Penculikan Bilqis: Anggota DPR Ungkap Dugaan Sindikat Perdagangan Anak Terorganisir!

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 10 November 2025 | 11:17 WIB
Penculikan Bilqis: Anggota DPR Ungkap Dugaan Sindikat Perdagangan Anak Terorganisir!
Polisi menyerahkan Bilqis ke anggota keluarganya di Mapolrestabes Makassar. Bocah 4 tahun itu diculik oleh sindikat perdagangan anak [SuaraSulsel.id/Istimewa]
baca 10 detik
  • DPR desak polisi bongkar tuntas sindikat penculikan dan penjualan anak di Indonesia.

  • Kasus Bilqis tunjukkan adanya pasar gelap dan jaringan perdagangan anak yang terorganisir.

  • Aparat diminta usut jaringan lintas daerah hingga kemungkinan adanya koneksi sindikat internasional.

Suara.com - Kasus penculikan Bilqis, anak berusia empat tahun asal Makassar yang berhasil ditemukan di Jambi, mendapat sorotan tajam dari parlemen. Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion, mendesak aparat kepolisian untuk membongkar tuntas sindikat penculikan dan penjualan anak yang diyakini beroperasi di Indonesia.

“Kami menilai penculikan Bilqis ini adalah fenomena gunung es. Kami mendesak aparat kepolisian membongkar sindikat ini agar anak-anak Indonesia bisa hidup dengan aman,” ujar Mafirion kepada wartawan, Senin (10/11/2025).

Mafirion menyoroti pola kejahatan dalam kasus ini yang menunjukkan adanya jaringan terorganisir. Menurutnya, perpindahan korban dari Makassar hingga Jambi dalam waktu singkat adalah bukti kuat.

“Bayangkan, seorang anak diculik di Makassar, dijual ke pembeli di Sukoharjo seharga Rp3 juta, lalu dijual lagi seharga Rp30 juta. Rantai ini menunjukkan adanya pasar gelap untuk perdagangan anak, lengkap dengan pelaku, pembeli, dan perantara,” jelasnya.

Sembari mengapresiasi keberhasilan aparat menemukan Bilqis, Mafirion menegaskan bahwa penangkapan ini harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

“Penemuan korban di Jambi mengindikasikan adanya jalur khusus yang digunakan sindikat. Kepolisian perlu menelusuri siapa saja yang terlibat, bagaimana polanya, serta siapa otak di baliknya,” tegas Mafirion.

Legislator asal Riau ini juga meminta aparat untuk menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan jaringan internasional, mengingat cepatnya perpindahan korban lintas provinsi.

“Kasus Bilqis harus menjadi momentum untuk memutus mata rantai perdagangan anak di Indonesia. Menemukan korban tidak cukup; yang terpenting adalah membongkar dan memusnahkan sindikatnya hingga ke akar,” pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayu Ting Ting Berbagi Cerita Perdana Hujan-hujanan Demi Blackpink

Ayu Ting Ting Berbagi Cerita Perdana Hujan-hujanan Demi Blackpink

Entertainment | Senin, 10 November 2025 | 10:43 WIB

Dijual Rp80 Juta ke Suku Anak Dalam Jambi, Terungkap Jejak Pilu Penculikan Bocah Bilqis

Dijual Rp80 Juta ke Suku Anak Dalam Jambi, Terungkap Jejak Pilu Penculikan Bocah Bilqis

News | Minggu, 09 November 2025 | 18:39 WIB

Tampang Sri Yuliana, Penculik Bocah Bilqis di Makassar, Ngaku Kasihan Korban Tak Punya Ortu

Tampang Sri Yuliana, Penculik Bocah Bilqis di Makassar, Ngaku Kasihan Korban Tak Punya Ortu

News | Minggu, 09 November 2025 | 19:15 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×