- Korban AGT ditemukan meninggal dunia di dalam septic tank sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya
- Keberhasilan menemukan jenazah korban terjadi setelah polisi lebih dulu menangkap terduga pelaku, YH, dalam operasi kilat kurang dari 24 jam
- Polisi sempat mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) untuk mencari korban di lokasi penemuan, namun jejak korban baru terungkap setelah pelaku ditangkap dan mengaku
Suara.com - Misteri hilangnya AGT, istri seorang pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, berakhir tragis. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi yang tak terduga, yakni di dalam sebuah septic tank rumah kosong, sekitar 300 meter dari kediamannya.
Penemuan jenazah ini merupakan puncak dari kerja cepat tim gabungan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari yang berhasil membekuk terduga pelaku, YH, dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kapolresta Manokwari, Komisaris Besar Polisi Ongky Isgunawan, pada Selasa (11/11/2025) sore, memimpin langsung rilis pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik Manokwari ini.
"Ini merupakan hasil kerja cepat tim gabungan dalam menindaklanjuti laporan tindak pidana tersebut. Saya ucapkan turut berduka cita," kata Ongky sebagaimana dilansir kantor berita Antara.
Kronologi penemuan korban berawal dari laporan perampokan dan penculikan yang diterima polisi pada Senin (10/11) pukul 18.00 WIT. Tim langsung bergerak cepat memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi.
Pencarian korban pun dilakukan secara intensif. Pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIT, polisi bahkan mengerahkan anjing pelacak (K-9) untuk menyisir sebuah rumah kosong yang dicurigai, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Titik terang kasus ini baru muncul setelah tim gabungan berhasil menangkap terduga pelaku YH. Dari penangkapan inilah, lokasi persembunyian jenazah korban akhirnya terungkap. Pelaku mengakui telah menyembunyikan jasad AGT di dalam septic tank di rumah kosong yang sebelumnya telah dilacak polisi.
"Jenazah kami evakuasi ke RSUD Manokwari untuk proses visum," ucap Ongky.
Peristiwa perampokan disertai pembunuhan ini diduga terjadi pada Senin siang sekitar pukul 12.30 WIT, saat suami korban sedang bekerja di kantornya.
Fakta awal yang didapat polisi menyebutkan bahwa pelaku, YH, ternyata pernah bekerja di rumah korban. Hal ini membuat motif di balik aksi kejinya masih terus didalami oleh penyidik.
"Informasi lebih rinci akan kami sampaikan kemudian," ujar Ongky.