BGN Targetkan Zero Case Kontaminasi Pangan, 30 Ribu Penjamah Makanan Dibekali Pelatihan Serentak!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 20 Oktober 2025 | 11:33 WIB
BGN Targetkan Zero Case Kontaminasi Pangan, 30 Ribu Penjamah Makanan Dibekali Pelatihan Serentak!
Pelaksanaan Bimtek bagi sekitar 30.000 penjamah makanan di 34 kabupaten/kota. (dok. BGN)
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan seluruh layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bebas dari kasus kontaminasi dan kerusakan pangan.
  • Melalui bimbingan teknis bagi 30 ribu penjamah makanan di 34 kabupaten/kota, BGN ingin memperkuat ketahanan gizi nasional dan memastikan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis.
  • Untuk mencapai target “zero case”, BGN menetapkan sepuluh langkah strategis, termasuk sertifikasi higienis, pelibatan chef profesional, dan pengawasan ketat di dapur SPPG.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan seluruh layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia bebas dari kasus kontaminasi dan kerusakan pangan.

Target itu menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi sekitar 30.000 penjamah makanan di 34 kabupaten/kota yang digelar secara serentak oleh Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr. Nurjaeni, Ph.D, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi nasional melalui peningkatan mutu pelayanan dan profesionalitas tenaga penjamah makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap penjamah makanan memiliki kompetensi memadai di seluruh tahapan penyediaan makanan, dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi,” ujar Nurjaeni dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Dia menambahkan kalau prinsip utama BGN saat ini “zero case” yang berarti tidak ada toleransi terhadap insiden pangan basi, tercemar, atau berisiko kesehatan.
Standar itu menjadi tolok ukur baru bagi seluruh SPPG agar pelayanan gizi bagi anak-anak penerima manfaat berlangsung aman, higienis, dan berkelanjutan.

Nurjaeni menekankan, profesi penjamah makanan bukan sekadar tugas teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

“Dari dapur SPPG inilah kita menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing,” ujarnya.

BGN berharap melalui pelatihan serentak ini terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi tinggi.

Untuk mencapai zero case tersebut, BGN menetapkan sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG, mulai dari penguatan teknis hingga aspek pengawasan:

baca juga

1. Penempatan 5.000 chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di dapur SPPG baru untuk transfer pengetahuan pengolahan makanan bergizi dan aman.

2. Pelaksanaan rapid test food berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan.

3. Penerapan wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG.

4. Penggunaan platform LMS Plataran Sehat Kemenkes untuk pembelajaran daring tenaga pelaksana.

5. Standarisasi penggunaan air bersih dan sterilisasi alat makan dengan air panas 80°C.

6. Penambahan tenaga ahli gizi agar pendampingan gizi lebih optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Klaim MBG Sukses 99,9 Persen, JPPI: Ribuan Anak Keracunan, Itu Bukan Keberhasilan!

Prabowo Klaim MBG Sukses 99,9 Persen, JPPI: Ribuan Anak Keracunan, Itu Bukan Keberhasilan!

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 11:23 WIB

Legislator PDIP: Program MBG Harus Dikawal Ketat, Kasus Keracunan Jadi Alarm Penting

Legislator PDIP: Program MBG Harus Dikawal Ketat, Kasus Keracunan Jadi Alarm Penting

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 11:02 WIB

Setahun Prabowo-Gibran, Ray Rangkuti Soroti MBG yang Dipaksakan

Setahun Prabowo-Gibran, Ray Rangkuti Soroti MBG yang Dipaksakan

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 21:15 WIB

Terkini

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

×