YLBHI Desak Komnas HAM Tak Takut Intervensi dalam Kasus Munir

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Minggu, 23 November 2025 | 10:43 WIB
YLBHI Desak Komnas HAM Tak Takut Intervensi dalam Kasus Munir
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • YLBHI, melalui ketuanya Muhammad Isnur, menduga ada intervensi terhadap komisioner Komnas HAM terkait penyelidikan kasus Munir.
  • Isnur mendesak Komnas HAM bersikap tegas memanggil semua pihak untuk mencari bukti kejahatan kemanusiaan Munir.
  • Komnas HAM harus mempertimbangkan hasil tim pencari fakta sebelumnya mengenai kematian Munir pada September 2004.

Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengaku mendengar kabar mengenai dugaan adanya intervensi terhadap komisioner Komnas HAM dalam penyelidikan kasus Munir.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa Komnas HAM harus tetap berani dengan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan Munir.

“Jadi Komnas HAM seharusnya memang bersikap tegas, cepat dan tidak pandang bulu, memanggil pihak-pihak baik saksi maupun terlapor, terduga untuk mencari tahu dan mencari bukti yang lebih kuat untuk membawa pembunuhan Munir sebagai bagian dari kejahatan kemanusiaan, bagian dari pelanggaran HAM berat,” kata Isnur di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Sabtu (22/11/2025).

Dia juga mengatakan bahwa Komnas HAM tidak boleh takut mengusut perkara ini meski ada informasi mengenai pihak-pihak yang mencoba melakukan intervensi.

“Jangan takut ya, karena kami mendengarkan juga ada banyak kekhawatiran, ada banyak coba-coba intervensi kepada para komisioner. Komnas HAM jangan takut, Komnas HAM harus serius menyelidiki, karena bagi kami Munir bukan semata-mata Munir personal, tapi dia adalah simbol dalam penegakan hak asasi manusia,” tutur Isnur.

Lebih lanjut, Isnur juga menegaskan bahwa Komnas HAM harus mempertimbangkan temuan-temuan dari tim pencari fakta yang sebelumnya juga telah menyelidiki perkara ini.

Dia juga menanggapi pemeriksaan yang dilakukan Komnas HAM terhadap mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono.

“Gini, Muchdi PR kan sebagai tersangka dan terdakwa dulu dalam proses persidangan di pengadilan, dan terhenti karena dia putus bebas. Dan itu menurut kami adalah kegagalan penegakkan hukum, padahal bukti-buktinya cukup kuat,” tegas Isnur.

Sekadar informasi, aktivis HAM Munir diketahui dibunuh pada 7 September 2004 dalam penerbangan Garuda Indonesia GA-974 dari Jakarta ke Amsterdam melalui Singapura

baca juga

Dia dilaporkan meninggal dunia sekitar dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda, pukul 08.10 waktu setempat. Hasil otopsi menunjukkan adanya senyawa arsenik dalam tubuh Munir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Prabowo Batalkan KUHAP lewat Perppu

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Prabowo Batalkan KUHAP lewat Perppu

Video | Sabtu, 22 November 2025 | 21:00 WIB

DPR 'Sembunyikan Draf' RUU KUHAP: Pengesahan Tertutup Tanpa Partisipasi Publik

DPR 'Sembunyikan Draf' RUU KUHAP: Pengesahan Tertutup Tanpa Partisipasi Publik

News | Sabtu, 22 November 2025 | 15:41 WIB

'Tangan Ikut Berlumuran Darah', Alasan Sipil ASEAN Tolak Komnas HAM Myanmar di Forum Jakarta

'Tangan Ikut Berlumuran Darah', Alasan Sipil ASEAN Tolak Komnas HAM Myanmar di Forum Jakarta

News | Rabu, 19 November 2025 | 12:16 WIB

Terkini

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×