KPK dan BPK Akan Sidak SPBU di Jawa! Ada Apa dengan Mesin EDC Pertamina?

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:33 WIB
KPK dan BPK Akan Sidak SPBU di Jawa! Ada Apa dengan Mesin EDC Pertamina?
Ilustarsi-- KPK dan BPK akan memeriksa mesin EDC di sejumlah SPBU pulau Jawa. [Suara.com/Lorensia Clara Tambing]
baca 10 detik
  • KPK dan BPK memeriksa langsung mesin EDC di sejumlah SPBU terkait kasus korupsi.

  • Dugaan korupsi terkait pengadaan 23.000 mesin EDC dengan harga yang dimahalkan.

  • Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk dari pihak PT Telkom dan vendor.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun langsung memeriksa mesin electronic data capture/EDC di sejumlah SPBU di Pulau Jawa. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi pada proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina periode 2018–2023, yang diduga merugikan negara akibat pengadaan yang diatur (pengkondisian).

"Pekan ini, tim penyidik KPK bersama auditor BPK sedang maraton melakukan sampling pengecekan mesin EDC di sejumlah SPBU di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Kamis (30/10/2025).

Budi menjelaskan, modus utama dalam kasus ini adalah adanya dugaan "pengkondisian" dalam proses pengadaan sekitar 23.000 mesin EDC. KPK menduga spesifikasi barang yang disediakan oleh vendor tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan, sehingga terjadi kemahalan bayar yang merugikan keuangan negara.

"Kami analisis dan bandingkan, apakah dengan harga sekian, spesifikasinya sesuai atau tidak," tutur Budi.

Tetapkan Tiga Tersangka

KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu DR dan W dari pihak PT Telkom, serta Elvizar selaku Direktur PT Pasific Cipta Solusi (PCS) yang menjadi vendor penyedia mesin EDC.

Elvizar juga diketahui merupakan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan mesin EDC di salah satu bank BUMN, yang perkaranya juga sedang ditangani oleh KPK.

Untuk mendalami kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tiga orang di Polda Jawa Timur pada Rabu (29/10), guna memperkuat proses penghitungan kerugian negara.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuota Haji Jadi Bancakan Travel Nakal? KPK Sita Uang Asing dari Penyelenggara

Kuota Haji Jadi Bancakan Travel Nakal? KPK Sita Uang Asing dari Penyelenggara

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:17 WIB

Geger Kereta Cepat Whoosh: Dugaan Konspirasi Jahat Disebut Bikin Negara Tekor Rp75 Triliun

Geger Kereta Cepat Whoosh: Dugaan Konspirasi Jahat Disebut Bikin Negara Tekor Rp75 Triliun

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:05 WIB

Pertalite Dikeluhkan di Jatim, Pertamina Investigas BBM yang Disuplai Terminal Tuban dan Surabaya

Pertalite Dikeluhkan di Jatim, Pertamina Investigas BBM yang Disuplai Terminal Tuban dan Surabaya

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:44 WIB

Terkini

New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan

New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan

News | Senin, 02 November 2026 | 14:15 WIB

Lenovo Yoga Tab Gen 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Pena Digital dengan Kontrol Gestur AI

Lenovo Yoga Tab Gen 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Pena Digital dengan Kontrol Gestur AI

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 14:15 WIB

Bahlil Murka, Ekspor Batu Bara hingga LNG Tak Boleh Mampir Singapura Lagi

Bahlil Murka, Ekspor Batu Bara hingga LNG Tak Boleh Mampir Singapura Lagi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:14 WIB

Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit

Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

BEI Optimistis 23 UKM Akan Melantai di Bursa Tahun Depan

BEI Optimistis 23 UKM Akan Melantai di Bursa Tahun Depan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

Perbandingan Sepatu Lari Ortuseight Hyperblast vs Specs Airglide, Mana Lebih Nyaman untuk Jogging?

Perbandingan Sepatu Lari Ortuseight Hyperblast vs Specs Airglide, Mana Lebih Nyaman untuk Jogging?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

Jaksa dan Pengacara Berebut Urutan Saksi di Sidang Febrie, Ada Ferry Boboho

Jaksa dan Pengacara Berebut Urutan Saksi di Sidang Febrie, Ada Ferry Boboho

News | Senin, 02 November 2026 | 14:07 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 14:07 WIB

Sah Secara Hukum, Penyerahan Pataka Jadi Bukti Legitimasi Mutlak Ki Kusumo Pimpin PARFI 2025-2030

Sah Secara Hukum, Penyerahan Pataka Jadi Bukti Legitimasi Mutlak Ki Kusumo Pimpin PARFI 2025-2030

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 14:03 WIB

Aturan Membawa Power Bank ke Pesawat 2026: Batas Kapasitas, Maksimal 2 Unit, dan Larangan Penggunaan

Aturan Membawa Power Bank ke Pesawat 2026: Batas Kapasitas, Maksimal 2 Unit, dan Larangan Penggunaan

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 14:01 WIB

×