Hanya 8 Persen Perempuan Jadi Pahlawan Nasional, Komnas Perempuan Kritik Pemerintah Bias Sejarah

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Senin, 10 November 2025 | 17:34 WIB
Hanya 8 Persen Perempuan Jadi Pahlawan Nasional, Komnas Perempuan Kritik Pemerintah Bias Sejarah
Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor. [Antara]
baca 10 detik
  • Komnas Perempuan kritik minimnya pahlawan nasional perempuan, hanya 8 persen dari total.

  • Ini cerminkan cara pandang negara yang abaikan peran perempuan dalam sejarah bangsa.

  • Dari 10 pahlawan nasional baru, hanya dua orang yang merupakan tokoh perempuan.

Suara.com - Ketua Komisi Nasional Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menyoroti rendahnya representasi perempuan dalam daftar pahlawan nasional Indonesia. Menurutnya, hal ini menunjukkan masih kuatnya cara pandang negara yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap dalam narasi sejarah perjuangan bangsa.

Pemimpin Komnas Perempuan ini memaparkan data dari Kementerian Sosial yang menunjukkan bahwa dari total 206 pahlawan nasional, hanya 16 orang atau sekitar 8 persen yang merupakan perempuan.

"Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari konstruksi sejarah yang sering kali menempatkan perempuan sebagai pendukung, bukan pelaku utama dalam sejarah perjuangan bangsa," ujar Maria dalam webinar Komnas Perempuan, Senin (10/11/2025).

Maria menegaskan, Komnas Perempuan memiliki mandat untuk memastikan kontribusi perempuan diakui sebagai bagian integral dari sejarah. Ia menilai, sejarah yang adil gender adalah fondasi penting untuk membangun masa depan yang berkeadilan.

"Sejarah yang adil gender adalah fondasi bagi masa depan yang berkeadilan," imbuhnya.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan perempuan harus menjadi inspirasi dalam perjuangan masa kini untuk melawan kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk ketidakadilan.

"Melalui webinar ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa perjuangan perempuan tidak hanya milik masa lalu," ucap Maria.

Kritik ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan 10 pahlawan nasional baru untuk tahun 2025. Dari jumlah tersebut, hanya ada dua tokoh perempuan, yaitu aktivis buruh Marsinah dan reformator pendidikan Islam asal Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyah.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Rahmah El Yunusiyyah: Pahlawan Nasional dan Syaikhah Pertama dari Universitas Al-Azhar

Kisah Rahmah El Yunusiyyah: Pahlawan Nasional dan Syaikhah Pertama dari Universitas Al-Azhar

News | Senin, 10 November 2025 | 16:56 WIB

Rektor IPB Arif Satria Resmi Jadi Nakhoda Baru BRIN, Babak Baru Riset Nasional Dimulai

Rektor IPB Arif Satria Resmi Jadi Nakhoda Baru BRIN, Babak Baru Riset Nasional Dimulai

News | Senin, 10 November 2025 | 16:55 WIB

Momen Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan

Momen Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan

Foto | Senin, 10 November 2025 | 16:42 WIB

Terkini

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

×