'Tangan Ikut Berlumuran Darah', Alasan Sipil ASEAN Tolak Komnas HAM Myanmar di Forum Jakarta

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 19 November 2025 | 12:16 WIB
'Tangan Ikut Berlumuran Darah', Alasan Sipil ASEAN Tolak Komnas HAM Myanmar di Forum Jakarta
Serikat Pekerja dan Organisasi Masyarakat Sipil Asean menggelar aksi solidaritas kepada warga Myanmar di depan Hotel Le Meredien, Jakarta. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  •  Aksi ini dilakukan karena banyak kekerasan hingga pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Junta Militer.
  • Mereka menilai MNHRC tidak sepatutnya berada di dalam forum tersebut.
  • Selanjutnya menolak keanggotaan MNHRC tergabung dalam SEANF.

Suara.com - Serikat Pekerja dan Organisasi Masyarakat Sipil Asean menggelar aksi solidaritas kepada warga Myanmar di depan Hotel Le Meredien, Jakarta.

Aksi dilaksanakan lantaran situasi hak asasi manusia (HAM) di Myanmar sangat memprihatinkan sejak kudeta militer sejak 2021 lalu.

Perwakilan peserta aksi dari Wood Worker International, Federasi Serikat Pekerja Global sektor konstruksi, Khamid Istakhori, mengatakan aksi solidaritas dilakukan lantaran telah banyak aksi kekerasan hingga pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Junta Militer.

Mereka sengaja memilih Hotel Le Meredien sebagai lokasi aksi lantaran bertepatan dengan berlangsungnya pertemuan Komisioner Komnas HAM se-Asean atau South East Asia National Human Right Institutions Forum (SEANF).

“Hari ini bertempatan dengan sidang umum pelaksanaan pertemuan para komisioner Komnas HAM se-ASEAN. Satu yang kami protes, mereka tetap mengakomodir perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Myanmar, MNHRC, yang datang di tempat ini,” kata Khamid, saat ditemui Suara.com, Rabu (19/11/2025).

Khamid menyatakan, jika MNHRC tidak sepatutnya berada di dalam forum tersebut, lantaran tangan mereka ikut berlumuran darah akibat aksi represif aparat militer.

“Padahal mereka tangannya ikut berlumuran darah memberikan represif kepada kawan-kawan Myanmar. Mereka tidak menjalankan prinsip dasar dan pekerjaan paling dasar sebagai seorang komisioner di Komnas,” jelasnya.

Dalam aksi kali ini, Khamid menyampaikan, jika tuntutan utama mereka dalam aksi kali ini yakni Komnas HAM Indonesia mengakomodir ide yang mereka tawarkan.

Selanjutnya menolak keanggotaan MNHRC tergabung dalam SEANF.

baca juga

“Ya, Komnas HAM-nya Myanmar itu sudah dikooptasi oleh militer sehingga mereka kemudian tidak menjalankan tugas sebagai komisioner memberikan perlindungan HAM,” katanya.

“Tapi justru kemudian mereka melegitimasi apa yang dilakukan oleh tuntutan militer, tidak memberikan investigasi apapun,” Khamid menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Komnas HAM Dihapus Lewat Revisi UU HAM, Anis Hidayah Catat 21 Pasal Krusial

Khawatir Komnas HAM Dihapus Lewat Revisi UU HAM, Anis Hidayah Catat 21 Pasal Krusial

News | Senin, 17 November 2025 | 14:15 WIB

Asfinawati Nilai Ada 'Main Politik' di Balik Mandeknya Kasus HAM di Kejagung

Asfinawati Nilai Ada 'Main Politik' di Balik Mandeknya Kasus HAM di Kejagung

News | Rabu, 12 November 2025 | 20:29 WIB

Fakta Kelam Demo Agustus: 3.337 Orang Ditangkap dan Ada yang Tewas, Rekor Baru Era Reformasi?

Fakta Kelam Demo Agustus: 3.337 Orang Ditangkap dan Ada yang Tewas, Rekor Baru Era Reformasi?

News | Rabu, 12 November 2025 | 18:06 WIB

Komnas HAM Dorong Revisi UU untuk Atasi Pelanggaran HAM, Diskriminasi, dan Kekerasan Berbasis Gender

Komnas HAM Dorong Revisi UU untuk Atasi Pelanggaran HAM, Diskriminasi, dan Kekerasan Berbasis Gender

News | Rabu, 12 November 2025 | 16:46 WIB

Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi

Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi

News | Selasa, 11 November 2025 | 21:47 WIB

Terkini

4 Tablet 4G Murah dengan Performa Kencang dan Baterai Awet yang Bisa Dipilih

4 Tablet 4G Murah dengan Performa Kencang dan Baterai Awet yang Bisa Dipilih

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 07:48 WIB

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:43 WIB

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:40 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:30 WIB

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 07:26 WIB

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 07:16 WIB

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 07:10 WIB

×