Marak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Serukan Evaluasi Total Sistem Seleksi Pemimpin

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:13 WIB
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Serukan Evaluasi Total Sistem Seleksi Pemimpin
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • KPK menangkap beberapa kepala daerah, memicu desakan DPR untuk evaluasi total sistem seleksi kepemimpinan daerah.
  • Anggota Komisi II DPR RI menyoroti perlunya fokus evaluasi pada integritas dan kemampuan pejabat daerah.
  • DPR sedang mengkaji opsi mengembalikan Pilkada ke DPRD sebagai upaya menekan tingginya biaya politik koruptif.

Suara.com - Lingkaran setan korupsi kepala daerah yang seolah tak ada habisnya membuat Senayan gerah. Satu per satu pemimpin daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memicu reaksi keras dari parlemen yang kini menyerukan perlunya evaluasi total terhadap seluruh sistem seleksi kepemimpinan di Indonesia.

Pukulan terbaru datang dari penetapan tersangka Bupati Lampung Tengah oleh KPK. Kasus ini menjadi pelengkap derita setelah sebelumnya Gubernur Riau dan Bupati Ponorogo juga tersandung masalah hukum serupa hanya dalam rentang waktu dua bulan terakhir. Fenomena "gugur massal" para pemimpin ini dinilai sebagai alarm bahaya bagi demokrasi lokal.

Menanggapi tren mengkhawatirkan ini, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa sudah saatnya semua pihak duduk bersama untuk merombak dan mengevaluasi secara menyeluruh mekanisme yang melahirkan para pemimpin daerah. Menurutnya, faktor integritas tak bisa lagi ditawar.

"Tentu pertama menurut saya memang kita harus mengevaluasi total tentang seleksi pemimpin-pemimpin kita ini. Bagaimana faktor integritas, kemudian faktor kemampuan menjalankan kebijakan sesuai peraturan perundang-undangan, itu menjadi penting," ujar Doli kepada wartawan, dikutip Jumat (12/12/2025).

Politisi yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengirim pesan menohok kepada seluruh kepala daerah yang masih menjabat.

Ia meminta agar rentetan penangkapan oleh KPK ini dijadikan peringatan keras (alert), bukan sekadar tontonan yang berlalu begitu saja.

Menurutnya, korupsi seorang pejabat bukan hanya menghancurkan karier dan masa depan pribadi, tetapi juga mengkhianati amanah dan merampas uang milik rakyat.

"Harusnya membuat kita semakin hati-hati, bukan semakin suka-suka. Jadi harus betul-betul mawas diri. Taruhannya bukan terhadap dirinya sendiri, tapi itu kan uang rakyat yang diambil," tegasnya.

Salah satu biang kerok yang selalu dituding menjadi pemicu korupsi adalah mahalnya biaya politik (high cost politics). Namun, Doli berpendapat bahwa argumen tersebut perlu dibedah lebih dalam. Ia tidak menampik faktor biaya, tetapi juga menyoroti penyakit mental yang lebih berbahaya: keserakahan.

baca juga

"Perlu dicari tahu, apakah motivasi korupsi itu untuk mengganti uang politik yang terlalu mahal atau tidak. Kadang-kadang korupsi itu terjadi juga karena memang ada sifat greedy (serakah) di dalam diri manusia yang tidak pernah merasa cukup," jelasnya.

Sebagai bagian dari evaluasi total, wacana kontroversial untuk mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali mengemuka.

Opsi ini dianggap sebagian kalangan bisa memangkas biaya politik yang jor-joran. Terkait hal ini, Doli mengungkapkan bahwa Komisi II DPR RI sedang melakukan kajian serius.

"Ini yang sekarang sedang kita kaji sangat mendalam. Apakah kalau kemudian nanti ada alternatif kembali ke DPRD, itu akan membuat biayanya lebih murah atau tidak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilkada Kembali ke DPRD: Solusi Hemat Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?

Pilkada Kembali ke DPRD: Solusi Hemat Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:45 WIB

Kader Jadi Tersangka KPK, Golkar Tak Mau Gegabah: Tunggu Status Terdakwa Dulu

Kader Jadi Tersangka KPK, Golkar Tak Mau Gegabah: Tunggu Status Terdakwa Dulu

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:27 WIB

Respons Dasco Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Pikirkan Saudara Kita di Sumatera Pulih Dulu

Respons Dasco Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Pikirkan Saudara Kita di Sumatera Pulih Dulu

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 10:20 WIB

Perintah Keras Bahlil ke DPR/DPRD Golkar: Rakyat Kena Bencana, Jangan Cuma Mikirin Program!

Perintah Keras Bahlil ke DPR/DPRD Golkar: Rakyat Kena Bencana, Jangan Cuma Mikirin Program!

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 22:25 WIB

Bupati Lampung Tengah Kena OTT KPK, Ketum Golkar Bahlil: Saya Belum Dapat Info

Bupati Lampung Tengah Kena OTT KPK, Ketum Golkar Bahlil: Saya Belum Dapat Info

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 22:08 WIB

Sinyal Kuat PAN: Pilkada Lewat DPRD Opsi Serius, Sebut Demokrasi Langsung Banyak Mudaratnya

Sinyal Kuat PAN: Pilkada Lewat DPRD Opsi Serius, Sebut Demokrasi Langsung Banyak Mudaratnya

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:45 WIB

PAN 'Tolak Halus' Ide Koalisi Permanen: Kami Sudah Tiga Kali Setia dengan Prabowo

PAN 'Tolak Halus' Ide Koalisi Permanen: Kami Sudah Tiga Kali Setia dengan Prabowo

News | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:25 WIB

Terkini

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:16 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB