-
Pergantian Kepala BRIN dinilai analis lebih karena faktor kapasitas, bukan dominasi alasan politik.
-
Kepemimpinan sebelumnya dianggap tidak memiliki kebijakan yang signifikan untuk mendukung kemajuan riset nasional.
-
Kepala BRIN baru, Arif Satria, memiliki rekam jejak prestasi menonjol saat memimpin IPB.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (10/11/2025), menandai transisi kepemimpinan strategis di tubuh BRIN.
Arif Satria, yang sebelumnya dikenal luas sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, kini mengemban tugas berat untuk mengarahkan kebijakan riset dan inovasi nasional.