Sampah Jadi Listrik Dinilai Menjanjikan, Akademisi IPB Tekankan Peran Pemilahan di Masyarakat

Vania Rossa

Kamis, 25 Desember 2025 | 08:47 WIB
Sampah Jadi Listrik Dinilai Menjanjikan, Akademisi IPB Tekankan Peran Pemilahan di Masyarakat
Guru Besar IPB University Arief Sabdo Yuwono. (dok. Humas IPB)
baca 10 detik
  • Program Waste to Energy (WTE) Danantara menggunakan teknologi insinerator yang telah diterapkan di negara maju seperti Jepang dan Jerman.
  • Timbulan sampah nasional mencapai 38,2 juta ton pada 2024, sementara pengelolaan sampah perlu didukung treatment at the source.
  • Tantangan utama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Danantara adalah pemenuhan 1.000 ton sampah per hari serta dukungan partisipasi publik.

Suara.com - Program pengelolaan sampah jadi energi listrik (Waste to Energy) yang digagas Danantara dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Guru Besar IPB University Arief Sabdo Yuwono menilai teknologi insinerator yang akan digunakan bukan hal baru dan telah lama diterapkan di berbagai negara maju.

Menurut Prof. Arief, Jepang, Jerman, serta sejumlah negara Eropa telah memanfaatkan teknologi insinerator sebagai solusi pengelolaan sampah perkotaan sekaligus sumber energi.

“Jepang memang aktif menjual teknologi itu. Jerman dan negara-negara Eropa lainnya juga sudah menggunakan insinerator untuk mengatasi timbulan sampah kota. Cara ini efektif menyelesaikan sampah dalam waktu singkat,” ujar Prof. Arief sbeberapa waktu lalu.

Meski demikian, Prof. Arief mengaku belum mengetahui secara detail sejauh mana perencanaan Danantara, termasuk spesifikasi teknologi yang akan diterapkan dalam program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Ia menegaskan, upaya pengelolaan sampah menjadi energi seharusnya memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Urgensi pengelolaan sampah nasional semakin terlihat dari data resmi. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup mencatat, dari 343 kabupaten/kota di Indonesia pada 2024, timbulan sampah mencapai 38,2 juta ton, namun baru 34,74 persen yang berhasil dikelola.

Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJPN 2025–2045 memperkirakan volume sampah nasional pada 2025 mencapai 63 juta ton dan meningkat menjadi 82,2 juta ton pada 2045.

Prof. Arief menilai keberadaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sudah menjadi payung hukum yang kuat. Namun, efektivitasnya akan meningkat signifikan apabila dikombinasikan dengan pendekatan treatment at the source atau pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pendekatan ini, kata dia, berpotensi mengurangi aliran sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga 40–60 persen.

Selama ini, pengelolaan sampah di Indonesia masih didominasi pola kumpul-angkut. Padahal, pengelolaan dari tingkat rumah tangga hingga kelurahan dinilai dapat mengurangi beban anggaran daerah sekaligus menyelesaikan persoalan sampah di tingkat lokal.

“Tidak semua sampah harus diangkut seperti sekarang jika treatment at the source dijalankan. Dampaknya luar biasa besar,” ujarnya.

baca juga

Prof. Arief mengungkapkan, dirinya telah mempraktikkan pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggalnya di Kota Bogor selama sekitar 15 tahun. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sebagian sampah lainnya dimanfaatkan menjadi energi dalam skala kecil. Atas upaya tersebut, ia meraih penghargaan Best Practices Award dalam ajang inovasi tingkat ASEAN.

Dalam konteks PSEL di Indonesia, Prof. Arief menilai tantangan utama terletak pada pemenuhan volume sampah yang dibutuhkan fasilitas pengolahan. Ia menyebutkan, fasilitas PSEL yang digagas Danantara diperkirakan memerlukan pasokan hingga 1.000 ton sampah per hari. Untuk mencapainya, diperlukan sistem pengumpulan yang terintegrasi serta partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber. Selain itu, persepsi publik terhadap teknologi pengolahan sampah juga menjadi tantangan tersendiri.

Sebagaimana diketahui, Danantara Indonesia berencana menjalankan program PSEL dengan melibatkan pihak ketiga. Untuk tahap awal, Danantara membuka tender bagi perusahaan domestik maupun internasional guna terlibat dalam pembangunan proyek PSEL yang direncanakan hadir di tujuh wilayah aglomerasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Mudik Hijau Melesat: Pengguna Mobil Listrik Naik Dua Kali Lipat, PLN Siagakan 4.516 SPKLU

Tren Mudik Hijau Melesat: Pengguna Mobil Listrik Naik Dua Kali Lipat, PLN Siagakan 4.516 SPKLU

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 18:33 WIB

Spesifikasi Aion V, Mobil Listrik Cocok untuk Ibu Rumah Tangga agar Nyaman Antar Jemput Anak

Spesifikasi Aion V, Mobil Listrik Cocok untuk Ibu Rumah Tangga agar Nyaman Antar Jemput Anak

Otomotif | Rabu, 24 Desember 2025 | 20:03 WIB

BYD Mulai Ketar-Ketir? Suzuki Siapkan MPV Listrik Jarak 543 KM, Calon Mobil Keluarga Hemat 2026

BYD Mulai Ketar-Ketir? Suzuki Siapkan MPV Listrik Jarak 543 KM, Calon Mobil Keluarga Hemat 2026

Otomotif | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:10 WIB

Terkini

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja

Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z

Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih

Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih

Jatim | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia

Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan

Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Feng Shui Rumah Bentuk Tanah Kantong Semar, Benarkah Bawa Keberuntungan?

Feng Shui Rumah Bentuk Tanah Kantong Semar, Benarkah Bawa Keberuntungan?

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Hari Pramuka 2026 Peringatan yang ke Berapa? Ini Tema dan Link Download Logo Resminya

Hari Pramuka 2026 Peringatan yang ke Berapa? Ini Tema dan Link Download Logo Resminya

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Review Confidence Queen: Ketika Penipuan Menjadi Cara Menghukum Penjahat

Review Confidence Queen: Ketika Penipuan Menjadi Cara Menghukum Penjahat

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Berapa Harga Gift Paus di TikTok? Ini Daftar Harga dari Termahal hingga Termurah

Berapa Harga Gift Paus di TikTok? Ini Daftar Harga dari Termahal hingga Termurah

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:53 WIB

×