Kritik Penunjukan Eks Tim Mawar Untung sebagai Dirut Antam, KontraS: Negara Abai Rekam Jejak HAM!

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 18 Desember 2025 | 11:10 WIB
Kritik Penunjukan Eks Tim Mawar Untung sebagai Dirut Antam, KontraS: Negara Abai Rekam Jejak HAM!
Untung Budiharto saat masih menjadi Pangdam Jaya Mayjen TNI tahun 2022. [Dok. Pendam Jaya]
baca 10 detik
  • KontraS mengkritik penunjukan Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto, eks Tim Mawar, sebagai Dirut PT Antam karena mengabaikan keadilan HAM.
  • Penunjukan Direksi BUMN dianggap keputusan politik negara yang memperdalam luka korban pelanggaran HAM masa lalu.
  • Keputusan ini menunjukkan kegagalan negara menjalankan penilaian rekam jejak pelanggaran HAM bagi pejabat publik.

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik pengangkatan Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam).

KontraS menilai penunjukan mantan anggota Tim Mawar Kopassus itu menunjukkan pengabaian negara terhadap prinsip keadilan, supremasi sipil, dan komitmen penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina Rumpia, menyatakan keputusan tersebut tidak dapat dilihat sebagai urusan korporasi semata.

Menurutnya, penunjukan direksi BUMN merupakan keputusan politik negara karena dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berada di bawah kendali pemerintah.

“Karena itu, pengangkatan ini adalah keputusan sadar negara dengan konsekuensi politik dan moral yang melekat langsung pada pemerintahan,” ujar Jane kepada Suara.com, Kamis (18/12/2025)

Jane lalu mengingatkan, Untung Budiharto merupakan salah satu anggota Tim Mawar Kopassus yang terlibat dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi pada 1997–1998.

Dalam persidangan Mahkamah Militer Tinggi II-08 Jakarta, Untung dijatuhi hukuman penjara.

Sanksi pemecatan yang sempat dijatuhkan tidak terlaksana setelah proses banding, sehingga ia hanya menjalani hukuman penjara tanpa diberhentikan dari dinas militer.

KontraS juga menilai pengangkatan Untung ke jabatan strategis BUMN justru memperdalam luka keluarga korban penculikan. Negara dinilai kembali menunjukkan keberpihakan kepada pelaku, bukan kepada korban pelanggaran HAM.

baca juga

“Pesan yang muncul adalah bahwa rekam jejak pelanggaran HAM tidak menjadi penghalang untuk memperoleh jabatan dan kekuasaan,” tutur Jane.

Selain penunjukan di Antam, KontraS juga mencatat Untung Budiharto sebelumnya telah menduduki berbagai jabatan strategis negara, antara lain Wakil Asisten Operasi KSAD, Kasdam I/Bukit Barisan, Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Sekretaris Utama BNPT, hingga Pangdam Jaya pada 2022.

Rangkaian penugasan tersebut dinilai menunjukkan kegagalan negara dalam menerapkan mekanisme penilaian rekam jejak pejabat publik.

KontraS menegaskan, mekanisme pemeriksaan latar belakang atau vetting mechanism merupakan bagian penting dari reformasi sektor keamanan dan telah diatur dalam prinsip-prinsip HAM internasional. Namun, mekanisme tersebut dinilai tidak pernah dijalankan secara konsisten sejak Reformasi 1998.

“Yang terjadi justru rehabilitasi politik dan pemutihan rekam jejak figur-figur yang terlibat dalam pelanggaran HAM,” ungkap Jane.

KontraS juga menyoroti kontroversi pemberian kenaikan pangkat istimewa kepada Untung Budiharto. Jane menyebut regulasi yang ada, baik Undang-Undang maupun peraturan pemerintah, hanya mengatur kenaikan pangkat atau pangkat penghargaan bagi prajurit aktif, bukan bagi purnawirawan TNI.

Karena itu, pemberian pangkat kepada pensiunan dengan rekam jejak pelanggaran HAM dinilai bermasalah secara hukum dan etika.

Lebih lanjut, Jane berpendapat, penunjukan eks Tim Mawar ke posisi strategis negara dan BUMN mencerminkan kecenderungan pemerintah yang lebih mengutamakan loyalitas dan patronase politik dibandingkan prinsip keadilan, transparansi, dan profesionalisme.

Dalam jangka panjang, pola tersebut menurutnya berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap negara dan institusi demokrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Tim Mawar Untung Budiharto Kini Bos Baru Antam

Eks Tim Mawar Untung Budiharto Kini Bos Baru Antam

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 17:49 WIB

Greenpeace Sebut 2025 Tahun Kelam, Krisis Ekologis Berjalan Iringan dengan Represi Aparat

Greenpeace Sebut 2025 Tahun Kelam, Krisis Ekologis Berjalan Iringan dengan Represi Aparat

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:14 WIB

Gelar Pahlawan untuk Soeharto, KontraS: Upaya Cuci Dosa Pemerintah

Gelar Pahlawan untuk Soeharto, KontraS: Upaya Cuci Dosa Pemerintah

News | Kamis, 06 November 2025 | 20:32 WIB

KontraS Ancam Gugat Pemerintah Jika Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

KontraS Ancam Gugat Pemerintah Jika Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

News | Kamis, 06 November 2025 | 17:12 WIB

Demo di Depan Kantor Kemendikbud: Gemas Bongkar 'Dosa' Soeharto, Fadli Zon Jadi Sasaran

Demo di Depan Kantor Kemendikbud: Gemas Bongkar 'Dosa' Soeharto, Fadli Zon Jadi Sasaran

News | Kamis, 06 November 2025 | 13:49 WIB

Terkini

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

×