Program SMK Go Global Dinilai Bisa Tekan Pengangguran, P2MI: Target 500 Ribu Penempatan

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 18 November 2025 | 15:39 WIB
Program SMK Go Global Dinilai Bisa Tekan Pengangguran, P2MI: Target 500 Ribu Penempatan
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa program SMK Go Global berpotensi memberikan dampak besar dalam menurunkan angka pengangguran
  • Mukhtarudin memaparkan capaian penempatan pekerja migran dalam dua tahun terakhir, yang menurutnya menunjukkan tren positif
  • Ia menyebut jika program SMK Go Global mampu mencapai target penempatan 500 ribu hingga 1 juta pekerja

Suara.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa program SMK Go Global berpotensi memberikan dampak besar dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

Program yang ditargetkan mampu memberangkatkan hingga 500 ribu pekerja migran pada 2026 dinilai sebagai terobosan untuk memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional.

Mukhtarudin memaparkan capaian penempatan pekerja migran dalam dua tahun terakhir, yang menurutnya menunjukkan tren positif.

Pada 2024, Indonesia berhasil menempatkan sekitar 297 ribu pekerja migran ke berbagai negara. Sementara pada tahun berjalan, angka penempatan telah mencapai 230 ribu, mendekati target 259 ribu.

“Tahun ini kita sudah mencapai 230 ribuan yang sudah ditempatkan, target kita 259 ribu, jadi ada kurang lebih 17 ribu lagi yang masih kita kejar,” ujar Mukhtarudin ditemui usai rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Ia menyebut jika program SMK Go Global mampu mencapai target penempatan 500 ribu hingga 1 juta pekerja, dampaknya terhadap penurunan pengangguran akan sangat besar.

Namun, ia menekankan bahwa capaian itu bergantung pada kemampuan Indonesia menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

"Kalau target (SMK Go Global) 500 ribu sampai 1 juta, maka tentu sangat besar pengaruhnya terhadap pengangguran kita," ujarnya.

Mukhtarudin menambahkan bahwa pemerintah mendorong penguatan kompetensi tenaga kerja di sektor-sektor profesional, termasuk kategori middle skill dan high skill, sesuai standar negara-negara penempatan. Langkah ini dilakukan agar tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif dan dapat menembus lebih banyak pasar global.

baca juga

Kendati diberi nama SMK Go Global, pemerintah tetap membuka program tersebut untuk lulusan SMA asalkan yang telah memiliki sertifikasi keahlian tertentu.

Mukhtarudin menjelaskan kalau melalui program itu, pemerintah akan menyubsidi biaya keseluruhan persiapan oara calin pekerja migran. Biaya itu meliputi pelatihan skill, cek kesehatan, hingga pengurusan dokumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri P2MI: Ada 352 Ribu Lowongan Kerja di Luar Negeri, Baru 20 Persen WNI yang Lamar

Menteri P2MI: Ada 352 Ribu Lowongan Kerja di Luar Negeri, Baru 20 Persen WNI yang Lamar

News | Selasa, 18 November 2025 | 13:51 WIB

Lulusan SMK Tahun Berapa Pun Bisa Ikut Program Kerja ke Luar Negeri, Bagaimana Cara Daftarnya?

Lulusan SMK Tahun Berapa Pun Bisa Ikut Program Kerja ke Luar Negeri, Bagaimana Cara Daftarnya?

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:31 WIB

Mau Kirim 500 Ribu Pekerja ke Luar Negeri, Pemerintah Siapkan Anggaran hingga Rp25 T, Buat Apa Saja?

Mau Kirim 500 Ribu Pekerja ke Luar Negeri, Pemerintah Siapkan Anggaran hingga Rp25 T, Buat Apa Saja?

News | Selasa, 18 November 2025 | 11:28 WIB

Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'

Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'

News | Jum'at, 14 November 2025 | 13:01 WIB

Program SMK Go Global Dimulai Akhir Tahun, Pemerintah Kirim Lulusan SMA/SMK Kerja ke Luar Negeri

Program SMK Go Global Dimulai Akhir Tahun, Pemerintah Kirim Lulusan SMA/SMK Kerja ke Luar Negeri

News | Rabu, 12 November 2025 | 17:26 WIB

Pulangkan 26 WNI Korban Online Scam di Myanmar, Menteri P2MI: Jangan Tergiur Tawaran Kerja Ilegal

Pulangkan 26 WNI Korban Online Scam di Myanmar, Menteri P2MI: Jangan Tergiur Tawaran Kerja Ilegal

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:10 WIB

Mengapa Myanmar dan Kamboja Bukan Negara Tujuan Kerja yang Aman? Ini Penjelasan Pemerintah

Mengapa Myanmar dan Kamboja Bukan Negara Tujuan Kerja yang Aman? Ini Penjelasan Pemerintah

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 01:00 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×