Ditantang KDM Soal Dana Mengendap Rp4,1 T, Menkeu Purbaya: Mungkin Anak Buahnya Ngibulin Dia

Bangun Santoso

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:58 WIB
Ditantang KDM Soal Dana Mengendap Rp4,1 T, Menkeu Purbaya: Mungkin Anak Buahnya Ngibulin Dia
Kolase foto Menteri Keuangan Purbaya dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi [Suara.com/Istimewa]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) terlibat polemik mengenai dugaan dana Pemprov Jabar Rp4,1 triliun yang mengendap di bank
  • Menkeu Purbaya bersikukuh datanya berasal dari laporan Bank Indonesia, sementara KDM membantah keras dan menantang balik untuk menunjukkan bukti
  • Purbaya menegaskan tidak akan berkoordinasi langsung dengan KDM dan menyarankan Gubernur Jabar untuk memeriksa internal pemerintahannya sendiri

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan respons tajam terhadap tantangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), terkait tudingan adanya dana Pemprov senilai Rp4,1 triliun yang mengendap sebagai deposito.

Purbaya dengan tegas menyatakan bahwa data yang ia miliki berasal dari sumber yang sangat kredibel, yakni laporan Bank Indonesia (BI) per September 2025, yang secara rutin memantau dana milik pemerintah daerah di perbankan. Ia bahkan menyarankan KDM untuk memeriksa internalnya sendiri.

“Tanya aja ke Bank Central, itu data dari sana. Harusnya dia (KDM) cari, mungkin anak buahnya juga ngibulin dia. Itu kan laporan perbankan, data Pemda,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Selasa (21/10/2025).

Pernyataan Menkeu ini merupakan balasan langsung atas bantahan keras KDM yang diunggah melalui akun Instagram resminya.

Dalam sebuah video, KDM menantang siapapun untuk membuktikan keberadaan dana fantastis tersebut dan menyatakan telah melakukan pengecekan internal secara menyeluruh.

“Jadi kalau ada yang menyatakan ada uang Rp4,1 triliun yang tersimpan dalam bentuk deposito, serahin datanya ke saya. Saya sudah bolak-balik ke BJB, tanya staf, malah marahin staf, ternyata tidak ada. Dibuka di dokumen, kas daerah juga tidak ada,” ujar KDM dalam video tersebut.

KDM bahkan mempersilakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk turun tangan jika dana sebesar itu benar-benar ditemukan. Dengan gaya khasnya, ia berkelakar telah mencari uang tersebut di seluruh sudut ruangannya namun tidak menemukannya.

“Saya nyari tadi, karpet diangkatin, kursi dibalikin, laci ruangan saya dibukain, ternyata Rp4,1 triliun tidak ada. Mudah-mudahan nanti ada untuk Jawa Barat, ditambahin dana transfernya,” kata KDM.

Meski demikian, KDM mengakui bahwa Pemprov Jabar memiliki dana di kas daerah sebesar Rp2,3 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah simpanan yang diendapkan untuk mencari bunga.

baca juga

Dana tersebut, menurutnya, bersifat aktif dan dialokasikan untuk membayar kontrak-kontrak proyek infrastruktur yang sedang berjalan, seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, hingga perbaikan sekolah dan rumah sakit.

“Untuk itu, dana Rp2,3 triliun itu untuk bayar kontrak-kontrak Pemda Jabar. Ini bukan dana yang sengaja diendapkan, tapi untuk membayar pekerjaan pemerintah daerah,” kata KDM.

Di sisi lain, Purbaya mengklarifikasi bahwa ia tidak pernah secara spesifik menunjuk Pemprov Jabar dalam pernyataannya. Ia hanya mengungkapkan adanya tren kenaikan dana Pemda secara nasional yang tersimpan di perbankan, berdasarkan data sistem keuangan BI.

“Saya nggak pernah bilang data Jabar secara detail. Saya hanya bilang, data di perbankan tentang dana Pemda yang ngendap itu memang ada kenaikan, dan data itu berasal dari sistem keuangan Bank Indonesia,” tambahnya.

Menkeu juga menolak untuk berkoordinasi langsung dengan KDM terkait masalah ini, dan menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi kepada masing-masing pemerintah daerah.

“Saya bukan pegawai Pemda Jabar. Kalau dia mau periksa, periksa aja sendiri. Itu data dari sistem monitoring Bank Indonesia yang dilaporkan perbankan setiap hari atau beberapa minggu sekali,” jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Benarkan Menkeu Purbaya soal Data Dana Mengendap Pemda di Bank

BI Benarkan Menkeu Purbaya soal Data Dana Mengendap Pemda di Bank

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:55 WIB

Tak Saling Sapa di Sidang Paripurna, Isu Keretakan Purbaya dan Luhut Kian Mencuat

Tak Saling Sapa di Sidang Paripurna, Isu Keretakan Purbaya dan Luhut Kian Mencuat

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:48 WIB

Menkeu Purbaya Larang Impor Pakaian Bekas, Ancam Thrifting di Pasar Senen?

Menkeu Purbaya Larang Impor Pakaian Bekas, Ancam Thrifting di Pasar Senen?

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:36 WIB

Bakal Denda Importir Pakaian Bekas, Purbaya: Saya Rugi Kasih Makan Orang di Penjara

Bakal Denda Importir Pakaian Bekas, Purbaya: Saya Rugi Kasih Makan Orang di Penjara

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:05 WIB

Sidak Pabrik Aqua, Dedi Mulyadi Kaget Sumber Air Mineral dari Sumur Bor Bukan Pegunungan

Sidak Pabrik Aqua, Dedi Mulyadi Kaget Sumber Air Mineral dari Sumur Bor Bukan Pegunungan

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:49 WIB

Menkeu Purbaya Sudah Kantongi Nama-nama Mafia Impor Pakaian Bekas, Ini Ancamannya

Menkeu Purbaya Sudah Kantongi Nama-nama Mafia Impor Pakaian Bekas, Ini Ancamannya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:01 WIB

Menkeu Purbaya Tarik Utang Baru Rp28 Triliun

Menkeu Purbaya Tarik Utang Baru Rp28 Triliun

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:43 WIB

Terkini

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

×