Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Minggu, 30 November 2025 | 08:33 WIB
Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut
Kelompok Camar membudidayakan mangrove di Tambakrejo Semarang. (Suara.com/Ikhsan)
  • Penelitian Jerman menunjukkan mangrove berfungsi reaktor biokimia, melepaskan unsur renik penting bagi siklus unsur laut global.
  • Studi membuktikan mangrove berkontribusi signifikan pada masukan unsur laut, setara dengan debu atmosfer yang selama ini dianggap dominan.
  • Di Tambakrejo, Semarang, mangrove lokal mengurangi abrasi, mendukung keanekaragaman hayati, dan membuka potensi ekonomi bagi masyarakat.

Suara.com - Di pesisir Tambakrejo, Semarang, barisan mangrove yang ditanam warga menjadi pemandangan yang semakin akrab. Dalam beberapa tahun terakhir, tanaman ini kerap disebut sebagai salah satu “senjata alami” menghadapi krisis iklim.

Mangrove di Indonesia, yang merupakan rumah bagi lebih dari 20% total luas mangrove dunia, memiliki peran krusial yang jauh melampaui sekadar benteng pesisir. Namun, seberapa jauh mangrove benar-benar bekerja sebagai penopang lingkungan dan apakah fungsinya bisa menjadi solusi jangka panjang?

Pertanyaan itu makin relevan karena sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa peran mangrove tidak hanya menyimpan karbon dalam jumlah masif, yang diperkirakan empat hingga lima kali lebih banyak per hektare dibandingkan hutan darat. Ekosistem ini ternyata ikut menggerakkan siklus unsur renik yang penting bagi kehidupan laut.

Informasi semacam ini penting bagi publik, terutama ketika diskusi mengenai mitigasi iklim sering terjebak pada hitungan ton emisi.

Reaktor Biokimia di Pesisir: Peran Mangrove yang Terlupakan

Sebuah penelitian dari GEOMAR Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel di Jerman menemukan bahwa mangrove memiliki fungsi seperti “reaktor biokimia”. Sistem mangrove di pesisir Amazon, misalnya, melepaskan sekitar 8,4 juta gram neodimium terlarut ke laut setiap tahun. Jumlah ini setara dengan 64% dari total masukan unsur tersebut di wilayah itu.

Proses serupa diduga terjadi pada unsur renik lain seperti besi dan mangan yang berperan penting dalam pertumbuhan fitoplankton dan menjaga keseimbangan rantai makanan laut.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa mangrove memainkan peran sentral dalam siklus global unsur renik,” ujar Dr. Antao Xu, penulis utama studi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelarutan sedimen dan pertukaran air pori ikut membawa nutrien mikro ke perairan pesisir. Hal itu membuat mangrove bukan sekadar penyaring material dari daratan.

Kelompok Camar membudidayakan mangrove di Tambakrejo Semarang. (Suara.com/Ikhsan)
Kelompok Camar membudidayakan mangrove di Tambakrejo Semarang. (Suara.com/Ikhsan)

Profesor Martin Frank, penulis pendamping studi, menambahkan bahwa mangrove juga memproses dan melepaskan zat-zat ini secara selektif. Mekanisme itu menjadi penyumbang antara 6% hingga 9% total masukan neodimium ke laut secara global. Skala kontribusi tersebut sebanding dengan masukan dari debu atmosfer yang selama ini dianggap dominan.

Temuan ini memperluas pemahaman publik tentang ekosistem mangrove yang tidak hanya menyimpan karbon biru (blue carbon), tetapi juga mendukung produktivitas laut dalam jangka panjang.

Pelajaran dari Pesisir Semarang: Manfaat Nyata di Tingkat Lokal

Pemahaman ilmiah ini terasa dekat dengan realitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan mangrove. Di Tambakrejo, yang merupakan salah satu wilayah di pesisir utara Jawa yang rentan terhadap abrasi dan penurunan muka tanah, pengalaman warga merawat mangrove memberi gambaran tentang apa yang bisa dilakukan pada tingkat lokal.

Menurut Muhammad Yazid, Sekretaris Kelompok Peduli Lingkungan Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun, penanaman mangrove di wilayah mereka setidaknya sudah menunjukkan manfaat awal.

“Kita bisa merasakan pengurangan abrasi walaupun belum signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meski dampaknya belum dirasakan secara menyeluruh, kawasan mangrove yang mulai dikenal publik justru membuka potensi ekonomi. Tamu yang berkunjung memberi peluang bagi warga untuk menjual produk lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Pembabatan Mangrove untuk Rumah Pribadi Mencuat, Komisi IV DPR Desak Investigasi Pemerintah

Isu Pembabatan Mangrove untuk Rumah Pribadi Mencuat, Komisi IV DPR Desak Investigasi Pemerintah

News | Jum'at, 28 November 2025 | 06:58 WIB

Abrasi Berkurang, Kepiting Datang: Bagaimana Mangrove Mengubah Wajah Pesisir Tambakrejo Semarang?

Abrasi Berkurang, Kepiting Datang: Bagaimana Mangrove Mengubah Wajah Pesisir Tambakrejo Semarang?

News | Kamis, 27 November 2025 | 17:38 WIB

Berlangsung di GBK, Komunitas Telkom Runners Kampanye Peduli Mangrove

Berlangsung di GBK, Komunitas Telkom Runners Kampanye Peduli Mangrove

Bisnis | Sabtu, 22 November 2025 | 17:00 WIB

Cantik Berkelanjutan: Aksi Menanam Mangrove sebagai Bentuk Self-Care

Cantik Berkelanjutan: Aksi Menanam Mangrove sebagai Bentuk Self-Care

Lifestyle | Kamis, 27 November 2025 | 08:16 WIB

Kisah Perempuan Tambakrejo Bangun Ketangguhan Pesisir Lewat Olahan Mangrove

Kisah Perempuan Tambakrejo Bangun Ketangguhan Pesisir Lewat Olahan Mangrove

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 12:38 WIB

Hidup di Balik Tanggul Laut Raksasa: Kisah Warga Tambakrejo Membangun Harapan dari Akar Mangrove

Hidup di Balik Tanggul Laut Raksasa: Kisah Warga Tambakrejo Membangun Harapan dari Akar Mangrove

News | Jum'at, 14 November 2025 | 12:02 WIB

Terkini

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:54 WIB

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:43 WIB