Suara.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kerja sama strategis dengan Canva, untuk mendorong transformasi digital pembelajaran di Indonesia.
Hal ini dikemukakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan digital di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dalam Konferensi Pendidikan dan Gelar Karya bersama Canva di Gedung Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025),
“Kerja sama dengan Canva menjadi contoh nyata partisipasi semesta dalam memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi. Digitalisasi pendidikan harus menjangkau seluruh pelosok negeri agar kesempatan belajar merata bagi setiap anak Indonesia,” ujarnya.
Abdul Mu’ti berharap, kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Canva dapat diperluas ke daerah 3T agar seluruh guru dan siswa, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap platform pembelajaran kreatif dan literasi digital yang setara.
“Kami berharap, kerja sama dengan Canva dapat diperluas ke daerah 3T, sebagai bagian dari upaya menjangkau pendidikan yang inklusif untuk semua,” tegasnya.
Hingga 2025, tercatat 18,9 juta akun Belajar.id di bawah Kemendikdasmen telah terhubung dengan Canva for Education. Dari jumlah tersebut, 6,7 juta pengguna aktif memanfaatkan platform ini dalam kegiatan belajar-mengajar, dan lebih dari 92 ribu guru telah mengikuti pelatihan pemanfaatan Canva.
Asia-Pacific Education Lead Canva for Education, Megan Townes, menyampaikan bahwa kemitraan dengan Kemendikdasmen merupakan langkah penting dalam memperluas akses dan kreativitas digital bagi guru serta siswa di Indonesia.
“Merupakan kehormatan bagi Canva untuk memperdalam kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam membuka kreativitas di setiap ruang kelas di Indonesia,” ujarnya.
Megan juga menyebut, Indonesia kini menjadi pasar terbesar Canva di Asia dan ketiga terbesar di dunia, dengan lebih dari 6,7 juta guru dan siswa yang telah menghasilkan lebih dari 300 juta desain pendidikan.
“Kemitraan hari ini adalah bukti bahwa partisipasi universal bukan sekadar slogan, melainkan kolaborasi nyata yang memberi dampak bagi jutaan pelajar di seluruh Indonesia,” tambahnya. ***
Kontributor : Tantri Amela Iskandar