- Tumpukan sampah tersebut telah dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun.
- Tumpukan sampah sudah menggunung hingga ketinggian 3,5 meter.
- Sebelum setahun terakhir, sampah di kawasan tersebut selalu berhasil diangkut setiap hari.
Suara.com - Tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun.
Sampah tersebut baru mulai diangkut setelah ramai diberitakan media massa.
Pantauan Suara.com di lokasi, tumpukan sampah sudah menggunung hingga ketinggian 3,5 meter. Sampah yang berserakan beragam, mulai dari makanan, plastik, hingga barang tak terpakai lainnya.
Baunya juga terasa cukup menyengat di bawah kolong tol. Sementara, banyak warga penghuni kolong tol yang mengambil sampah untuk daur ulang seperti plastik.
Trisno (58), warga sekitar yang juga menjadi relawan penanganan sampah di lokasi, mengatakan penumpukan itu sudah terjadi sejak tahun lalu.
Ia menyebut, permasalahan utama terletak pada keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (LH).
“Kalau menumpuk sebenarnya udah lama, udah satu tahun kali lah. Karena kendalanya ya begitu, dari armadanya. Kadang-kadang mobil ada yang rusak, terus di tempat pembuangannya kadang-kadang macet. Mereka dari pagi sampai pagi lagi kadang baru selesai,” ujar Trisno saat ditemui di lokasi, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, sebelum setahun terakhir, sampah di kawasan tersebut selalu berhasil diangkut setiap hari. Namun kini, jumlah kendaraan pengangkut berkurang dari tujuh menjadi enam unit.
“Dulu itu sampah selalu habis. Sebenarnya di sini jatah mobil tujuh buat ngangkut sampah, tapi karena satu libur jadi enam lah yang jalan tiap hari. Kalau enam mobil itu jalan semua, tuntas, enggak ada sampah yang menumpuk,” jelas Trisno.
Ia menambahkan, kondisi makin parah setelah tempat pembuangan sementara (TPS) di Danau Cincin, Papanggo, ditutup sementara karena perbaikan jalan.
Akibatnya, sampah dari berbagai wilayah dialihkan ke kolong tol tersebut.
“Menumpuknya ini karena awalnya tempat buang sampah di Danau Cincin itu ditutup sementara. Akhirnya dialihkan buang ke sini semua. Nah dari situ armadanya jadi tersendat, makanya sampah di sini numpuk,” ungkapnya.
Trisno menjelaskan, sejak awal tahun tumpukan sampah kian tak terkendali. Dalam sehari, lima mobil sampah bisa masuk ke lokasi, namun hanya dua yang berhasil diangkut.
“Misalnya hari ini masuk lima mobil, tapi cuma dua yang bisa diambil, berarti ada tiga ‘celengan’ yang belum dimuat,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan area di bawah tol itu sebenarnya bukan TPS resmi. Namun karena sudah lama dijadikan tempat pembuangan oleh warga, kebiasaan itu terus berlanjut.