Menteri P2MI: Ada 352 Ribu Lowongan Kerja di Luar Negeri, Baru 20 Persen WNI yang Lamar

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 18 November 2025 | 13:51 WIB
Menteri P2MI: Ada 352 Ribu Lowongan Kerja di Luar Negeri, Baru 20 Persen WNI yang Lamar
Menteri P2MI Mukhtarudin. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Berbagai negara terus mengajukan permintaan tenaga kerja dari Indonesia.
  • Besarnya permintaan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di dalam negeri.
  • Permintaan itu sejalan dengan rencana pemerintah yang berupaya meningkatkan kualitas pekerja migran. 

Suara.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan bahwa peluang kerja di luar negeri saat ini terbuka sangat lebar.

Menurutnya, berbagai negara terus mengajukan permintaan tenaga kerja dari Indonesia, namun kapasitas pemenuhan kebutuhan tersebut masih jauh dari ideal.

Mukhtarudin menjelaskan, negara-negara seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, Turki, hingga kawasan Eropa terus menunjukkan permintaan tinggi terhadap pekerja migran Indonesia.

"Bahkan kemarin saya ketemu dengan dubes Indonesia untuk Itali, untuk beberapa negara dekat Itali itu kita akan dapat juga masuk ke sana," kata Mukhtarudin ditemui di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

"Kemudian Jerman juga sudah ada pembicaraan. Jadi sebenarnya banyak ya," lanjutnya menambahkan.

Ia menegaskan bahwa besarnya permintaan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di dalam negeri.

Saat ini kata Mukhtarudin, ada sekitar 352 ribu lowongan kerja di luar negeri. Namun, baru sekitar 20 persen pekerja migran Indonesia yang mendaftar.

"Masih ada 80 persen lagi kurang lebih yang belum ada supply-nya, yang belum didaftar," ujarnya.

Mukhtarudin menilai rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan pekerja terutama disebabkan oleh tuntutan kompetensi dan penguasaan bahasa asing yang menjadi syarat utama.

baca juga

Untuk itu, pemerintah kini tengah menggenjot peningkatan keahlian calon pekerja migran agar dapat memenuhi standar yang diminta negara tujuan.

"Butuh keahlian, bahasa. Artinya demand luar negeri itu terbuka, tinggal kita menyiapkan dari sisi sumber daya manusianya," kata Muktarudin.

Adapun untuk bidang keahlian, menurut Mukhtarudin, saat ini sedang banyak dicari ahli welder atau las, hospitality, serta caregiver.

Permintaan itu sejalan dengan rencana pemerintah yang berupaya meningkatkan kualitas pekerja migran. Dari sebelumnya identik menjadi asisten rumah tangga, diharapkan lebih banyak yang bekerja sebagai tenaga profesional dengan keahlian khusus.

"Jadi mengisi juga high skill yang ada di luar negeri. Walaupun sekarang udah banyak juga yang sudah banyak, bahkan ada yang jadi pramugari itu juga pekerja migran yang berada di Qatar Air. Jadi sebenarnya luas," ucap Mukhtarudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bakal Kirim 500 Ribu TKI ke Luar Negeri Tahun Depan, Ini Syarat dan Sumber Rekrutmennya

Pemerintah Bakal Kirim 500 Ribu TKI ke Luar Negeri Tahun Depan, Ini Syarat dan Sumber Rekrutmennya

News | Jum'at, 14 November 2025 | 15:10 WIB

Pemerintah Genjot Kualitas Calon Pekerja Migran: Bahasa hingga Sertifikasi Jadi Fokus Utama!

Pemerintah Genjot Kualitas Calon Pekerja Migran: Bahasa hingga Sertifikasi Jadi Fokus Utama!

News | Jum'at, 14 November 2025 | 13:15 WIB

Pulangkan 26 WNI Korban Online Scam di Myanmar, Menteri P2MI: Jangan Tergiur Tawaran Kerja Ilegal

Pulangkan 26 WNI Korban Online Scam di Myanmar, Menteri P2MI: Jangan Tergiur Tawaran Kerja Ilegal

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:10 WIB

Mengapa Myanmar dan Kamboja Bukan Negara Tujuan Kerja yang Aman? Ini Penjelasan Pemerintah

Mengapa Myanmar dan Kamboja Bukan Negara Tujuan Kerja yang Aman? Ini Penjelasan Pemerintah

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 01:00 WIB

Terkini

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:48 WIB

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

×