Sindiran Pedas PDIP usai Jokowi Dukung Soeharto Pahlawan: Sakit Otaknya!

Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 08 November 2025 | 18:14 WIB
Sindiran Pedas PDIP usai Jokowi Dukung Soeharto Pahlawan: Sakit Otaknya!
Sindiran Pedas PDIP usai Jokowi Dukung Soeharto Pahlawan: Sakit Otaknya!
baca 10 detik
  • Dukungan Jokowi terkait gelar pahlawan untuk Soeharto menuai kritikan pedas dari politisi PDIP. 
  • Guntur menganggap sikap Jokowi tersebut menunjukkan ada yang tidak beres dengan cara berpikir kepala negara.
  • Dia pun merasa heran atas dukungan tersebut karena Jokowi sempat mengakui jejak 'dosa' Soeharto yang terlibat 12 pelanggaran HAM berat di masa lalu. 

Suara.com - Pernyataan Presiden Ke-7 RI, Jokowi yang mendukung gelar pahlawan kepada Soeharto turut menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli. Bahkan Guntur Romli memberikan sindiran telak kepada Jokowi terkait dukungannya agar Soeharto mendapat gelar pahlawan. 

Menurutnya, sikap Jokowi tersebut menunjukkan ada yang tidak beres dengan cara berpikir kepala negara. Guntur menyebut dukungan Jokowi terhadap Soeharto tidak hanya menunjukkan masalah pada kondisi fisik, tetapi juga pada kemampuan mengingat dan bernalar.

"Saya kira yang sakit dari Jokowi hanya fisik, ternyata otak dan memorinya juga sakit," ujarnya melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (8/11/2025).

Ia menilai pernyataan Jokowi itu bertolak belakang dengan langkah pemerintah sendiri yang pada 2023 telah menetapkan 12 kasus pelanggaran HAM berat, di mana sebagian besar terjadi di era kepemimpinan Soeharto.

"Kenapa? Karena di era Jokowi di tahun 2023 ditetapkan 12 pelanggaran HAM berat dan 8 di antaranya terjadi di era Soeharto," kata Guntur menegaskan.

Guntur mengaku heran atas sikap Jokowi yang justru mendukung pemberian gelar pahlawan kepada sosok yang pernah berkuasa selama lebih dari tiga dekade tersebut. Ia menyebut, hal itu menunjukkan ketidakkonsistenan dan lemahnya ingatan Presiden terhadap sejarah bangsa.

"Kok bisa-bisanya sekarang Jokowi mendukung Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Itu menunjukkan Jokowi tidak hanya sakit fisiknya, tapi sakit otaknya, sakit memorinya dan sakit jiwanya," tutup Guntur.

Dukungan Jokowi terhadap Soeharto disampaikan dalam keterangannya kepada awak media beberapa waktu lalu. Kepala negara menilai Soeharto maupun Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki jasa besar bagi Indonesia.

"Ya, setiap pemimpin baik itu Presiden Soeharto maupun Presiden Gus Dur pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara, ujar Jokowi, Kamis (6/11/2025).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Dukung Gelar Pahlawan, Gibran Puji-puji Jasa Soeharto Bapak Pembangunan

Jokowi Dukung Gelar Pahlawan, Gibran Puji-puji Jasa Soeharto Bapak Pembangunan

News | Sabtu, 08 November 2025 | 15:35 WIB

PDIP Sindir Pemimpin Fasis dan Zalim Lewat Tokoh Wayang Prabu Boko, Siapa Dimaksud?

PDIP Sindir Pemimpin Fasis dan Zalim Lewat Tokoh Wayang Prabu Boko, Siapa Dimaksud?

News | Sabtu, 08 November 2025 | 12:12 WIB

Muhammadiyah dan Gus Mus Kompak Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Muhammadiyah dan Gus Mus Kompak Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Video | Sabtu, 08 November 2025 | 15:00 WIB

Pemerintah Dicap Tutup Mata atas Kediktatoran Soeharto, Rezim Nazi Hitler sampai Diungkit, Kenapa?

Pemerintah Dicap Tutup Mata atas Kediktatoran Soeharto, Rezim Nazi Hitler sampai Diungkit, Kenapa?

News | Sabtu, 08 November 2025 | 10:18 WIB

Terkini

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

×