- Partai Demokrat membantah keras keterlibatan SBY dalam isu pemalsuan ijazah Presiden Jokowi serta melayangkan somasi.
- Somasi ditujukan kepada akun TikTok Sudiro Wi Budhius M Piliang karena menuding SBY pada 30 Desember 2025.
- Demokrat menuntut permintaan maaf terbuka dalam 3x24 jam, mengancam tindakan hukum lebih lanjut jika diabaikan.
Serangan balasan Demokrat tidak berhenti pada satu akun. Partai ini juga mengidentifikasi dan mengincar sejumlah kanal YouTube yang dianggap menyebarkan narasi serupa yang merusak reputasi partai dan SBY.
Beberapa nama yang disebut masuk dalam radar adalah kanal milik Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online.
Di tengah langkah hukum yang ditempuh, Herzaky mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Mari kita bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama mengutamakan kemanusiaan," tuturnya.
Ia kembali menegaskan bahwa prioritas utama saat ini seharusnya adalah para korban bencana yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian penuh dari seluruh elemen bangsa.
"Saat ini, yang paling membutuhkan perhatian adalah para korban. Mari kita fokus pada mereka," tambah dia.