KPAI: Mental Gen ZAlpha Kian Rentan, Risiko Balas Dendam Korban Bullying Meningkat

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Senin, 10 November 2025 | 09:32 WIB
KPAI: Mental Gen ZAlpha Kian Rentan, Risiko Balas Dendam Korban Bullying Meningkat
Mental gen alpha kian rentan. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • KPAI menyebut anak-anak di masa transisi Gen Z–Alpha memiliki kondisi psikologis lebih rentan, dengan resiliensi yang menurun saat menghadapi tekanan.
  • Dalam sebulan terakhir, sejumlah kasus ekstrem akibat bullying terjadi, termasuk siswa yang menjadi pelaku hingga ada yang meninggal.
  • KPAI khawatir pola serupa dapat terulang, termasuk risiko balas dendam dan tindakan destruktif, sebagaimana pada kasus ledakan di SMA 72.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, saat ini kondisi psikologis anak-anak sedikit berbeda. Kondisi mental anak saat ini dianggap jauh lebih rentan.

“Kondisi anak-anak kita hari ini berbeda. Anak-anak SMA sekarang adalah transisi antara Gen Z dan Gen Alpha, jadi mereka secara psikologis itu jauh lebih rentan,” kata Komisioner KPAI, Diyah Puspitari, di SMA 72 Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Saat ini, jika anak merasa dalam tekanan yang semakin tinggi, maka kemampuannya untuk bangkit semakin rendah.

“Nah anak-anak ini ketika dia mengalami satu hal yang membuat tekanannya semakin besar, resiliensinya pun semakin rendah,” katanya

“Dan anak-anak kita ini hari ini lebih banyak berdiskusi atau berinteraksi dengan dunia maya daripada dunia nyata,” imbuhnya.

Dalam sebulan terakhir, KPAI telah mengkaji berbagai kasus siswa yang nekat mengakhiri hidup karena perundungan. Salah satu kasus tersebut terjadi di Gerobokan, Lampung, dan Purbalingga.

“Ya itu anak yang sebelumnya juga menjadi korban bullying, terus kemudian menjadi pelaku, sampai ada yang meninggal,” jelasnya.

Dengan kondisi yang seperti itu, Diyah khawatir jika nantinya para korban perundungan bakal melakukan balas dendam dengan hal serupa.

“Kami khawatir bahwa kondisi seperti ini Ini adalah bentuk keresiliensi yang rendah pada anak sehingga melakukan upaya balas dendam, ataupun juga men-destroy yang lain, atau kita juga khawatir ini adalah bentuk suicide yang lain,” tandasnya.

baca juga

Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di Masjid SMA 72 sesaat sebelum dilaksanakannya Salat Jumat, pada 7 November lalu. Puluhan siswa mengalami luka akibat insiden tersebut.

Diketahui, terduga pelaku merupakan salah seorang siswa yang selama ini mendapat perundungan dari rekan-rekannya. Ia melakukan peledakan akibat ingin membalaskan dendam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motif Pelaku Ledakan di SMAN 72: KPAI Sebut Dugaan Bullying hingga Faktor Lain

Motif Pelaku Ledakan di SMAN 72: KPAI Sebut Dugaan Bullying hingga Faktor Lain

News | Minggu, 09 November 2025 | 22:00 WIB

Mata Lelah, Pikiran Kacau? Mungkin Kamu Butuh Digital Detox

Mata Lelah, Pikiran Kacau? Mungkin Kamu Butuh Digital Detox

Your Say | Minggu, 09 November 2025 | 15:38 WIB

Tergulung Doomscrolling, Ketika Layar Jadi Sumber Cemas

Tergulung Doomscrolling, Ketika Layar Jadi Sumber Cemas

Your Say | Sabtu, 08 November 2025 | 14:05 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×