Gelorakan Resolusi Jihad, Hasto Ungkap 3 Pesan Penting Megawati di Hari Santri 2025

Bangun Santoso

Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:09 WIB
Gelorakan Resolusi Jihad, Hasto Ungkap 3 Pesan Penting Megawati di Hari Santri 2025
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto saat menutup Seminar Nasional "Bumi Lestari, Pertanian Berdikari" dengan tema "Kembali ke Sawah, Menyemai Masa Depan" di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (24/9/2025). [Suara.com/Bagaskara]
  • Megawati Soekarnoputri melalui Hasto Kristiyanto menekankan tiga relevansi Resolusi Jihad di masa kini
  • Pesan utama yang digaungkan adalah kekuatan persatuan bangsa yang terbukti mampu menghadapi kekuatan besar dunia
  • Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran santri dan ulama dalam sejarah perjuangan

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyerukan agar peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum krusial untuk membangkitkan kembali kekuatan moral dan rasa percaya diri bangsa Indonesia.

Dalam acara peringatan Hari Santri 2025 yang bertema "Santri Berjuang: Ajaran Bung Karno, Warisan Kemerdekaan dan Kontribusi Generasi Muda," Hasto membeberkan tiga pesan fundamental dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai relevansi Resolusi Jihad di era modern.

Pesan tersebut disampaikan Hasto dalam acara yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/10/2025). Ia menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan spirit perjuangan para santri dan ulama di masa lalu untuk menghadapi tantangan masa kini.

"Kami berharap dengan merayakan dan memperingati resolusi ini, tiga pesan dari Bu Mega betul-betul dapat kita pegang sepenuhnya," kata Hasto sebagaimana dilansir Antara.

Resolusi Jihad sebagai Kekuatan Moral Bangsa

Pesan pertama yang diamanatkan Megawati, menurut Hasto, adalah untuk memahami Resolusi Jihad sebagai sebuah moral force atau kekuatan moral yang luar biasa. Kekuatan ini tidak lahir dari persenjataan, melainkan dari keyakinan spiritual yang mendalam, rasa cinta tanah air yang tak tergoyahkan, serta fondasi nilai-nilai keagamaan yang kokoh.

Menurut Megawati, spirit inilah yang mampu menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu melawan kekuatan penjajah yang pada saat itu merupakan pemenang Perang Dunia Kedua. Kekuatan moral ini menjadi bukti bahwa keyakinan dan patriotisme adalah senjata paling ampuh dalam mempertahankan kedaulatan.

Fondasi Percaya Diri dan Cita-Cita Dunia Baru

Pesan kedua menekankan bahwa peristiwa bersejarah Resolusi Jihad harus dijadikan fondasi utama untuk membangun rasa percaya diri sebagai sebuah bangsa yang besar dan berdaulat. Hasto mengutip kembali pesan Megawati yang mengingatkan betapa dahsyatnya kekuatan persatuan Indonesia.

"Kita ini, ketika bersatu, kita bisa menghadapi pemenang Perang Dunia Kedua," pesan Megawati seperti disampaikan Hasto.

Rasa percaya diri ini, lanjutnya, adalah modal untuk mewujudkan cita-cita luhur Bung Karno yang pernah disampaikannya dalam pidato di PBB pada 30 September 1960.

“Dengan bersatu dan mengobarkan semangat kebangsaan, rasa percaya diri sebagai bangsa yang hebat dengan cita-cata ‘membangun tata dunia baru" (to build the world anew) dapat diwujudkan, sebagaimana pernah dipidatokan oleh Bung Karno pada 30 September 1960,” sambungnya.

Kesadaran Historis Melawan Penjajahan Modern

Pesan ketiga dari Megawati mengajak seluruh anak bangsa untuk menjadikan spirit Resolusi Jihad, Konferensi Asia Afrika, dan Gerakan Non-Blok sebagai bagian dari kesadaran historis untuk terus berjuang bagi kepentingan nasional dan berkontribusi bagi perdamaian dunia. Perjuangan ini relevan untuk melawan bentuk-bentuk penjajahan baru di era modern.

"Dengan patriotisme yang menyala-nyala, kita berani berhadapan dengan siapapun yang menjajah kita, baik di bidang politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya," kata Hasto menyampaikan pesan Megawati.

Hasto menegaskan, semangat hubbul wathon minal iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman) menjadi perpaduan kekuatan yang sangat relevan saat ini.

"Tantangan yang kita hadapi tidaklah ringan," ujarnya, seraya menegaskan bahwa PDIP bertekad menjadi "rumah besar" bagi seluruh warga bangsa dengan semangat Islam yang berkemajuan.

Kilas Balik Penetapan Hari Santri

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengulas kembali sejarah penetapan Hari Santri. Ia mengenang peran penting Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah yang menjelang Pilpres 2014 mengusulkan komitmen untuk mengabadikan peristiwa heroik Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 sebagai hari besar nasional.

Usulan ini, setelah mendapat restu dari Megawati, diperjuangkan bersama hingga akhirnya terwujud. "Dan kemudian Hari Santri sekaligus hari lahir Pancasila 1 Juni 1945 kita jadikan sebagai upaya untuk meluruskan sejarah itu," jelas Hasto.

Ia menegaskan bahwa Resolusi Jihad bukan sekadar titik temu antara agama dan nasionalisme, melainkan bukti nyata bagaimana rakyat dan pemimpinnya bersatu padu melawan kekuatan raksasa dunia.

Hasto juga mengutip visi Bung Karno yang berhasil menyatukan gagasan nasionalisme, Islam, dan sosialisme. "Rupanya memang sejak awal ada suatu visi yang luar biasa tentang Republik ini," tutur Hasto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panduan Lengkap Susunan Acara Hari Santri

Panduan Lengkap Susunan Acara Hari Santri

Lifestyle | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:53 WIB

Sejarah Baru! Prabowo Setujui Ditjen Pesantren: Kado Hari Santri 2025

Sejarah Baru! Prabowo Setujui Ditjen Pesantren: Kado Hari Santri 2025

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:48 WIB

Refleksi Hari Santri: Tantangan Pesantren Meneguhkan Integritas Pendidikan

Refleksi Hari Santri: Tantangan Pesantren Meneguhkan Integritas Pendidikan

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:01 WIB

Dari Barus, Muhaimin Pimpin Upacara Hari Santri 2025: Ajak Santri Terobos Belenggu Keterbatasan

Dari Barus, Muhaimin Pimpin Upacara Hari Santri 2025: Ajak Santri Terobos Belenggu Keterbatasan

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:39 WIB

Prabowo Ketuk Palu! Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Kado Spesial Hari Santri Usai 6 Tahun Penantian

Prabowo Ketuk Palu! Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Kado Spesial Hari Santri Usai 6 Tahun Penantian

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:06 WIB

Hari Santri 22 Oktober, Ini 15 Ulama NU dan Muhammadiyah yang Jadi Pahlawan Nasional

Hari Santri 22 Oktober, Ini 15 Ulama NU dan Muhammadiyah yang Jadi Pahlawan Nasional

Lifestyle | Selasa, 21 Oktober 2025 | 21:00 WIB

Terpopuler: Sosok Menantu Erick Thohir hingga Kumpulan Ucapan Hari Santri dalam Bahasa Arab

Terpopuler: Sosok Menantu Erick Thohir hingga Kumpulan Ucapan Hari Santri dalam Bahasa Arab

Lifestyle | Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:55 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB