Pemerintah Perkuat Komitmen Perubahan Iklim, Pengelolaan Karbon Jadi Sorotan di CDC 2025

Vania Rossa

Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:06 WIB
Pemerintah Perkuat Komitmen Perubahan Iklim, Pengelolaan Karbon Jadi Sorotan di CDC 2025
Konferensi Karbon Digital (dok. ist)
baca 10 detik
  • Konferensi Karbon Digital 2025 diadakan di Bandung untuk membahas akselerasi mitigasi iklim melalui teknologi digital.
  • Konferensi ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan karbon dunia dan menciptakan lapangan kerja hijau.
  • Regulasi baru, Perpres 110 Tahun 2025, menyederhanakan tata kelola dan mengakui pasar karbon sukarela di Indonesia.

Suara.com - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menghadapi perubahan iklim dengan langkah nyata yang melibatkan teknologi, regulasi, dan aksi lapangan. Salah satu momen penting untuk menampilkan komitmen tersebut adalah Carbon Digital Conference (CDC) 2025, yang digelar pada 8–9 Desember di Bandung, Jawa Barat. Konferensi ini menjadi ajang bagi pemerintah, pelaku industri, dan komunitas untuk berbagi inovasi serta strategi pengelolaan karbon yang berkelanjutan.

Tahun ini, CDC2025 menyoroti bagaimana teknologi digital dapat mempercepat mitigasi dan adaptasi iklim di berbagai sektor, termasuk proyek Carbon Capture Storage (CCS/CCUS), konservasi berbasis alam, serta pengelolaan karbon di kawasan pesisir dan Areal Penggunaan Lain (APL).

Tak hanya membahas isu teknis, konferensi juga memiliki misi kemanusiaan. Para peserta CDC2025 dijadwalkan memobilisasi aksi nyata bagi korban bencana alam di Sumatra, menunjukkan bahwa krisis iklim selalu berdampak langsung pada manusia dan menuntut solidaritas nyata.

Ketua Umum Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), Riza Suarga, menekankan bahwa konferensi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah kredit karbon global. “Dengan potensi ekonomi karbon mencapai 565,9 miliar dolar AS, Indonesia berada pada posisi tepat untuk memimpin solusi iklim global. Nilai terbesar bukan sekadar angka, tetapi juga kesempatan menciptakan lapangan kerja hijau, dari konservasi, reforestasi, pertanian berkelanjutan, hingga ekowisata,” ujar Riza.

Tahun ini, CDC mengusung tema “Menggagas Ulang Pasar Karbon Indonesia: Inovasi Digital untuk Integritas Global”, menegaskan posisi Indonesia sebagai pengelola hutan hujan tropis, lahan gambut, dan mangrove terbesar di dunia. Ekosistem ini menjadi penopang utama dalam menyerap emisi karbon global, sehingga pengelolaannya memerlukan standar internasional yang ketat, terverifikasi, dan berdampak sosial-lingkungan jelas.

Dalam mendukung jalannya konferensi, PwC Indonesia hadir sebagai Knowledge Partner. Yuliana Sudjonno, Partner dan Sustainability Leader, menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi digital untuk memperkuat integritas pengelolaan karbon. “Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi pemain, tetapi pemimpin dalam solusi iklim global,” ujarnya.

Komitmen pemerintah juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, yang menyederhanakan tata kelola perdagangan karbon, mengakui pasar karbon sukarela, dan memperluas sektor yang bisa berpartisipasi. Regulasi ini menggantikan Perpres 98/2021 dan dirancang lebih adaptif terhadap perkembangan global.

Melalui mekanisme dual registry system—SRN-PPI dan SRUK—IDCTA memastikan transparansi data dan kelancaran implementasi di lapangan. CDC2025 menjadi forum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendapatkan update regulasi hingga perkembangan proyek karbon di Indonesia.

Dengan teknologi yang semakin maju, kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan yang humanis, CDC2025 menegaskan bahwa Indonesia siap bergerak lebih jauh sebagai penggerak ekonomi hijau sekaligus menjaga masa depan bumi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Pesisir Tergerus, Bagaimana Karbon Biru Bisa Jadi Sumber Pemulihan dan Penghidupan Warga?

Saat Pesisir Tergerus, Bagaimana Karbon Biru Bisa Jadi Sumber Pemulihan dan Penghidupan Warga?

News | Senin, 01 Desember 2025 | 14:31 WIB

Nasib Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dalam Cengkeraman Ekskavator

Nasib Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dalam Cengkeraman Ekskavator

Your Say | Senin, 01 Desember 2025 | 14:50 WIB

Terkini

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×