- Tumpukan sampah tersebut telah dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun.
- Tumpukan sampah sudah menggunung hingga ketinggian 3,5 meter.
- Sebelum setahun terakhir, sampah di kawasan tersebut selalu berhasil diangkut setiap hari.
“Sebenarnya ini bukan TPS. Karena istilahnya ini sampah masyarakat. Sampah di sini udah bertahun-tahun, mungkin ada dua puluh tahun. Awalnya dari depan, lalu pindah ke dalam. Sebenarnya enggak boleh karena mengganggu area tol, tapi namanya masyarakat, ya akhirnya seperti ini, numpuk,” ujarnya.

Trisno menyebut, sampah yang menumpuk berasal dari empat kelurahan, yakni Sunter Jaya, Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas sebagian, dan Papanggo sebagian. Bahkan, ada juga sampah dari kegiatan di luar wilayah.
Trisno menuturkan, penanganan baru dilakukan setelah masalah tersebut ramai diberitakan dan dilaporkan warga.
Padahal sebelumnya, warga sudah mengirim aduan lewat aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM), namun tidak ditanggapi.
“Mungkin kalau enggak diberitain enggak ada gebrakannya. Padahal udah di-CRM-in sama warga, laporan lewat CRM, tapi enggak ada tanggapan. Setelah diberitain, baru ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kini, tumpukan sampah mulai berkurang setelah dilakukan pengangkutan bertahap oleh Dinas LH usai ramai diberitakan.
"Kemarin awal pertama gebrakan hari Minggu itu, langsung 16 mobil. Hari Senin 12 mobil, hari ini 9 mobil,” katanya.
“Insyaallah hari Jumat udah tuntas, udah beres semuanya,” pungkasnya.