momentum tersebut bisa menjadi titik balik penting bagi Prabowo untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Presiden sebelumnya, Joko Widodo.

Habil Marati, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menilai sejumlah posisi strategis di kabinet masih didominasi sosok yang dianggap loyal kepada Jokowi.

“Kalau sampai 20 Oktober tidak ada perubahan fundamental yang signifikan, maka Prabowo akan sulit melakukan recovery politik,” ujar Habil dalam akun Youtube Refly Harun, dikutip Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, publik akan menilai keseriusan Prabowo dalam menegakkan pemerintahan yang mandiri dan stabil jika berani mengganti para menteri yang masih terafiliasi dengan pemerintahan sebelumnya.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya “gelombang kedua” reshuffle setelah beberapa waktu lalu sejumlah posisi diganti, termasuk Menteri Keuangan dan Menteri BUMN.

“Yang diganti itu kan masih proksi-proksi Jokowi. Tapi kalau kita hitung kuantitatifnya, menteri baru juga banyak dari Golkar. Jadi masih di lingkar yang sama,” kata Habil.

Lebih lanjut, ia menyoroti dua posisi yang dianggap krusial untuk segera diganti yaitu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, tanpa pergantian Kapolri, reformasi di tubuh Polri tidak akan berjalan maksimal.

baca juga

“Kalau mau reformasi Polri, ya harus ganti Kapolrinya. Sebelum akhir tahun lebih baik sudah diganti karena gejolak ekonomi akan makin berat,” ujarnya.

Habil juga menyoroti pentingnya stabilitas politik dan ekonomi menjelang tahun fiskal baru. Ia menilai langkah reshuffle bisa menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa pemerintahan Prabowo serius menata ulang arah kebijakan.

Presiden RI Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Novoan)
Presiden RI Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Novoan)

Selain itu, ia menyarankan agar Prabowo mengakomodasi sejumlah tokoh oposisi seperti Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan dalam kabinet baru. Hal itu, kata dia, bisa menjadi langkah strategis untuk merangkul kekuatan politik yang lebih luas.

“Daripada Anies di luar, kenapa tidak dimanfaatkan visinya? Pemimpin yang tangguh itu yang bisa menjadikan lawan politik sebagai aset, bukan ancaman,” kata Habil.

Refly menutup diskusi dengan menekankan bahwa 20 Oktober nanti akan menjadi momen krusial bagi Prabowo untuk membuktikan kemandiriannya.

“Publik akan melihat apakah Prabowo berani mengambil keputusan besar. Kalau masih dikelilingi orang-orang Jokowi, masyarakat akan sulit percaya bahwa perubahan benar-benar terjadi,” ujarnya.

Kabinet yang lebih ramping dan bebas dari bayang-bayang masa lalu, menurut keduanya, menjadi langkah awal bagi Prabowo untuk “tinggal landas tanpa Jokowi.”

Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambangi Makam Keluarga Jokowi: Refly dan Dokter Tifa Ungkap Kejanggalan Silsilah Keluarga Presiden

Sambangi Makam Keluarga Jokowi: Refly dan Dokter Tifa Ungkap Kejanggalan Silsilah Keluarga Presiden

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:20 WIB

Siang Ini, Prabowo Panggil Tiga Menteri dan Satu Wamen Menghadap ke Istana

Siang Ini, Prabowo Panggil Tiga Menteri dan Satu Wamen Menghadap ke Istana

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:44 WIB

Sejalan dengan Prabowo, TNI Sebut Sudah Terapkan Meritokrasi dalam Promosi Jabatan, Ini Contohnya

Sejalan dengan Prabowo, TNI Sebut Sudah Terapkan Meritokrasi dalam Promosi Jabatan, Ini Contohnya

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:36 WIB

Dikomandoi Ade Armando, Relawan Jokowi Ancam Propamkan Polda Metro Soal Kasus Roy Suryo

Dikomandoi Ade Armando, Relawan Jokowi Ancam Propamkan Polda Metro Soal Kasus Roy Suryo

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:25 WIB

Terkini

Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN

Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:08 WIB

5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee

5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:08 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:06 WIB

Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat

Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:03 WIB

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027

MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

×