Legislator Gerindra Warning Kemenkeu: Haram Pangkas Dana TKD Daerah Terdampak Banjir Sumatra

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 03 Desember 2025 | 20:03 WIB
Legislator Gerindra Warning Kemenkeu: Haram Pangkas Dana TKD Daerah Terdampak Banjir Sumatra
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso. [Ist]
baca 10 detik
  • DPR RI, melalui Sugiat Santoso, melayangkan peringatan keras kepada Kemenkeu agar tidak memangkas alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD).
  • Daerah terdampak bencana seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh memerlukan penyaluran TKD secara penuh untuk pemulihan.
  • Sugiat Santoso mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin pemenuhan 100% TKD, bahkan mempertimbangkan penambahan alokasi.

Suara.com - Peringatan keras dilayangkan dari Senayan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di tengah upaya penanganan bencana dahsyat yang melanda sebagian wilayah Sumatera.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mewanti-wanti pemerintah pusat untuk tidak sekali-kali menyentuh apalagi memangkas alokasi dana transfer ke daerah (TKD) bagi provinsi-provinsi yang kini berstatus sebagai daerah bencana.

Seruan ini disuarakan dengan lantang oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, yang menegaskan bahwa penyaluran Anggaran TKD secara penuh adalah harga mati.

Menurutnya, hanya dengan anggaran yang utuh, daerah-daerah terdampak seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh bisa bernapas dan memulai upaya pemulihan secara maksimal pasca diterjang banjir bandang dan tanah longsor.

"Saya berharap dalam konteks daerah-daerah yang statusnya dianggap sebagai daerah bencana, transfer keuangan daerahnya jangan dikurangi," kata Sugiat saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Logika di balik desakan ini sangat mendasar. Sugiat membeberkan sebuah fakta krusial bahwa dalam kondisi normal sekalipun, anggaran TKD yang telah ditetapkan seringkali masih terasa pas-pasan, bahkan kurang, untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di masing-masing daerah.

Kondisi ini sontak menjadi jauh lebih kritis ketika daerah harus menanggung beban tambahan untuk memperbaiki infrastruktur vital yang hancur lebur akibat bencana.

"Ini normal saja mereka yang sekarang saja, eksistensi sekarang saja mereka sangat kekurangan. Apalagi ditambah dengan bencana," tegasnya.

Politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah bagaimana Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh bisa segera bangkit.

baca juga

Ketiga provinsi tersebut kini sangat bergantung pada ketersediaan biaya untuk memulihkan kembali denyut kehidupan dan perekonomian wilayahnya. Skala kerusakan yang ditimbulkan bencana kali ini pun tidak main-main.

Sugiat mengungkapkan, laporan dari lapangan menunjukkan kerusakan yang masif dan meluas. Ratusan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas antar wilayah dilaporkan terputus total.

Belum lagi berbagai infrastruktur penting lainnya yang rusak parah, melumpuhkan aktivitas warga dan pemerintah daerah. Menghadapi kehancuran sebesar ini, mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja adalah hal yang mustahil.

"Itu kan perlu penanganan dari pusat. Kan tidak mungkin kabupaten/kota atau provinsi yang membangun itu kembali. Karena mereka tidak punya anggaran, apalagi dengan situasi TKD mereka dikurangi," jelasnya, menggarisbawahi ketergantungan daerah pada uluran tangan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, ia secara spesifik mengingatkan kembali jajaran Kementerian Keuangan di bawah komando Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar tidak membuat kebijakan yang justru kontraproduktif dengan semangat pemulihan bencana.

Alih-alih dipangkas, Sugiat justru mendorong pemerintah pusat untuk mempertimbangkan penambahan alokasi dana bagi daerah-daerah yang sedang berduka tersebut.

"Saya berharap kepada Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) untuk daerah bencana, transfer keuangan daerahnya dipenuhi 100 persen, bahkan bila perlu ditambah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Tiap Akhir Tahun Ada Rp 100 Triliun Uang Nganggur di Pemda

Purbaya Ungkap Tiap Akhir Tahun Ada Rp 100 Triliun Uang Nganggur di Pemda

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 16:30 WIB

Purbaya Gregetan Soal Belanja Pemda, Ekonomi 2025 Bisa Rontok

Purbaya Gregetan Soal Belanja Pemda, Ekonomi 2025 Bisa Rontok

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 15:36 WIB

Pemangkasan TKD Diprotes Gubernur, Sultan Sebut Itu Bentuk Kepedulian dan Tanggung Jawab Politik

Pemangkasan TKD Diprotes Gubernur, Sultan Sebut Itu Bentuk Kepedulian dan Tanggung Jawab Politik

News | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 21:33 WIB

Wajar Kepala Daerah Ngamuk, Ini Sederet Masalah jika TKD Dipotong Kemenkeu

Wajar Kepala Daerah Ngamuk, Ini Sederet Masalah jika TKD Dipotong Kemenkeu

News | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:00 WIB

Komisi XIII DPR Dorong Kasus Konflik TPL di Danau Toba Dibawa ke Pansus Agraria

Komisi XIII DPR Dorong Kasus Konflik TPL di Danau Toba Dibawa ke Pansus Agraria

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 22:10 WIB

Mendagri: Inspektorat Daerah Harus Kawal Program Prioritas dan TKD

Mendagri: Inspektorat Daerah Harus Kawal Program Prioritas dan TKD

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 19:53 WIB

Menkeu Purbaya Tegur Bobby Nasution Cs usai Protes Pemotongan TKD

Menkeu Purbaya Tegur Bobby Nasution Cs usai Protes Pemotongan TKD

Video | Rabu, 08 Oktober 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

×