Penyakit Mulai Hantui Pengungsi Banjir Sumatra, Kemenkes Diminta Gerak Cepat

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 05 Desember 2025 | 20:40 WIB
Penyakit Mulai Hantui Pengungsi Banjir Sumatra, Kemenkes Diminta Gerak Cepat
Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]
  • Wabah penyakit menular seperti diare dan ISPA muncul di lokasi pengungsian korban banjir Sumatera akibat sanitasi buruk.
  • Charles Honoris (DPR RI) meminta Kemenkes segera mengintensifkan pengawasan dan intervensi medis bagi para pengungsi.
  • Infrastruktur kesehatan lumpuh, lebih dari 15 rumah sakit dilaporkan tidak beroperasi di tiga provinsi terdampak bencana.

Suara.com - Derita para korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera kini bertambah dengan munculnya ancaman baru yang tak kalah membahayakan, wabah penyakit menular. Di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas, berbagai penyakit dilaporkan mulai menjangkiti warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Kondisi mengkhawatirkan ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. Ia menegaskan bahwa ancaman kesehatan ini adalah masalah serius yang harus segera mendapat penanganan intensif dari pemerintah pusat.

Berdasarkan laporan situasi harian yang diterima pihaknya, Charles membeberkan sejumlah penyakit spesifik yang telah ditemukan menyebar di antara para pengungsi. Kondisi sanitasi yang buruk dan kepadatan di lokasi pengungsian menjadi pemicu utamanya.

"Dan kami juga sudah menerima laporan bahwa berbagai penyakit seperti... Yang sudah ditemukan penyakit seperti... yang banyak ya, diare, ISPA, leptospirosis,” kata Charles saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025).

Menyikapi temuan ini sebagai sebuah alarm bahaya, Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk tidak tinggal diam. Charles meminta Kemenkes segera meningkatkan pengawasan dan memastikan intervensi medis dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

"Dan oleh karena itu kami meminta Kemenkes untuk memonitor terus dan mencari apa yang dibutuhkan sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan juga tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Tantangan penanganan krisis kesehatan ini menjadi semakin pelik lantaran lumpuhnya infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak.

Charles menyuarakan keprihatinan mendalam atas laporan bahwa banyak fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), termasuk rumah sakit, yang tidak dapat beroperasi akibat terjangan bencana.

"Jadi, dari yang saya terima kemarin, saya lupa angka pastinya ya, tetapi jumlah fasyankes yang tidak beroperasi sepertinya semakin bertambah. Jumlah rumah sakit, kalau saya tidak salah ingat, sudah lebih dari 15 rumah sakit yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa DPR akan terus mengawal dan memantau perkembangan situasi di lapangan setiap hari untuk memastikan langkah-langkah penanganan yang diambil pemerintah berjalan efektif.

“Iya, kami sudah meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk terus memonitor, bahkan sampai sekarang kami masih mendapatkan situation report setiap hari tentang kondisi kesehatan yang ada di tempat bencana, lokasi bencana ya,” tuturnya.

Lebih jauh, Charles juga menyoroti kelompok rentan lain, yakni para pengungsi yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau kronis. Ia menekankan pentingnya ketersediaan obat-obatan rutin bagi mereka, agar bencana ini tidak memutus akses pengobatan yang bisa berakibat fatal.

“Termasuk juga inventori obat-obatan yang memang dibutuhkan di lapangan. Karena kami juga ingin menjaga agar masyarakat yang saat ini misalnya menjalani pelayanan kesehatan, menjalani pengobatan secara rutin, jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisinya bisa memburuk,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Kayu Gelondongan di Banjir Sumatra, Puan Bicara Peluang Revisi UU Kehutanan

Buntut Kayu Gelondongan di Banjir Sumatra, Puan Bicara Peluang Revisi UU Kehutanan

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 19:55 WIB

Dari Ferry Irwandi hingga Praz Teguh: Deretan Figur Publik yang Turun Tangan Bantu Korban Bencana

Dari Ferry Irwandi hingga Praz Teguh: Deretan Figur Publik yang Turun Tangan Bantu Korban Bencana

Your Say | Jum'at, 05 Desember 2025 | 18:22 WIB

MMKSI Berikan Program Khusus Bagi Pemilik Kendaraan Mitsubishi Terdampak Banjir Sumatera

MMKSI Berikan Program Khusus Bagi Pemilik Kendaraan Mitsubishi Terdampak Banjir Sumatera

Otomotif | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:46 WIB

KemenP2MI Kirim Logistik Bantuan Darurat untuk Ribuan Korban Banjir & Longsor di Sumatra

KemenP2MI Kirim Logistik Bantuan Darurat untuk Ribuan Korban Banjir & Longsor di Sumatra

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 16:35 WIB

Satgas PKH Mulai Bergerak, Usut Misteri Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

Satgas PKH Mulai Bergerak, Usut Misteri Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 15:33 WIB

Temuan Ferry Irwandi di Langkat, Ribuan Pengungsi Banjir Tidur Berhimpitan di Atas Rel Kereta Api

Temuan Ferry Irwandi di Langkat, Ribuan Pengungsi Banjir Tidur Berhimpitan di Atas Rel Kereta Api

Entertainment | Jum'at, 05 Desember 2025 | 14:58 WIB

Wuling Hadirkan Program Siaga Banjir Sumatera Bantu Pelanggan Terdampak

Wuling Hadirkan Program Siaga Banjir Sumatera Bantu Pelanggan Terdampak

Otomotif | Jum'at, 05 Desember 2025 | 09:23 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB