Saat Pesisir Tergerus, Bagaimana Karbon Biru Bisa Jadi Sumber Pemulihan dan Penghidupan Warga?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 01 Desember 2025 | 14:31 WIB
Saat Pesisir Tergerus, Bagaimana Karbon Biru Bisa Jadi Sumber Pemulihan dan Penghidupan Warga?
Mangrove di Tambak Rejo. (Suara.com/Ikhsan)
baca 10 detik
    • Tambakrejo makin tergerus abrasi, reklamasi, dan perubahan arus hingga menghancurkan mangrove dan tambak warga; kondisi makin parah sejak pembangunan sheet pile.
    • Warga terus memulihkan pesisir lewat penanaman mangrove meski sering rusak; ekosistem ini penting karena menyimpan 17 persen potensi karbon biru dunia dan melindungi pesisir.
    • Pendanaan karbon biru jadi peluang pemulihan dan pendapatan, tetapi hanya berhasil jika masyarakat menjadi pusat proyek, dilibatkan penuh, dan mendapat manfaat langsung.

Suara.com - Kawasan pesisir Tambakrejo di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Gayamsari, Semarang, sudah lama hidup berdampingan dengan laut.

Namun dalam satu dekade terakhir, tekanan terhadap kawasan ini makin kuat, abrasi, reklamasi, dan perubahan arus laut kian merusak ekosistem mangrove yang selama ini menjadi benteng alami warga.

Secara geografis, posisi Tambakrejo memang rentan. Bagian utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sementara sisi timur dan barat diapit Sungai Banger, Banjir Kanal Timur, dan Sungai Mati.

Reklamasi yang berlangsung di kawasan tersebut memicu pengerukan tanah hingga sekitar 20 sentimeter per tahun. Tambak-tambak warga perlahan hilang diterjang laut.

Ketua Kelompok Pemanfaatan Lahan (KPL) Camar, Juraimi, menyaksikan perubahan itu sejak ia pindah ke Tambakrejo pada 1991.

Kelompok Camar membudidayakan mangrove di Tambakrejo Semarang. (Suara.com/Ikhsan)
Kelompok Camar membudidayakan mangrove di Tambakrejo Semarang. (Suara.com/Ikhsan)

“Dulu mangrove di sini lebat. Tapi abrasi dan reklamasi bikin satu per satu hilang. Tambak warga pun hilang karena air laut terus masuk,” ujarnya.

Kerusakan terbesar terjadi pada akhir 2024 hingga awal 2025, ketika pembangunan sheet pile tahap kedua mengubah arah gelombang dan menghantam kawasan mangrove di sisi timur.

“Kampung tidak lagi kena rob separah dulu, tapi gelombang sekarang memantul dan merusak mangrove,” kata Juraimi.

Upaya Warga Menyelamatkan Pesisir

baca juga

Meski tekanan alam terus datang, warga tidak berhenti berupaya. Sejak 2014, mereka memulai penanaman mangrove secara masif sebagai langkah pemulihan. Saat ini sekitar 1,5 hektare mangrove dewasa masih bertahan, sementara penanaman baru seluas 3 hektare terus dilakukan meski sering rusak diterjang musim baratan.

“Kami tetap menanam. Regenerasi harus tetap ada. Tapi kalau ombak datang, kami tidak bisa apa-apa,” ujar Juraimi.

Upaya warga seperti ini menjadi semakin penting dalam konteks global. Sejumlah data menunjukkan kawasan mangrove dan lamun Indonesia menyimpan sekitar 17 persen potensi karbon biru dunia, karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir.

Rusaknya mangrove tidak hanya menghilangkan pelindung pesisir, tetapi juga berpotensi melepaskan karbon kembali ke atmosfer.

Peluang Pendanaan: Kredit Karbon Biru

Karbon biru di Asia Tenggara (Photo by Smaart/Pexels)
Karbon biru di Asia Tenggara (Photo by Smaart/Pexels)

Menurut Karizki Hadyanafi, Perencana di Bappenas, skema kredit karbon biru kini mulai didorong sebagai sumber pendanaan pelestarian yang lebih berkelanjutan. Jika dikelola sesuai standar internasional seperti Verra atau Plan Vivo, proyek rehabilitasi mangrove dapat menghasilkan kredit karbon yang dijual ke perusahaan domestik maupun global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjuangan Merawat Mangrove di Tengah Abrasi dan Pembangunan, Apa yang Bisa Dilakukan?

Perjuangan Merawat Mangrove di Tengah Abrasi dan Pembangunan, Apa yang Bisa Dilakukan?

Lifestyle | Senin, 01 Desember 2025 | 12:52 WIB

Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut

Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut

News | Minggu, 30 November 2025 | 08:33 WIB

Isu Pembabatan Mangrove untuk Rumah Pribadi Mencuat, Komisi IV DPR Desak Investigasi Pemerintah

Isu Pembabatan Mangrove untuk Rumah Pribadi Mencuat, Komisi IV DPR Desak Investigasi Pemerintah

News | Jum'at, 28 November 2025 | 06:58 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×