Lumpur Setinggi 2 Meter Mustahil Disingkirkan? Ini Solusi Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 06:05 WIB
Lumpur Setinggi 2 Meter Mustahil Disingkirkan? Ini Solusi Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir
Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso]
  • Arsitek urbanis Marco Kusumawijaya mendesak pemerintah segera amankan kayu sisa banjir di Sumatera dan Aceh.
  • Kayu gelondongan dan ranting sangat strategis untuk bahan bakar serta material rehabilitasi rumah korban bencana.
  • Kayu sisa bencana dapat digunakan sebagai cerucuk untuk memperkuat struktur bangunan di atas lapisan lumpur.

Suara.com - Banjir bandang yang menerjang wilayah Sumatera dan Aceh tak hanya menyisakan lumpur dan kehancuran. Di balik bencana tersebut, terdapat ribuan batang kayu gelondongan dan ranting pohon yang hanyut terbawa arus.

Alih-alih dianggap sampah, tumpukan kayu ini dianggap bisa dimanfaatkan.

Arsitek urbanis sekaligus pendiri  arsitek, urbanis, dan pendiri Rujak Center for Urban Studies, Marco Kusumawijaya, menyarankan pemerintah segera bergerak cepat mengamankan kayu-kayu tersebut.

“Menyelamatkan ranting cabang dan pohon itu untuk apa? Untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Marco, dikutip dari tayangan YouTube Abraham Samad Speak Up, Rabu (17/12/2025).

Marco menyebut pemerintah harus bisa segera mengamankan kayu-kayu tersebut. Ia khawatir kayu-kayu ini akan hanyut semakin jauh hingga hujan deras kembali turun pada Januari dan Februari atau terjadi banjir.

Lebih berbahaya lagi menurutnya, gelondongan kayu dalam jumlah besar yang hanyut justru berpotensi menjadi "senjata makan tuan" yang menghantam bangunan-bangunan yang masih berdiri.

“Jangan lupa waktu tsunami Aceh itu bangunan yang rubuh itu lalu menghantam bangunan lain yang belum rubuh,” terangnya.

Menurut Marco, material sisa banjir ini memiliki segudang manfaat jika dikelola dengan benar.

“Ranting bisa jadi bahan bakar kayu bakar. Yang ukurannya di bawah 10 cm bisa jadi kasau. Yang ukurannya 10 cm atau lebih besar bisa jadi tiang. Bisa dipakai kembali untuk merehabilitasi. Bahkan rumah sementara, bahkan rumah tetap nantinya,” jelas Marco.

Pemanfaatan kayu ini juga menjadi solusi jitu mengatasi masalah konstruksi di area bekas banjir. Dengan ketebalan lumpur mencapai 2 meter, membersihkan lahan adalah pekerjaan raksasa.

Marco mengusulkan agar warga membangun rumah di atas lumpur yang telah mengering dengan teknik cerucuk.

“Agak enggak mungkin menyingkirkan lumpur itu. Jadi kalau Anda mau membangun, Anda harus membangun di atas tanah-tanah yang udah mengering itu,” tuturnya.

Lumpur yang kering memang tanah yang lemah, namun bisa diperkuat dengan kayu sisa banjir tersebut.

“Nah tanah ini kan lemah. Tapi bisa diperkuat dengan cerucuk. Cerucuk itu adalah batang-batang kayu yang ditancapkan. Itu akan cukup kuat untuk rumah satu dua lantai. Tanpa harus menyingkirkan tanahnya itu,” papar Marco.

“Karena itu sumber daya kayu yang sekarang begitu banyak ini strategis. Menurut saya harus diselamatkan dan dinyatakan boleh dimanfaatkan oleh masyarakat. Tetapi tentu dikelola gitu ya. Kan ada pemerintah daerah,” lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Puing Bencana, Warga Aceh Barat Kibarkan Bendera Putih

Di Tengah Puing Bencana, Warga Aceh Barat Kibarkan Bendera Putih

Foto | Rabu, 17 Desember 2025 | 20:35 WIB

ESDM Mulai Pasok 16.000 LPG 3 Kg ke Banda Aceh

ESDM Mulai Pasok 16.000 LPG 3 Kg ke Banda Aceh

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:31 WIB

Beda dengan SBY saat Tsunami Aceh, Butuh Nyali Besar Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Beda dengan SBY saat Tsunami Aceh, Butuh Nyali Besar Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:57 WIB

Gubernur Bobby Nasution Serahkan Bantuan KORPRI Sumut Rp2 Miliar untuk Korban Bencana

Gubernur Bobby Nasution Serahkan Bantuan KORPRI Sumut Rp2 Miliar untuk Korban Bencana

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:39 WIB

Gubernur Bobby Nasution Siapkan Lahan Pembangunan 1.000 Rumah untuk Korban Bencana

Gubernur Bobby Nasution Siapkan Lahan Pembangunan 1.000 Rumah untuk Korban Bencana

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:34 WIB

Terkini

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:51 WIB

Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik

Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:38 WIB

Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini

Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:35 WIB

Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?

Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:29 WIB

Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 20 Maret

Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 20 Maret

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:21 WIB

Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:15 WIB

Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI

Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:57 WIB

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:49 WIB