Bukan Bencana Alam! WALHI Bongkar Dosa Investasi Ekstraktif di Balik Banjir Maut Sumatra

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 01 Desember 2025 | 19:05 WIB
Bukan Bencana Alam! WALHI Bongkar Dosa Investasi Ekstraktif di Balik Banjir Maut Sumatra
Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Sumatra Barat, Sabtu (29/11/2025). [ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/bar]
baca 10 detik
  • Banjir dan longsor (25-27 November) menewaskan 442 orang; WALHI menyebut ini bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan masif.
  • Kerusakan ekologis utama disebabkan oleh aktivitas 631 perusahaan izin tambang, sawit, dan energi di kawasan hutan seluas 1,4 juta hektare.
  • Kerusakan hulu terjadi di seluruh titik bencana, meliputi deforestasi signifikan pada Daerah Aliran Sungai kritis di ketiga provinsi tersebut.

Suara.com - Bencana banjir dan longsor dahsyat yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25–27 November kemarin, yang menewaskan 442 orang dan menyebabkan 402 lainnya hilang, bukanlah sekadar fenomena alam biasa.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) membongkar fakta mengejutkan bahwa tragedi banjir bandang ini merupakan puncak dari bencana ekologis yang diproduksi oleh kerusakan lingkungan masif selama bertahun-tahun.

Menurut catatan WALHI, kerentanan ekologis di ketiga provinsi tersebut terus berada di titik nadir. Penyebab utamanya adalah perubahan bentang alam dan degradasi ekosistem penting, terutama hutan, yang diperparah oleh krisis iklim pemicu cuaca ekstrem.

Data menunjukkan, sepanjang periode 2016–2025, kawasan hutan seluas 1,4 juta hektare di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah lenyap.

Kerusakan kolosal ini bukan terjadi tanpa sebab. WALHI mengidentifikasi adanya aktivitas dari 631 perusahaan—mulai dari pemegang izin tambang, perkebunan sawit, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), hingga proyek energi seperti geotermal, PLTA, dan PLTM—sebagai biang kerok utama.

Jika ditelusuri, seluruh titik bencana besar di tiga provinsi itu berhulu di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membentang di sepanjang hutan Bukit Barisan.

Ratusan Perusahaan Kepung Sumatra Utara

Foto udara kondisi jalan yang putus akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/nz]
Foto udara kondisi jalan yang putus akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Minggu (30/11/2025). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/nz]

Di Sumatera Utara saja, data WALHI mencatat wilayah ini dikepung oleh 36 perusahaan pemegang PBPH, 146 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) sawit, dan 400 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan. Belum lagi ditambah 11 perusahaan pemegang izin geotermal/panas bumi, 38 perusahaan pemegang izin PLTM, dan 1 perusahaan pemegang izin PLTA.

Daerah yang paling merasakan dampaknya adalah Ekosistem Harangan Tapanuli (Ekosistem Batang Toru), yang mencakup Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga. Di wilayah kritis ini, deforestasi telah mencapai 72.938 hektare sejak 2016 akibat operasi dari 18 perusahaan.

baca juga

Kondisi Kritis DAS di Aceh

Situasi tak kalah mengkhawatirkan terjadi di Aceh. Dari total 954 DAS yang ada, 60 persen di antaranya berada di kawasan hutan, dan 20 DAS kini berstatus kritis. Kerusakan di beberapa DAS bahkan sudah mencapai level yang sangat parah:

  • DAS Krueng Trumon: hilang 43 persen tutupan hutan dalam periode 2016–2022.
  • DAS Singkil: kehilangan hutan seluas 820.243 hektare dalam 10 tahun, kini hanya tersisa 33 persen.
  • DAS Jambo Aye: rusak 44,71 persen.
  • DAS Peusangan: rusak 75,04 persen.
  • DAS Krueng Tripa: rusak 42,42 persen.
  • DAS Tamiang: rusak 36,45 persen.

Hulu Bukit Barisan di Sumatera Barat Tergerus

Sementara itu, di Sumatera Barat, DAS Aia Dingin seluas 12.802 hektare yang menjadi penyangga utama Kota Padang mengalami degradasi berat.

WALHI mencatat bahwa sejak 2001 hingga 2024, DAS ini telah kehilangan 780 hektare tutupan pohon. Mayoritas kerusakan terjadi di bagian hulu, wilayah yang semestinya menjadi benteng ekologis untuk mencegah banjir bandang.

WALHI: Ini Bencana Ekologis, Bukan Bencana Alam

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Aceh, Ahmad Solihin, menegaskan bahwa bencana besar yang melumpuhkan 16 kabupaten di Aceh merupakan alarm keras atas kerusakan lingkungan yang selama ini dibiarkan.

"Bencana kali ini bukan hanya fenomena alamiah, melainkan bencana ekologis yang diproduksi oleh kebijakan pemerintah yang abai, permisif, dan memfasilitasi penghancuran ruang hidup masyarakat melalui investasi ekstraktif yang rakus ruang," tegas Solihin.

Menurutnya, banjir yang terus berulang adalah akumulasi dari deforestasi, ekspansi perkebunan sawit, hingga maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dibiarkan merajalela. Ia mengkritik pemerintah yang gagal mengatasi masalah dari akarnya.

"Pemerintah gagal menghentikan kerusakan di hulu dan terjadi pembiaran, justru terpaku pada solusi tambal sulam di hilir seperti pembuatan tebing sungai dan normalisasi sungai," kritiknya.

Bagi WALHI, data kerusakan yang masif ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa bencana di Sumatera bukanlah sebuah kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari rusaknya bentang alam dan tata kelola yang lebih mengutamakan investasi ekstraktif ketimbang keselamatan ekologis dan nyawa warganya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Helikopter Polri Terjunkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sumut

Helikopter Polri Terjunkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sumut

News | Senin, 01 Desember 2025 | 18:19 WIB

Potret Prabowo Kunjungi Pengungsi Banjir di Padang Pariaman

Potret Prabowo Kunjungi Pengungsi Banjir di Padang Pariaman

Foto | Senin, 01 Desember 2025 | 18:16 WIB

Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera, BMKG Sebut Siklon Tropis Jadi Ancaman Baru

Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera, BMKG Sebut Siklon Tropis Jadi Ancaman Baru

News | Senin, 01 Desember 2025 | 17:56 WIB

Tapanuli Tengah Dilanda Bencana, Prabowo Datang Pastikan Penanganan Maksimal

Tapanuli Tengah Dilanda Bencana, Prabowo Datang Pastikan Penanganan Maksimal

Video | Senin, 01 Desember 2025 | 17:35 WIB

Mobil Kena Banjir Sumatera? Jangan Panik! Panduan Klaim Asuransi Anti Gagal dari Awal Sampai Bengkel

Mobil Kena Banjir Sumatera? Jangan Panik! Panduan Klaim Asuransi Anti Gagal dari Awal Sampai Bengkel

Otomotif | Senin, 01 Desember 2025 | 17:33 WIB

Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Akses Jalan Dibuka

Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Akses Jalan Dibuka

DPR | Senin, 01 Desember 2025 | 16:53 WIB

Dampak Bencana Sumatra di Luar Dugaan, Gubernur Pramono Siapkan Bantuan Tambahan

Dampak Bencana Sumatra di Luar Dugaan, Gubernur Pramono Siapkan Bantuan Tambahan

News | Senin, 01 Desember 2025 | 16:53 WIB

Terkini

Jakarta Barat hingga Jakarta Timur Diprakirakan Turun Hujan Sore Ini

Jakarta Barat hingga Jakarta Timur Diprakirakan Turun Hujan Sore Ini

News | Senin, 02 November 2026 | 06:48 WIB

Respons Arteta usai Bawa Arsenal Akhiri Kutukan 14 Tahun di Anfield

Respons Arteta usai Bawa Arsenal Akhiri Kutukan 14 Tahun di Anfield

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:37 WIB

Hancurkan Lion City Sailors 6-1, Taktik Jacksen F Tiago Bawa Wakil RI Guncang Singa Cup 2026

Hancurkan Lion City Sailors 6-1, Taktik Jacksen F Tiago Bawa Wakil RI Guncang Singa Cup 2026

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:29 WIB

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:16 WIB

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

×