Pencurian Kilat di Museum Louvre, Perhiasan Tak Ternilai Raib

Agung Pratnyawan

Senin, 20 Oktober 2025 | 17:07 WIB
Pencurian Kilat di Museum Louvre, Perhiasan Tak Ternilai Raib
Museum Louvre, Paris.[Pexels/Pixabay]

Suara.com - Pencurian besar-besaran telah terjadi di Museum Louvre, Paris. Dalam aksi yang hanya berlangsung empat menit, sekelompok pencuri berhasil membawa kabur delapan perhiasan bersejarah milik kerajaan Prancis dari Gallery of Apollo, salah satu ruang paling berharga di museum tersebut.

Insiden itu terjadi pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025, sekitar pukul 09.30 waktu setempat, tak lama setelah museum dibuka untuk umum.

Menurut laporan BBC (19/10/2025), empat orang pelaku masuk melalui jendela lantai satu menggunakan tangga mekanik yang dipasang di kendaraan khusus.

Mereka memecah kaca dengan alat pemotong listrik, mengancam penjaga, dan melarikan diri dengan dua sepeda motor yang sudah disiapkan di luar.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyebut aksi tersebut sebagai “perampokan kilat” yang sangat profesional.

Seluruh kejadian berlangsung kurang dari tujuh menit,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pelaku tampak sangat berpengalaman dan tahu persis apa yang mereka incar.

Menurut Kementerian Kebudayaan Prancis, dua pelaku naik menggunakan alat pengangkat yang biasa dipakai untuk memindahkan furnitur, sementara dua lainnya berjaga di luar.

Mereka dengan tenang memecahkan kaca tebal dua etalase dan mengambil perhiasan dari abad ke-19 sebelum kabur.

baca juga

Tidak ada kekerasan, semuanya sangat cepat dan terencana,” kata Menteri Kebudayaan Rachida Dati mengutip dari Al Jazeera (19/10/2025).

Ia menggambarkan pelaku bertindak “dengan ketenangan profesional”, tanpa menimbulkan kepanikan besar di awal.

Namun, saksi mata menggambarkan suasana berbeda. Mengutip BBC (19/10/2025), Seorang turis asal Amerika, Talia Ocampo, mengatakan kepada bahwa suasananya “seperti di film action.”

Ia melihat museum tiba-tiba dikosongkan dan penjaga berlari menutup gerbang besi.

Orang-orang panik, kami kira itu ancaman teroris,” katanya.

Museum segera dievakuasi, seluruh pengunjung dikeluarkan, dan polisi bersenjata dikerahkan untuk mengamankan area sekitar piramida kaca ikonik Museum Louvre.

Jalan di sepanjang Sungai Seine pun ditutup sementara untuk proses investigasi.

Kementerian Kebudayaan kemudian merilis daftar barang yang dicuri:

  • Sebuah tiara dan bros milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III
  • Kalung dan anting zamrud milik Permaisuri Marie-Louise, istri Napoleon I
  • Sebuah tiara, kalung, dan anting tunggal dari koleksi safir Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense
  • Serta “reliquary brooch”, bros unik dari masa kekaisaran

Total ada delapan benda berharga yang berhasil dibawa kabur. Satu lagi, mahkota Permaisuri Eugénie, ditemukan jatuh di luar dinding museum, diduga terlepas ketika pelaku melarikan diri.

Mahkota milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III. Mahkota ini ditemukan jatuh di luar dinding museum, diduga terlepas dalam pencurian pada Minggu (19/10/2025) waktu setempat (Museum Louvre)
Mahkota milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III. Mahkota ini ditemukan jatuh di luar dinding museum, diduga terlepas dalam pencurian pada Minggu (19/10/2025) waktu setempat (Museum Louvre)

Menurut pihak Museum Louvre, mahkota itu berhiaskan 1.354 berlian dan 56 batu zamrud, menjadikannya salah satu artefak paling berharga dari koleksi kerajaan Prancis. Semua benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tak ternilai, jauh melebihi harga pasar.

Aksi nekat di siang bolong ini memunculkan banyak pertanyaan tentang sistem keamanan museum paling terkenal di dunia itu.

Tidak masuk akal sebuah museum sebesar ini punya celah keamanan yang begitu jelas,” kata Magali Cunel, guru asal Lyon, mengutip BBC (19/10/2025)

Beberapa pengamat juga menyoroti kondisi internal museum yang belakangan dikabarkan kekurangan staf. Pada Juni lalu, Louvre sempat menunda jam buka karena aksi mogok kerja pegawainya yang menuntut tambahan tenaga keamanan.

Seorang anggota serikat pekerja anonim mengatakan bahwa sekitar 200 posisi telah dipangkas dalam 15 tahun terakhir, membuat pengawasan di area besar seperti Gallery of Apollo menjadi tidak seefektif dulu.

Presiden Emmanuel Macron mengecam pencurian tersebut lewat media sosial, menyebutnya sebagai “serangan terhadap warisan budaya yang kita cintai.”

Ia menegaskan bahwa seluruh aparat kepolisian dan jaksa Paris telah dikerahkan untuk memburu pelaku.

Para pelaku akan dibawa ke pengadilan, setiap sudut kota akan diperiksa untuk menemukan mereka.” tulis Macron.

Sementara itu, tim forensik telah memeriksa lokasi kejadian, termasuk tangga mekanik yang ditinggalkan para pencuri di tepi Sungai Seine.

Polisi juga tengah menganalisis rekaman CCTV dari area Denon Wing, tempat Gallery of Apollo berada, untuk menelusuri rute pelarian para pelaku.

Kasus ini segera dibandingkan dengan pencurian paling terkenal di Museum Louvre: hilangnya lukisan Mona Lisa pada 1911.

Saat itu, seorang pekerja museum asal Italia berhasil membawa kabur karya Leonardo da Vinci hanya dengan melepasnya dari bingkai dan menyembunyikannya di balik mantelnya. Lukisan itu baru ditemukan dua tahun kemudian di Florence.

Selain Mona Lisa, Museum Louvre juga pernah kehilangan lukisan Le Chemin de Sèvres karya Camille Corot pada 1998 yang hingga kini belum ditemukan.

Rangkaian pencurian di museum-museum Prancis dalam dua tahun terakhir, termasuk kasus di Museum Adrien Dubouché di Limoges dan Museum Cognacq-Jay di Paris, memperkuat dugaan bahwa jaringan kriminal terorganisir tengah memburu artefak bernilai tinggi dari koleksi nasional.

Para ahli seni percaya, pencurian ini dilakukan oleh kelompok profesional. Anthony Amore, pakar pencurian karya seni sekaligus penulis buku Stealing Rembrandts, mengatakan kepada Al Jazeera (19/10/2025), perhiasan seperti ini kemungkinan besar akan “dibongkar dan dijual terpisah,” membuatnya sulit dilacak kembali.

Ini bukan pencurian acak, semua direncanakan dengan cermat, bahkan durasinya pun dihitung. Empat menit cukup bagi mereka untuk mengubah sejarah museum.” ujarnya.

Walau belum ada tersangka yang ditangkap, polisi yakin mereka akan segera menemukan jejak para pelaku berkat rekaman kamera pengawas dan sidik jari yang tertinggal di lokasi.

Untuk sementara, Museum Louvre masih ditutup untuk umum “karena alasan luar biasa”, tulis pihak museum di situs resminya.

Para pengunjung hanya bisa menatap piramida kaca dari luar, sembari bertanya-tanya bagaimana pencurian paling berani di abad ke-21 bisa terjadi di jantung kota Paris.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buttonscarves Taklukkan Paris! Kafe Ikonik Berubah Jadi Dunia Viva Magenta

Buttonscarves Taklukkan Paris! Kafe Ikonik Berubah Jadi Dunia Viva Magenta

Lifestyle | Minggu, 19 Oktober 2025 | 16:04 WIB

Chef Louis Pacquelin Bikin Fine Dining Prancis Jadi Santai tapi Tetap Elegan!

Chef Louis Pacquelin Bikin Fine Dining Prancis Jadi Santai tapi Tetap Elegan!

Lifestyle | Senin, 13 Oktober 2025 | 12:27 WIB

Staycation Rasa Museum: Liburan Mewah di Makau Sekaligus Intip Dunia Picasso!

Staycation Rasa Museum: Liburan Mewah di Makau Sekaligus Intip Dunia Picasso!

Lifestyle | Sabtu, 20 September 2025 | 11:07 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×