Sejumlah Ormas Dukung Polda Metro Jaya Usut Rencana Kerusuhan dan Bom Molotov Jelang Hari HAM

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Selasa, 09 Desember 2025 | 08:29 WIB
Sejumlah Ormas Dukung Polda Metro Jaya Usut Rencana Kerusuhan dan Bom Molotov Jelang Hari HAM
Ormas Dukung Polda Metro Jaya Usut Rencana Kerusuhan dan Bom Molotov Jelang Hari HAM. (Suara.com/Muhammad Yasir)
baca 10 detik
  • Sejumlah Ormas mendukung Polda Metro Jaya setelah terungkapnya rencana kerusuhan menjelang Hari HAM 10 Desember 2025.
  • Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka, termasuk TSF, BDM (perakit enam bom molotov), dan YM, terkait rencana tersebut.
  • Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber, bertujuan menciptakan rasa aman dan tertib di wilayah Jakarta.

Suara.com - Sejumlah organisasi masyarakat atau ormas menyatakan dukungan terbuka kepada Polda Metro Jaya dalam menjaga stabilitas keamanan di Jakarta. Dukungan ini disampaikan menyusul terungkapnya rencana aksi kerusuhan hingga perakitan bom molotov menjelang Hari Hak Asasi Manusia atau HAM, 10 Desember 2025.

Dukungan tersebut disampaikan para pimpinan ormas usai mengikuti konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/12/2025). 

Ketua DPD BPPKB Banten DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi menilai keamanan Jakarta menyangkut langsung keselamatan masyarakat, termasuk keluarga para anggota ormas.

“Kalau Jakarta tidak kondusif, yang pertama terdampak adalah kami, keluarga kami, anak dan istri kami. Jadi, menjaga kamtibmas sudah menjadi kewajiban ormas,” ujar Adi.

Ia juga menyerukan penolakan tegas terhadap segala bentuk tindakan yang berpotensi menimbulkan kekacauan.

“Siapapun yang ingin membuat kekacauan, melakukan terorisme, premanisme, arogan, kami mengecam keras,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta, Juwaini Yusuf. 

“Kita menolak segala kegiatan yang membuat Jakarta tidak aman dan tidak kondusif. Kalau ada aksi yang tidak bertanggung jawab, kita lawan,” ujarnya.

Tangkap Tiga Tersangka 

baca juga

Dukungan ormas itu muncul setelah Polda Metro Jaya mengungkap rencana aksi rusuh yang melibatkan tiga tersangka. Salah satunya berinisial TSF (22) yang merupakan admin akun Instagram @verdatius. Selain TSF, polisi juga menangkap tersangka BDM (20) dan YM (23).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan provokasi tersebut pertama kali terdeteksi oleh patroli siber.

“Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum menjaga keteraturan sosial sehingga tindakan ini dilakukan gunanya untuk menciptakan rasa aman dan tertib di Polda Metro Jaya,” jelas Budi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Kasubdit III Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Rafles Marpaung mengungkap, tersangka BDM ditangkap di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 7 Desember 2025. Selain melakukan provokasi lewat akun @bahanpeledak, BDM juga diduga merakit enam bom molotov.

“Enam buah bom molotov ini masih dalam tahap produksi, nantinya akan diberikan kepada pemesan yaitu saudara TSF alias Verdatius alias Vrdts,” jelas Rafles.

Berdasarkan pengembangan perkara tersebut, polisi kemudian menangkap TSF di Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurut Rafles, di kelompok anarko TSF dikenal dengan nama panggung Verdatius alias Vrdts. 

Sejak Juni 2025, TSF aktif menggunakan akun @verdatius untuk mengunggah konten sejarah perang dan edukasi sosial, namun belakangan berubah menjadi sarana mobilisasi massa.

“TSF ini juga tidak mengakui bahwa pernah melakukan pemesanan bom molotov kepada saudara BDM alias @bahanpeledak,” ungkap Rafles.

Sementara tersangka ketiga, YM (23), ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Kasubdit IV Ditressiber AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon menyebut YM memprovokasi lewat akun media sosial Catsrebel.

“Saat dilakukan penangkapan di Bandung, kami menemukan juga beberapa alat, yaitu berupa bom molotov yang sudah disiapkan untuk melakukan aksi rusuh, dan beberapa data dokumen elektronik dari handphone dan akun media sosial yang dikuasai oleh pelaku,” ujar Herman.

Wadiressiber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menambahkan, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan mendalam antartersangka, termasuk dugaan aktor intelektual di balik rencana kerusuhan tersebut.

“Jadi itu semua masih dalam pendalaman. Kami butuh waktu, karena komunikasi mereka itu terjadi di dalam suatu ruang yang tertutup, ruang itu hanya bisa kami buka lewat teknologi yamg kita miliki itu digital forensik,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habiburokhman: Polisi Harus Usut Soal Hasutan Aksi Rusuh Pakai Bahan Peledak 10 Desember

Habiburokhman: Polisi Harus Usut Soal Hasutan Aksi Rusuh Pakai Bahan Peledak 10 Desember

News | Senin, 08 Desember 2025 | 19:41 WIB

Diduga Rencanakan Aksi Rusuh 10 Desember, 3 Pria Ditangkap Polisi, Salah Satunya Verdatius

Diduga Rencanakan Aksi Rusuh 10 Desember, 3 Pria Ditangkap Polisi, Salah Satunya Verdatius

News | Senin, 08 Desember 2025 | 19:14 WIB

Tidak Ada Kriteria Amnesti Bagi Koruptor, Menko Yusril Jelaskan Kewenangan Presiden

Tidak Ada Kriteria Amnesti Bagi Koruptor, Menko Yusril Jelaskan Kewenangan Presiden

News | Kamis, 13 November 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

×