Peneliti BRIN Ungkap Demokrasi Sejati Adalah Saat Suara Rakyat Didengar, Bukan Hanya Dipilih

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Selasa, 14 Oktober 2025 | 07:01 WIB
Peneliti BRIN Ungkap Demokrasi Sejati Adalah Saat Suara Rakyat Didengar, Bukan Hanya Dipilih
Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Irine Hiraswari Gayatri saat Kuliah Terbuka bertajuk "Pasang Surut-Kerakyatan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Driyakarya dan Suara Ibu Indonesia. (Suara.com/ Safelia Putri)
Baca 10 detik
  • Irine mengatakan esensi demokrasi terletak pada sejauh mana suara rakyat benar-benar didengar dan diakomodasi.
  • Ia mencontohkan bagaimana kepemimpinan dari era Soeharto hingga Jokowi seringkali memperlihatkan simbol kekuasaan yang begitu kuat.
  • Irine menegaskan bahwa ruang bagi gerakan rakyat untuk menyuarakan kebenaran masih terbuka lebar.

Suara.com - Apakah demokrasi sejati hanya tentang kotak suara dan hari pemilihan? Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Irine Hiraswari Gayatri, menegaskan bahwa tolok ukur demokrasi jauh lebih dalam dari itu.

Menurutnya, esensi demokrasi terletak pada sejauh mana suara rakyat benar-benar didengar dan diakomodasi.

Penegasan ini disampaikan Irine dalam Kuliah Terbuka bertajuk "Pasang Surut-Kerakyatan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Driyarara (IKAD) bersama Suara Ibu Indonesia pada Senin (13/10/2025).

Dalam paparannya, Irine membedah pasang surut sejarah politik, menunjukkan bagaimana suara rakyat kerap kali terpinggirkan oleh dominasi kekuasaan.

“Namun ada pula fase suara rakyat itu justru terpinggirkan oleh kekuasaan, kita bisa liat di Filipina, India,” ujarnya, memberikan contoh konkret dari pengalaman negara lain.

Tidak berhenti di sana, ia juga menyoroti situasi di Tanah Air. “Di Indonesia, yang saya bilang ruang untuk menyampaikan sesuatu itu dihambat,“ ungkapnya.

Ia mencontohkan bagaimana kepemimpinan dari era Soeharto hingga Jokowi seringkali memperlihatkan simbol kekuasaan yang begitu kuat.

“Kita lihat kebelakang, misal kepimpinan Jawa, nah apa itu mereka seperti Pak Soeharto, Pak Jokowi,” imbuhnya.

“Secara simbolik, power mereka pegang,” Irine menambahkan.

Baca Juga: Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!

Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Irine Hiraswari Gayatri saat Kuliah Terbuka bertajuk "Pasang Surut-Kerakyatan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Driyakarya dan Suara Ibu Indonesia. (Suara.com/ Safelia Putri)
Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Irine Hiraswari Gayatri saat Kuliah Terbuka bertajuk "Pasang Surut-Kerakyatan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Driyakarya dan Suara Ibu Indonesia. (Suara.com/ Safelia Putri)

Sebuah pengingat tajam tentang potensi bahaya ketika kekuasaan menjadi terlalu terpusat.

Namun, di tengah gambaran yang tampak suram, Irine juga menyulut optimisme. Ia menegaskan bahwa ruang bagi gerakan rakyat untuk menyuarakan kebenaran masih terbuka lebar.

“Demokrasi sejati menurut Tan Malaka itu ya seperti kegiatan hari ini, atau aksi-aksi kemarin, seperti yang dilakukan Suara Ibu Indonesia, atau gerakan Suara Ibu Peduli tahun 1998,” jelasnya.

Irine pun secara khusus mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, untuk tidak abai terhadap dinamika kerakyatan dan demokrasi.

“Teman-teman mahasiswa harus aware. Dari awal kita sudah tahu gerakan rakyat itu bagian dari global movement,” tutupnya.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI