Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Arah Baru Kebijakan Fiskal Makin Berpihak ke Daerah

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 20 Oktober 2025 | 12:49 WIB
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Arah Baru Kebijakan Fiskal Makin Berpihak ke Daerah
Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung. (Dok: DPD RI)

Suara.com - Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting dalam arah baru kebijakan fiskal dan pembangunan nasional. Dalam kurun waktu singkat, berbagai program pemerintah mulai memperlihatkan pola kebijakan yang dinilai semakin berpihak kepada daerah dan mendorong pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung. Ia menilai bahwa pemerintahan saat ini tengah membangun arsitektur fiskal baru dengan menyalurkan lebih banyak dana langsung ke daerah guna memperkuat ekonomi rakyat dan mempercepat pemerataan pembangunan.

“Arsitektur fiskal satu tahun terakhir menunjukkan keberpihakan yang kian kuat kepada daerah. Pemerintah berupaya agar anggaran tidak berhenti di pusat, melainkan mengalir langsung ke daerah supaya manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Tamsil di Jakarta, (20/10).

Menurutnya, perubahan pola alokasi anggaran ini merupakan langkah strategis agar manfaat program nasional benar-benar dirasakan masyarakat di lapisan bawah.

Sebagai contoh, pada sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi indikator kesejahteraan petani mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun terakhir. “Data BPS mencatat peningkatan NTP sebagai bukti efektivitas kebijakan fiskal. Artinya, kebijakan pertanian yang digagas Menteri Pertanian Amran Sulaiman berhasil menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Tamsil juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai terobosan progresif yang memperkuat ekonomi daerah. Program ini bukan sekadar bersifat konsumtif, tetapi menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan petani, koperasi pangan, dan pelaku UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku.

“Program MBG menjadi instrumen fiskal yang menumbuhkan ekonomi daerah. Ia bukan hanya memberi makan, tapi menghidupkan ekonomi lokal,” ujar Tamsil.

Tokoh yang dijuluki maestro anggaran ini menegaskan bahwa desain fiskal pemerintahan Presiden Prabowo mencerminkan ideologi pembangunan nasional yang pro-rakyat, yakni mengembalikan energi pembangunan ke daerah. Fokus belanja negara diarahkan pada program dengan dampak langsung (direct impact), seperti ketahanan pangan, penguatan koperasi desa, UMKM, dan program sosial yang manfaatnya terukur.

“Kebijakan fiskal kini memberi energi lebih besar bagi perputaran ekonomi di daerah. Ini adalah perubahan paradigma pembangunan nasional. Negara sedang menata ulang distribusi kesejahteraan agar manfaatnya lebih nyata di kabupaten hingga pelosok,” ujar mantan Pimpinan Badan Anggaran DPD RI itu.

Meski arah fiskal yang berpihak kepada daerah sudah tampak jelas, Tamsil mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Tanpa tata kelola yang baik, katanya, keberpihakan fiskal bisa kehilangan dampak riilnya bagi masyarakat.

“DPD RI akan terus mengawal agar dana besar yang digelontorkan ke daerah digunakan tepat sasaran. Kami ingin daerah berperan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat,” tegasnya.

Tamsil juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan nasional dan rencana pembangunan daerah. Menurutnya, arah pembangunan nasional yang pro-daerah harus diikuti dengan reformasi birokrasi dan peningkatan kapasitas aparatur daerah agar program berjalan efektif.

Ia menilai bahwa kekhawatiran sebagian pihak terhadap program nasional yang dinilai preskriptif atau terlalu cepat diimplementasikan tidak sepenuhnya tepat. Justru, menurut Tamsil, hal ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk berinovasi dan menciptakan sumber pendapatan kreatif tanpa membebani rakyat.

“Ini momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan kemampuan dan kredibilitasnya dalam mengelola anggaran serta potensi daerah secara produktif,” ujarnya.

Lebih jauh, Tamsil mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Menteri Keuangan telah menyiapkan mekanisme penghargaan bagi daerah yang mampu mengoptimalkan anggaran dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Daerah dengan kinerja fiskal yang kredibel akan memperoleh tambahan transfer sebagai bentuk apresiasi atas tata kelola yang baik.

Menurutnya, satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan adanya visi besar dalam membangun paradigma fiskal baru yang tak berhenti di level kementerian.

“Presiden Prabowo membawa semangat membangun Indonesia dari pinggiran sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, dengan daya eksekusi yang lebih kuat dibanding periode-periode sebelumnya. Dalam satu tahun, fondasinya mulai terbentuk. Tantangannya kini adalah menjaga keberlanjutan dan pengawasan,” ungkapnya.

Tamsil pun mengingatkan pentingnya sinergi dan pengawasan lintas lembaga agar penyaluran dana ke daerah berjalan efektif. “Keberpihakan ini akan sia-sia tanpa tata kelola yang baik. DPD akan terus mengawal implementasi kebijakan fiskal yang pro-daerah,” tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo terhadap daerah bukan sekadar retorika, melainkan terukur melalui struktur anggaran yang berpihak pada pemerataan.

“Ini bukan hanya wacana keberpihakan, tapi kebijakan nyata yang bisa diukur. Tantangannya sekarang adalah memastikan setiap rupiah yang mengalir ke daerah benar-benar sampai ke rakyat,” tandasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:25 WIB

Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh

Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global

Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:57 WIB

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:21 WIB

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:44 WIB

Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel

Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:27 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas

Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:37 WIB

Hasan Nasbi Buka Alasan Prabowo Terbitkan Perpres Perlindungan Jaksa

Hasan Nasbi Buka Alasan Prabowo Terbitkan Perpres Perlindungan Jaksa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×