Kritik Komite Reformasi Polri Soal Isu Kapolri Ditunjukkan Langsung, Boni Hargens: Sesat Pikir

Galih Prasetyo

Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:10 WIB
Kritik Komite Reformasi Polri Soal Isu Kapolri Ditunjukkan Langsung, Boni Hargens: Sesat Pikir
Boni Hargens: Siapapun yang Jadi Ketum ILUNI UI, Harus Perkuat UI, Alumni dan Bangsa [Ist]
baca 10 detik
  • Analis politik Boni Hargens mengkritik usulan Komite Reformasi Polri tentang penunjukan langsung Kapolri oleh Presiden.
  • Boni menegaskan penunjukan langsung tanpa DPR melanggar prinsip demokrasi serta sistem *checks and balances* yang ada.
  • Usulan tersebut dianggap mengalihkan fokus dari reformasi substantif Polri menjadi perubahan prosedural semata.

Suara.com - Wacana Komite Reformasi Polri mengenai penunjukan langsung Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden menuai kritik keras dari analis politik senior, Boni Hargens.

Menurutnya, usulan tersebut bukan hanya tidak tepat, tetapi juga mengandung logical fallacy atau sesat pikir yang berpotensi merusak prinsip-prinsip dasar demokrasi Indonesia.

Dalam keterangannya pada Jumat (12/12/2025), Boni menegaskan bahwa penunjukan langsung Kapolri oleh Presiden tanpa melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah penyimpangan serius dari sistem demokrasi yang menempatkan suara rakyat sebagai dasar pengambilan keputusan publik.

“Usulan Komite Reformasi Polri adalah sesat pikir karena mengabaikan prinsip fundamental demokrasi yang mengharuskan adanya representasi rakyat. Penunjukan langsung tanpa legislatif membuka peluang konsentrasi kekuasaan berbahaya dan mengurangi mekanisme pengawasan demokratis,” tegas Boni.

Boni menjelaskan bahwa mekanisme penunjukan Kapolri yang berlaku saat ini melibatkan DPR sebagai bagian dari checks and balances yang menjaga posisi eksekutif tetap akuntabel.

Proses fit and proper test yang dilakukan DPR bukan sekadar formalitas, tetapi ruang publik untuk menilai calon Kapolri berdasarkan rekam jejak, integritas, dan visi kepemimpinan.

“DPR adalah perwakilan rakyat yang tak bisa dilangkahi dalam penentuan Kapolri. Demokrasi menuntut keterlibatan suara rakyat dalam penentuan pemimpin institusi strategis,” ujarnya.

Boni kemudian memaparkan empat kelemahan fundamental dari wacana penunjukan langsung Kapolri.

Pertama, melanggar prinsip checks and balances. Penghapusan peran DPR berarti hilangnya pengawasan legislatif, membuka potensi penyalahgunaan kekuasaan eksekutif.

baca juga

Kedua, mengabaikan representasi rakyat. DPR dipilih langsung oleh rakyat. Meniadakan perannya berarti menegasikan hak rakyat dalam menentukan pimpinan lembaga publik.

Ketiga, membuka peluang politisasi lebih besar
Kapolri yang ditunjuk langsung berpotensi lebih bergantung pada Presiden, sehingga kepolisian rawan menjadi alat politik.

Dan terakhir, mengurangi transparansi dan akuntabilitas. Tanpa uji kelayakan di DPR, publik kehilangan kesempatan untuk menilai calon Kapolri secara terbuka.

Lebih jauh, Boni mempertanyakan arah kerja Komite Reformasi Polri yang justru fokus pada isu prosedural alih-alih reformasi substantif. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut, penunjukan Kapolri adalah mekanisme konstitusional yang tidak bisa diubah sembarangan.

“Usulan ini mengalihkan perhatian dari agenda reformasi yang lebih mendesak, seperti penguatan integritas, profesionalisme, pemberantasan korupsi internal, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Boni.

Ia menilai bahwa Komite Reformasi Polri seharusnya fokus pada enam agenda perubahan mendasar, antara lain transformasi budaya organisasi, penguatan integritas dan anti-korupsi, peningkatan profesionalisme melalui pendidikan berbasis kompetensi dan teknologi modern, perbaikan hubungan dengan masyarakat, reformasi sistem hukum internal, hingga evaluasi kinerja berbasis indikator objektif.

“Polemik ini menggarisbawahi urgensi reformasi substantif di tubuh Polri, bukan perubahan prosedural yang justru berpotensi melemahkan demokrasi,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dasco Unggah Video Prabowo saat Bikin Kaget WWF karena Sumbangkan Tanah di Aceh

Dasco Unggah Video Prabowo saat Bikin Kaget WWF karena Sumbangkan Tanah di Aceh

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:27 WIB

Wacana Penunjukan Langsung Dinilai Tak Demokratis, FPIR: Bahaya Kapolri Ditunjuk Langsung Presiden

Wacana Penunjukan Langsung Dinilai Tak Demokratis, FPIR: Bahaya Kapolri Ditunjuk Langsung Presiden

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:59 WIB

Pengamat: Usulan Kapolri Dipilih Langsung Presiden Masuk Akal, DPR Justru Ganggu Check and Balances

Pengamat: Usulan Kapolri Dipilih Langsung Presiden Masuk Akal, DPR Justru Ganggu Check and Balances

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:52 WIB

Muncul Perkap Anggota Polri Bisa Jabat di 17 Kementerian/Lembaga, Ini Respons Komisi III DPR

Muncul Perkap Anggota Polri Bisa Jabat di 17 Kementerian/Lembaga, Ini Respons Komisi III DPR

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:37 WIB

Melalui Kolaborasi Global di Bali, BKSAP Dukung Penguatan Diplomasi Ekonomi Biru Berkelanjutan

Melalui Kolaborasi Global di Bali, BKSAP Dukung Penguatan Diplomasi Ekonomi Biru Berkelanjutan

DPR | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:35 WIB

Prabowo Pastikan Anggaran Huntara dan Huntap Korban Bencana Sumatra Cair, Tapi...

Prabowo Pastikan Anggaran Huntara dan Huntap Korban Bencana Sumatra Cair, Tapi...

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:34 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×